<xmp> <body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/7457634820015561536?origin\x3dhttp://chingzz-daily.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> </xmp>
Welcome

I've already left this blog but I will be happy if you still take a look on my old fan fiction :D

The Princess
Add your profile goes here.
Hi and Hello!
Let me introduce my name then~ Ching Ching is speakin' here! Scream out loud and be ready for the rockin' blog YEAH! This is the second blog I got here, the first is on LiveJournal, and I used that as my fan fiction park ♥♥ I'm Chinese who live in country named Indonesia, so I usually speak in Bahasa. I love lurking around at SOOMPI, check the request thread and help them all that had a problem about NG and GASOO poster. And by the way, I had a Tumblr. I use that page as my poster and banner gallery. So please welcome then~ I'll be glad to know that someone has visited it. I would to tell about my emptiness, problems and experiences on here.. So, just shut up and listen then! *LMFAO*.

Links
Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here

Archives
September 2009
Oktober 2009
November 2009

Layout ©

ME. kynzgerl
CODES. manikka
BRUSHES. 1 2
IMAGES. 1 2
The 2 paper heart: moargh.de
SOURCE. BLOGGER BLOGSKINS IMAGESHACK
Rabu, 25 November 2009

Deuh...gw mempost ene dengan hati setengah mengkeret akibat ulah salah satu dongsaeng gw...
*angkat tangan Tamie*
Dia maksa-maksa gw buat ngepost lanjutannya..
Padahal gw udah dregdeg ene...
Tapi karena gw baek hati en ga tegaan *hoek* jadi gw terpaksa mencemari blog suci ene *hoek lagi*...
Jadi buat yang baca...
Tolong maafkan gw *bows dalem''*,kalo ceritanya rada gitu deh...biippp *gw sensor dikit*
Tapi sebelum membaca tolong perhatikan ratingnya ye...
Kalo PG +13 maksudnya buat 13 thn ke atas...
Kalo PG +15 maksudnya buat 15 thn ke atas...*sedikit berbahaya*
Kalo PG +16 maksudnya buat 16 thn ke atas...*agak berbahaya* *padahal gw belum 16 thn ye*
Segitu dulu deh panduan ratenya..
En terakhir pesan ene khusus buat Tamie...
KOMEN YE CEU...ENE ONNIE MU UDAH BERSEDIA MENCEMARI BLOGNYA...KALO GA AWAS YE...*nunjukin bogem* *bercanda bang*

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Main Cast: Dong Young Bae (Tae Yang Big Bang) and Han Sang Hee (Hee-chan)
Other Cast: Kim Min Young, Shim Chang Min, Park Young Hee, and others
Rate: PG+15-Straight


Chapter 2: “Passion & Lust”

Young Bae POV
Ting Tong...Ting Tong....
Suara bel pintu menghentikan niatku untuk memanggil Hee-chan.
Akhirnya dengan langkah cepat kuberlari kecil menuju pintu.
“Changkaman!” teriakku.
Kubuka pintu dengan perlahan.

“Sang Hee~a!” teriak orang itu.
Ternyata ia seorang perempuan.
Apakah ia Hee-chan ui chingu? Mungkin saja benar.
Tetapi,teriakannya itu langsung terhenti saat melihatku dan ia malah memperhatikan diriku dari ujung kepala hingga ujung kaki.
“Nugu?” aku mencoba membuyarkan lamunannya itu.
“Naneun Kim Min Young imnida,di mana Sang Hee? Dan kau? Kau siapa?”
Aku sudah mengira ia akan mengajukan pertanyaan itu kepada diriku.
“Ye,Hee-chan ui chingu...naneun Dong Young Bae imnida,bangapseumnida...silahkan masuk.”
Aku mempersilahkan dirinya untuk masuk.

“Hee-chan~a...temanmu datang!” teriakku.
Aku yakin ia masih tidur.
Tetapi tiba-tiba Hee-chan keluar dengan mata membelalak dan menarik lengan Min Young yang ada di sampingku.
Benar-benar orang yang aneh!
End of Young Bae POV

Sang Hee POV
“Hee-chan~a...ini temanmu datang!”
Mataku segera membelalak setelah mendengarkan teriakkan Young Bae barusan.
Apa jangan-jangan yang datang itu Min Young?
Sebaiknya aku keluar sekarang.

Tanpa basa-basi lagi kutarik lengan Min Young yang terlihat bingung itu menuju kamar.
Aku yakin Young Bae pasti akan berpikiran seperti Min Young,tetapi sudahlah..aku tidak mempedulikan itu.

“Ya! Sang Hee~a! Apa yang kau lakukan?!” protes Min Young.
“Mian,” jawabku sambil tertunduk frustasi.
“Sebenarnya siapa orang yang bernama Dong Young Bae itu? Mengapa ia bisa ada di apartemenmu? Apakah secepat itukah kau bisa melupakan Chang Min?”
Pertanyaan Min Young bertubi-tubi itu membuatku ingin berteriak dan membantah semuanya,tetapi aku berusaha untuk menahan emosiku.
“Ia hanya pembantuku atau terserahlah kau mau menganggapnya apa!” jawabku agak sedikit kesal.
“Aku tidak mengerti maksudmu,tapi yang pasti ia bukan pacar barumu kan?”
Aku hanya menggeleng pelan.
“Baguslah,kupikir kau sudah gelap mata sehingga kau berlaku seperti itu.”
Min Young tertawa kecil,tetapi di dalam hatiku aku hanya dapat menangis pelan tanpa suara.
Aku tidak ingin mengingat-ingat kembali mengenai Chang Min.

Tok...Tok....Tok....
Lamunanku terbuyarkan oleh karena suara ketukkan pintu.
“Ye?” teriakku.
Young Bae membuka pintu dari luar.
“Mian mengganggu,aku hanya mau mengajak sarapan,” ajaknya.
“Oh,arasseo...aku akan segera ke sana,kau duluan saja,” jawabku lunglai.
“Ne,jal mogoseumnida..”
BLAM!
Pintu pun tertutup kembali,tetapi saatku perhatikan Min Young yang berada di hadapanku aku malah mendapatinya dalam keadaan melongo.
“Waeyo?” tanyaku sambil mengucangkan tubuhnya.
“Ani,aku hanya terkagum saja.”
“Dengan siapa? Young Bae? Jinja?”
“Memang kenapa?”
“Kau tidak salah,Youngie? Memang apa yang bagus dari dirinya?”
“Sudah sangat jelas! Kau lihat tubuhnya? Wohow...”
“Kalau itu aku tahu,tetapi aku tidak peduli dengan itu...lagipula jangan sampai kau meninggalkan Seung Hyun demi laki-laki seperti dirinya karena kau akan menyesal.”
“Ara..Ara..mana mungkin aku meninggalkan Seung Hyun begitu saja...tapi kupikir kau cocok dengannya..”
Mwo?! Bercanda Youngie memang sudah keterlaluan.

Aku melemparnya dengan bantal dari tempat tidur,namun ia sudah terlebih dahulu berdiri dan menghindar.
Sial!
“Ampun Hee-chan! Lebih baik kita makan sekarang!” teriaknya.
YOUNGIE! Kau memanggilku dengan sebutan apa barusan?!
Sudah cukup Young Bae memanggilku dengan sebuatan aneh itu dan jangan sampai ia mengikutinya.
Lama -lama aku bisa gila jika semua orang memanggilku dengan sebutan memalukan itu.
End of Sang Hee POV
-----------------------------------------------------
Young Bae POV
Sejak mereka keluar dari kamar,mereka berdua menjadi tidak beres.
Sedari tadi Min Young terus saja tersenyum ke arah Hee-chan sambil menyeruput mie dari mangkoknya.
Sebenarnya apa yang sudah terjadi dalam sana?
Mereka membuatku penasaran.
Apa jangan-jangan mereka membicarakan tentang diriku?
Ah,semoga saja tidak.

“Geumanhae,Youngie!”
Bentakkan Hee-chan barusan menggemparkan acara sarapan pagi yang sunyi ini.
Matanya melotot tidak suka ke arah Min Young.
Min Young yang tadi tersenyum sekarang hanya bisa menyembunyikan gigi-giginya di balik mulutnya.
“Mian,Sang Hee~a...” Min Young tertunduk.
“Ya sudahlah..aku malas membahasnya,” balasnya.
Tetapi kali ini matanya melirik ke arahku.
“Young Bae~a,mana bajumu? Kenapa kau tidak memakai bajumu?” tanyanya.
“Oh itu,aku mencucinya karena baunya sudah tidak tertahankan lagi.”
Kata-kata yang kuucapkan barusan adalah pernyataan yang sejujurnya.
Bau alkohol sudah meracuni bajuku dan aku tidak sadar sama sekali kapan aku meminumnya.
Apa jangan-jangan saat di bar waktu itu...
Sudahlah aku tidak mau mengingat kepahitan itu lagi,lebih baik aku menjalani hidup baruku di apartemen ini bersama Hee-chan.

“Ya sudah,sehabis ini kita belanja pakaian!” umum Hee-chan.
Aku benar-benar tidak menyangka bahwa ia akan berkata seperti itu,tetapi sudah kubilang sebelumnya bahwa ia adalah orang yang baik.

“Asa!” seruku bahagia.
“Oh yah,Youngie kau mau ikut bersama kami?” tanya Hee-chan kepada Min Young.
“Ani...lebih baik aku pergi ke rumah Seung Hyun daripada menggangu kalian.”
Kali ini Min Young kembali melancarkan senyum jahilnya ke arah Hee-chan,tetapi senyuman itu malah dibalas Hee-chan dengan tatapan kebencian.
Kedua orang ini benar-benar aneh..
Tidak heran mereka bersahabat.
End of Young Bae POV
--------------------------------------------------------
Sang Hee POV
Sekarang aku berdiri di salah satu toko di pusat perbelanjaan Apkujong.
Tanganku dipenuhi banyak baju yang telah dipilih oleh Young Bae.
Sambil menunggunya kembali dari kamar pas lebih baik kuputuskan untuk ikut melihat-lihat sebentar.

Sekelibat kenangan-kenangan itu muncul kembali di pikiranku.
Saat bersama dengan dirinya tepat di toko dan suasana yang sama.
Ingin menangis rasanya tapi lebih baik kubendung saja air mata ini daripada semuanya berubah menjadi masalah yang baru.
Sudah berkali-kali kuputuskan untuk mencoba melupakan semuanya,tetapi itu terlalu sulit.

“Hee-chan~a!” Young Bae menepuk pundakku.
“Ye?” aku membalik dengan wajah yang kubuat seceria mungkin karena aku tidak mau ia mengetahui tentang masalahku ini.
Lebih baik semua itu kukubur terlebih dahulu.
“Igeu? Joa?” Young Bae memakaikan sebuah topi rajutan di atas kepalaku.
Kulihat sekilas dan memang warna dan bentuknya lucu,tetapi apa maksudnya ia memakaikannya di kepalaku?
“Joa..waeyo? Kau mau membelikannya untukku?” sindirku.
Ia mengangguk pelan.
“Menggunakan apa? Kau bahkan tidak mempunyai uang, lalu bagaimana caranya kau membelinya?”
“Aku bisa saja bekerja,lalu uang pertama yang kudapat akan kupergunakan untuk membeli ini..bagaimana?”
Sudahlah...kau jangan bersikap sok manis,Young Bae.
Aku bahkan tidak tertarik sedikitpun denganmu.
“Terserah kau saja,toh itu uangmu..jadi terserah dirimu ingin dibelanjakan untuk apa..” balasku ketus.
End of Sang Hee POV

Young Bae POV
Lagi-lagi ia bersikap sok ketus terhadapku,padahal aku tulus ingin membelikan topi itu untuknya.
Terserah nantinya ia akan menerima itu semua atau tidak,tetapi setidaknya aku ingin membalas budi padanya.
Lagipula sudah sepatutnya aku harus kembali bekerja besok,aku sudah terlalu lama terkurung di dalam kesedihan ini dan sekarang akan kuputuskan untuk melupakan itu semua.

“Kha cha..” ajak Hee-chan setelah membayar belanjaan di kasir.
Ia melangkah duluan di depanku dan aku mecoba untuk mengikuti langkahnya dari belakang.
Kami pun memutuskan untuk kembali ke apartemen sekarang,tetapi langkahku terhenti di depan sebuah toko bunga.

Aku melihat bayangan wajah Young Hee di dalam toko bunga itu.
Ia sedang sibuk mengatur buket-buket bunga bersama dengan seorang pria.
Kupadangi wajahnya ia tidak banyak berubah itu.
Sejak hari pernikahannya,aku berusaha untuk menutup diri darinya,tetapi sekarang semuanya sudah terlambat.
Padangan kami bertemu.
Aku berusaha untuk mengarahkan pandanganku ke arah yang lain dan mengikuti kembali langkah Hee-chan.

“YOUNG BAE!”
DEG!
Suara itu bagaikan sebilah pisau yang menancap di hatiku.
Aku berusaha untuk tidak mengiraukan panggilannya itu,tetapi lain kata dengan tubuhku.
Saat itu juga tubuhku seakan membujur kaku.
Kakiku menolak untuk melangkah dengan mengikuti langkah Hee-chan yang kian menjauh.

“Young Bae~a,bagaimana kabarmu?” tanya Young Hee ramah.
“Ye? Baik-baik saja,dan kau? Bagaimana keadaanmu?”
Aku berusaha untuk menutupi perasaanku yang sebenarnya di depan dirinya.
“Baik...Oh yah,changkaman!”
Ia berlari menuju toko bunga lalu ia menarik tangan seorang pria untuk mengikuti langkahnya.
“Young Bae~a,kau belum berkenalan dengan suamiku kan?”
Aku tersenyum terpaksa.
Aku mengetahui namanya dan jelas saja aku pernah melihatnya.
“Annyeong...” ia hendak menjebat tanganku dan memperkenalkan namanya.
Namun,sebuah teriakkan dari kejauhan seolah menghentikan niatnya.

“CHAGIYA!”
Aku ikut menoleh ke arah teriakkan itu,tetapi aku pun terkejut saat mengetahui siapa yang meneriakkannya.
Hee-chan?!
Hee-chan langsung menggandeng tanganku dan tersenyum manis ke arah pria itu.

“Sang Hee~a..sudah lama tidak bertemu..” kata pria itu.
“Ye,Chang Min~a..oh yah..kenalkan ini,na ui namja chingu..Dong Young Bae..”
Aku makin terkejut saat Hee-chan berkata seperti itu.
Aku hendak memberontak dan memberitahu yang sebenarnya,tetapi Hee-chan mengerjapkan matanya ke arahku.
Aku tahu pasti ia memiliki maksud atas semua ini.
Akhirnya dengan terpaksa kuturuti maunya,tetapi aku masih penasaran atas hubungannya dengan pria bernama Chang Min itu?
Mengapa mereka bisa saling mengenal?

“Aku turut senang kau sudah menemukan orang yang baik seperti dirinya,”balas Chang Min.
“Oh yah...ini kukenalkan juga isteriku...Park Young Hee...”
Ekspresi Hee-chan langsung berubah.
Senyuman yang tadi dipancarkannya seolah redup seketika.
Ia menjabat tangan Young Hee dengan singkat tanpa mengucapkan kalimat apapun.

“Chagiya...ayo kita pulang,kita harus masak sekarang.”
Hee-chan kembali tersenyum dan menarik tanganku.
Senyumannya berubah.
Sekarang yang dapat kulihat hanyalah senyum miris yang terlukis di wajahnya.

“Chang Min,Young Hee...annyeong...kami balik dulu...” pamit Hee-chan sambil melambaikan tangannya.
End of Young Bae POV
----------------------------------------------------
Sang Hee POV

Apa yang tadi kulakukan?Mengapa aku mengakui Young Bae sebagai pacarku?
Apakah aku malu mengakui bahwa aku masih menginginkan dirinya untuk kembali?
Aku memang bodoh!

“Hee-chan~a!”
Young Bae berteriak kepadaku setelah kami memasuki apartemen.
Wajar kalau ia marah,tetapi aku tidak tahu harus menjelaskan apa atas perbuatanku barusan.
Terpaksa aku tidak menghiraukannya.
“YA!”
Young Bae menarik tanganku meminta penjelasan.

Kakiku seakan lemas,hatiku perih,dan perasaanku tercampur aduk.
Saat itu juga aku terduduk di lanta,namun salah satu lenganku masih ada dalam cengkraman Young Bae.
Aku menatap matanya lekat dengan mata berkaca-kaca.
Mengapa air mata ini sulit sekali kubendung?
Aku begitu memalukan! Selama ini aku berusaha untuk menyembunyikan kelemahan dan air mataku di depan semua laki-laki,tetapi mengapa hal ini tidak bisa terjadi saat aku di depan dirinya?
End of Sang Hee POV

Young Bae POV
Aku bingung dengan sikapnya yang tiba-tiba berubah sedrastis ini?
Tatapan matanya yang berkaca-kaca itu membuatku merasa bersalah.
Kulepaskan cengkramanku dari lengannya dan berjongkok di depannya.

“Hee-chan~a,mianhae...” ucapku pelan sambil mengusap-usap rambutnya.
Tangisan pecah dan semakin keras.
Ia refleks memelukku dan menangis sejadi-jadinya.
Aku terkaget,namun canggung membalas pelukkannya itu.
Aku tahu ia pasti ini semua ini pasti ada hubungannya dengan Chang Min.
Apakah ia matan pacarnya? Tetapi apa yang sebenarnya terjadi?
Apa ia sama sepertiku?

Lama-kelamaan tangisan Hee-chan terhenti.
Ia mengatur nafasnya dan mengangkat dagunya dari bahu kananku.
“Gomawoyo..” suaranya terdengar begetar.

Entah apa nafsu apa yang mendorongku,tetapi hatiku ingin sekali menghiburnya.
Mengisi kekosongan dan keputusan yang ada di hatinya itu.
Ingin sekali kusembuhkan semuanya.
Kudekatkan bibirku dan mecium pipinya lembut.
Meghapus air matanya,tetapi ia tetap diam dan tak bergeming.
Ciumanku terus turun dan mengenai bibirnya.
Bibir kami bertemu. Aku melumat bibirnya lembut dan ia membalas ciumanku.
Semuanya sudah terjadi dan seakan diriku tidak bisa menahan segalanya.
Aku terus menciuminya.
Bibirku menggapai lehernya.
Namun tiba-tiba ia mendorongku.
Ia diam lalu menatapku dengan dingin,seketika itu juga ia menamparku lalu berlari ke kamar.
End of Young Bae POV
-----------------------------------------------------

TBC~

Label:


Sabtu, 21 November 2009

Annyeong yorobun~
Deuh...saia dah lama ga ngepost di mari ye...
Mian..mian hoho....tapi ene gara'' saia lagi males ngetik...*digeplak*
Namun en akan tetapi...semangat saia udah balik lagi kok hoho....
Kali ene saia bawa fan fic baru lagi hoho..en ene chaptered lho....*jingkrak'' geje* tapi mungkin ga lebih dari 10 chapter lah...saia juga sebagai author bisa dibilang ga tau sampe chapter berapa *emang geje*
Ya udah dah..daripada saia semakin ga jelas ene..mending langsung aja baca deh fic nye..
Oh yah,saran saia sebelum baca nonton dulu MVnya si akang Young Bae yang Wedding Dress soal fic ene tuh kae cerita lanjutan dari MV ntuh lah....
Biar dapet gitu feel-nya...*beuh,dilempar sendal se-RT*

Oke...komen jangan lupa ye...aye tunggu loh...
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Love U Without a Reason

Author: Ching-Ching
Main Cast: Dong Young Bae a.k.a Tae Yang Big Bang and Han Sang Hee
Other Cast: Park Young Hee, Ahjussi, others
Rate: PG+13-Straight


Chapter 1 : “First Impression”

Young Bae POV
Kesentuh tuts hitam-putih di depanku.
Seketika itu juga buku-buku jariku membeku tegang.
Namun,semua ini tidak bisa dicegah karena semuanya harus segera berlangsung.

Kutatap kertas-kertas partitur di depanku kemudian dengan perlahan kutekan tuts-tuts piano itu.
Gerbang gereja terbuka.
Pengantin wanita pun berjalan perlahan ke hadapan pengantin pria yang sudah menunggu di altar.
Semua tamu berdiri dan memandang ke arahnya dengan tatapan bahagia.
Semua bayang-bayang itu hanya bisa dapat kuresapi dengan rasa tangis.
Haru,sedih,sekaligus bahagia bercampur dan bergejolak di hatiku.

Aku terpaku dengan Young Hee yang berbalut gaun pengantin itu.
Ia tersenyum ke arahku.
Wajahnya berbeda dari biasanya,ia terlihat sangat cantik hari ini.
Aku ikut bahagia atas semua itu.
Namun,saat kuingat-ingat apa yang telah terjadi,semuanya itu begitu pahit.
Karena sekarang aku hanya dapat menyesal,namun semua penyesalan itu hanya sia-sia saja.
Young Hee yang sekarang berbeda dengan yang dulu.
Ia sudah tidak sebebas yang dulu karena sekarang ia sudah menjadi milik orang lain dan hubungan kami hanya sekedar sahabat.

Young Hee tersenyum begitu bahagia saat bersama dengannya dan aku tidak mau merusak semua kebahagiaannya itu.
Aku hanya bisa menatap nanar cincin yang sekarang ada di saku celanaku lalu membuangnya ke lantai.
Padahal tak pernah sedetik pun aku tidak membawanya.
Aku bersusah payah untuk membelinya namun sekarang itu sudah tidak berarti lagi bagiku.
Semuanya itu sudah tidak bernilai lagi.

Saat itu juga aku merasa diriku sudah tidak bisa menahan perasaan cemburu lagi.
Kubalikan badanku dan berusaha untuk melarikan diri dari perasaan itu.
Tetapi bagaimana caranya?
Otakku terasa buntu.
End of Young Bae POV
------------------------------------------------------------
Sang Hee POV
Seperti biasanya,aku menyusuri jalan yang sama ke arah apartemenku dan seperti biasanya,suasana sepi dan dingin langsung menyelimutiku.
Sudah seminggu ini kepalaku serasa mau pecah.
Entah apa penyebabnya,mengapa akhir-akhir ini aku mulai merasakan depresi?
Apa karena pria brengsek itu?
Sudahlah! Aku tidak mau memikirkan orang itu lagi.
Aku tidak mau menangis di depan orang seperti dia.
Bagiku itu adalah hal bodoh karena itu sama saja mempermalukan harga diriku.
Gajiku jelas lebih tinggi dibandingkan gajinya,sedangkan jabatanku juga lebih tinggi daripada dirinya yang hanya seorang penjual bunga di pinggiran kota Seoul.
Namun,mengapa aku malah tidak rela jika pada kenyataannya ia telah mencampakkan diriku begitu saja?
Aku rasa itulah yang menjadi alasan mengapa aku begitu membenci laki-laki.

Akhirnya aku tiba di depan apartemenku.
Aku hendak melangkah masuk ke dalam,namun tiba-tiba kulihat sesosok laki-laki tergeletak di pinggir jalan.
Kudekati tubuhnya dengan hati yang penasaran.
Keadaannya begitu mengenaskan dan ia tidak sadarkan diri lagi.
Wajahku langsung berubah menjadi panik dan dengan segera aku mengambil handphone di tasku.
Dengan jari-jari yang gemetar ketakutan kutekan nomor telepon kantor polisi terdekat,tetapi belum saja aku menyelesaikan mengetik nomornya,hatiku langsung di penuhi banyak pertanyaan.
Bagaimana jika saat aku melaporkannya,aku malah dituduh yang aneh-aneh?
Bagaimana jika aku malah ikut terlibat dengan masalahnya?
Memikirkan itu semua nyaliku untuk menelepon langsung menciut.
Lebih baik kuputuskan untuk meminta bantuan ke sekeliling,namun tidak ada yang mendengarku.
Teriakanku bukannya dibalas dengan bantuan,tetapi malah dibalas dengan air hujan.

Aku kembali memalingkan wajah ke arah laki-laki yang setengah sadar itu.
Tubuhnya mengigil kedinginan karena angin malam dan guyuran air hujan.
Aku menjadi bertambah bingung dan panik,tetapi aku merasa iba terhadap keadaannya.

‘Sudahlah,benar-benar tidak ada pilihan lain.’
Cuma kata-kata itulah yang dapat kuserukan di dalam hati dan akhirnya aku memapah laki-laki yang setengah sadar itu ke dalam apartemen.

Kubuka pintu apartemenku dengan cepat lalu memapahnya ke arah sofa dan membaringkannya di sana.
Kemudian aku berjalan ke arah pintu sambil mengatur nafasku yang terengah-engah ini.
Aku tidak menyangka bahwa pria ini begitu berat dan menyusahkan,tetapi ini memang yang seharusnya kutanggung jika mau menolong orang.

Setelah meletakan semua bawaanku,aku berlutut di depan sofa.
Memperhatikan laki-laki tidak dikenal itu.
Ia terus saja mengigil kedinginan.
Aku beranjak ke arah kamar lalu mengambil termometer dan memasukan ke mulutnya.
Sambil menunggu aku memutuskan untuk memasakkan bubur untuknya.

Bunyi termometer membangunkan lamunanku.
Aku langsung beranjak ke sofa dan melihat termometer itu.
38,7oC
Ternyata demamnya tinggi sekali.
Setelah menyadari hal itu tanpa basa-basi lagi langsung kuambil baskom berisi air dan handuk dari dapur lalu meletakkan handuk basah itu di atas dahinya.
Kuperhatikan kembali luka-luka dan darah yang mengotori kemeja putihnya.
Sebenarnya apa yang telah terjadi dengannya?
Apakah ia sudah diserang para preman?
Tetapi dapat kucium aroma alkohol di kemejanya.
Apa mungkin sebelumnya ia mabuk? Tetapi apa alasannya?
Sebaiknya aku tidak perlu memikirkan itu semua,karena itu jelas bukan urusanku,tetapi aku hanya bisa berharap agar ia cepat sembuh.
End of Sang Hee POV
------------------------------------------------------------
Young Bae POV
Cahaya matahari menyilaukan mataku dan saat itu juga kusadari bahwa hari sudah pagi.
Aku bangun dengan keadaan bingung.
Kurasakan sakit di kepalaku lalu kucoba untuk melihat kesekeliling.
Aku merasa asing dengan tempat ini.
Sebenarnya di mana aku?
Semuanya sunyi dan sepertinya aku hanya sendirian di sini.
Lalu mengapa aku masih mengenakan baju yang kemarin kugunakan untuk menghadiri pernikahan Young Hee?
Tanganku juga diperban.
Sebenarnya apa yang terjadi kemarin?
Yang kuingat hanyalah pergi ke bar,lalu semuanya menjadi cerita yang terpotong-potong dan tidak jelas di pikiranku.
Akan tetapi,setidaknya aku selamat karena ada orang baik yang mau menolongku.

Aku mencoba untuk berkeliling di apartemen yang tidak terlalu besar ini.
Siapa tahu dengan begitu aku dapat mengetahui orang yang menolongku tadi malam.
Tetapi,aku berkeliling aku malah menemukan notes kecil di atas meja makan.

Aku sudah menyediakan makanan.
Setelah itu kau boleh pergi karena aku sudah membawa kunci sendiri.

Rupanya ia sedang keluar dan kutebak dari kata-katanya kemungkinan besar di itu perempuan.
Karena yang kutemukan sejak tadi hanyalah foto-foto anak permpuan,tetapi mengapa ia tidak memajang fotonya yang sekarang?
Sudahlah,lagipula itu bukan urusanku.

“Mashita...”
Hanya satu kata yang dapat meluncur keluar dari mulutku saat selesai menyantap makanan yang disiapkannya itu.
Hal itu semakin meyakinkanku bahwa orang yang menolongku itu seorang wanita.
End of Young Bae POV
-------------------------------------------------------
Sang Hee POV
Tidak perlu dijelaskan lagi.
Seperti hari-hari sebelumnya,hari ini kepalaku kembali berdenyut.
Kulangkahkan kakiku dengan cepat ke arah apartemen.
Rasanya aku ingin sekali membaringkan kepala ini di atas tempat tidur.
Tetapi,entah mengapa aku malah memikirkan tentang laki-laki itu.
Otakku benar-benar sudah mulai kacau.

Kulangkahkan kaki dengan gontai menuju apartemen.
Kemudian ku keluarkan kunci pintu dari tas dan memasukkannya ke lubang pintu,tetapi belum saja aku memutar kenopnya,sebuah suara mengehentikan tanganku.
Mengapa ada suara piano yang berdenting dari dalam?
Aku memang memiliki piano,tetapi aku sudah lama tidak menyentuh piano itu karena hal itu selalu saja mengingatkanku pada Omma.
Rasa penasaranku semakin bertambah.
Oleh karena itu kudorong pintu dengan kencang dan segera mencari asal suara piano itu.

Aku menemukannya dan aku begitu terkejut saat tahu siapa yang memainkannya.
“Ya!” teriakku.
Laki-laki itu segera menghentikan permainan pianonya dan berbalik ke arahku.
Ia tersenyum ramah.
“Gamsahamnida karena telah menolongku!”
Ia membungkuk di sebelah piano.
“Ye,cheonmanyeo...” aku menjawab dengan nada malu-malu sambil membalas membungkuk.
“Kau sudah sembuh?” tanyaku lagi.
“Ye...gamsahamnida,kalau tidak ada pertolonganmu,pasti saja aku tidak selamat.”
“Ani...aku hanya kasihan pada dirimu saja...oh yah,di mana rumahmu?”
Semoga saja ia memiliki rumah karena ia sudah begitu merepotkanku kemarin.
Akan tetapi,tebakkanku salah.
Ia menggeleng lemah dengan wajah memohonnya.
“Wae?” nada bicaraku langsung kuubah menjadi ketus seperti biasanya.
“Chogiyo…bisakah aku tinggal di rumahmu?”
Mworago?! Apa yang dia katakan?!
Apa dia tidak tahu diri?! Kemarin saja ia sudah benar-benar merepotkanku,tetapi sekarang ia malah bertanya hal itu.
“Andwe,memang kau pikir apartemenku apa?! Tempat penampungan untuk tuna wisma?!”
“Ani…aku tidak bermaksud merepotkanmu,tapi hanya saja bisakah kau menerimaku di sini? Aku bisa bekerja sebagai pembantumu atau apapun…yang penting aku bisa mendapatkan tempat tinggal.”
Kali ini ucapannya semakin melantur.
Aku bahkan tidak membutuhkan seorang pegawai,pembantu,atau apapun.
Yang kuinginkan adalah ketenangan.

“YA! Aku tidak membutuhkan membantu,atau apapun lah! Jadi sebaiknya kau angkat kaki saja dari sini!” Aku mendorongnya ke arah pintu.
“Sudahlah cepat kau tinggalkan apartemenku ini!”
Aku membuka pintu dan mendorongnya keluar,tetapi saat aku hendak menutup pintu,ia malah menahan pintu itu dengan lengannya.
“Changkaman! Jebal...apa kau tidak takut tinggal di apartemen ini sendirian? Kau butuh orang yang menjagamu kan?”
Aku tidak peduli dengan kata-kata anehnya itu.
Aku terus mendorong lengannya agar terlepas dari pintu,tetapi tiba-tiba aku mendengar suara langkah kaki.
Omo! Jangan-jangan itu ahjussi!
Ahjussi itu adalah orang yang menjaga apartemen ini dan hobinya hanyalah perprasangka buruk terhadap orang lain.
Bagaimana jika ia melihat laki-laki ini?! Bisa-bisa ia akan mengusirku dari sini!
Lagi-lagi aku tidak memiliki pilihan lagi.
Akhirnya kutarik lengannya agar kembali masuk.
Akan tetapi,keseimbangannya hilang dan ia jatuh ke arahku.

BRAK!
Ia menimpaku.
Tetapi bukannya cepat bangkit dan membantuku,ia malah tidak melakukan apa-apa.
End of Sang Hee POV

Young Bae POV
BRAK!
Aku jatuh menimpa dirinya,tetapi entah mengapa mengapa diriku seperti membeku.
Aku hanya diam menatap matanya.
”YA!” tiba-tiba ia berteriak.
Aku pun terkaget lalu segera bangkit dan membantunya untuk berdiri.

“Ya! Apa yang kau lakukan tadi?” ia terlihat marah,tapi itu memang salahku.
“Ani...aku hanya....oh yah,jadi kau mau menerimaku kan?” aku berusaha untuk menganti topik dan bertanya tentang hal tinggal di apartemennya ini.
Kali ini wajahnya terlihat berpikir,tetapi akhirnya ia menjawab juga.
“Geurae,tetapi ada hal-hal yang harus kau patuhi untuk tinggal di sini! Araseo?!”
“Ara,tetapi memang peraturan apa itu?” tanyaku bingung.

Ternyata wanita ini memang bukan wanita gampangan.
Untuk tinggal di apartemennya saja ada sejuta peraturan yang harus kupatuhi.
Ia mulai mengajakku berkeliling dan menjelaskan semuanya padaku.
Mulai dari dapur sampai kamar mandi,tetapi yang lebih menyedihkannya lagi adalah tempat tidurku.
Ia tidak mengizinkanku untuk tidur di kamar,melainkan aku hanya diizinkan untuk tidur di mesanin apartemennya dan untuk mencapai ke sana,aku harus menaiki tangga terlebih dahulu.
Benar-benar menyusahkan!
Akan tetapi,setidaknya itu lebih baik daripada aku terus mengingat-ingat tentang Young Hee kembali.

Sebenarnya aku memiliki rumah dan aku bukan orang miskin yang luntang-lantung di jalan.
Aku bahkan memiliki pekerjaan,tetapi sebaiknya sekarang aku merahasiakan itu semua dulu.
Sekarang yang kumau hanyalah menyikir sementara dari rumah itu.
Rumah itu sama saja mengingatkanku pada Young Hee,tetapi sekarang kusadari bahwa aku harus tegar dan terus melanjutkan hidup ini tanpa dirinya di sisiku.

“Ya! Siapa namamu?”
Wanita galak di depanku ini kembali membuyarkan lamunanku.
“Ye?”
“Namamu?...Nugu?”
“Naneun Dong Young Bae imnida...”
Aku mencoba untuk berlaku sesopan mungkin sekalipun ia tidak akan membalas berlaku seperti itu terhadapku.
“Kalau kau?” tanyaku penasaran.
“Han Sang Hee imnida,tetapi sebaiknya kau memanggilku Sang Hee-sshi,karena aku biasa dipanggil seperti itu,” jawabnya ketus.
“Wae? Mengapa aku harus memanggilku seperti itu? Lebih baik aku memanggilmu dengan panggilan khusus,boleh kan?”
“Buat apa? Lagipula aku baru mengenal dirimu dan kau jelas lebih muda dariku,jadi sudah sepatutnya kau menghormatiku.”
“Tapi,kita akan tinggal bersama mulai dari sekarang,jadi..lebih baik kau kupanggil Hee-chan,bagaimana? Lucu kan?”
“Apa yang lucu?! Terserah kau sajalah! Aku malas berdebat denganmu!”

Hahaha..Nommu kyopta
Aku puas,melihat wajahnya yang cemberut itu.
Begitu mengemaskan.
Ia memang galak,tetapi aku tahu bahwa ia sebenarnya orang yang baik.
Kemarin saja saat aku terluka,ia rela bersusah payah untuk menolongku.
Aku yakin sifatnya yang begitu bukanlah sifat aslinya,dari wajahnya bisa kulihat bahwa ia kesepian dan menyimpan kesedihan.
End of Young Bae POV
-----------------------------------------------------------------
Sang Hee POV
Krrriiinnnggg....
Jam beker di atas meja nakasku berbunyi.
Kucoba untuk merenggangkan otot-otot pergelangan dan punggungku.
Rasanya aku begitu malas untuk bangun pagi ini,tetapi apa boleh buat.
Aku harus masuk kerja hari ini,jika tidak jabatanku akan turun seketika ini juga dan kemudian orang-orang akan memandang rendah diriku.
ANDWE!
Ini semua tidak boleh terjadi!

Kupaksa tubuhku yang terasa berat ini untuk bangun dari tempat tidur.
Bangkit dan melangkahkan kakiku ke arah pintu.
Namun,saat aku hendak berjalan keluar,aroma harum masakan sudah menyerbak masuk melalui celah pintu.
Mwo? Memang siapa yang memasak? Apa jangan-jangan Young Bae...?

Ting Tong...Ting Tong....
Tiba-tiba bel apartemen berbunyi.
Nuguseo?
Hari ini benar-benar kebetulan,biasanya jarang sekali ada yang datang ke apartemenku pagi-pagi seperti ini.
Apa jangan-jangan itu Ahjussi?!
Bisa gawat jika Young Bae yang membukakan pintu untuknya.
Ia pasti akan mengusirku jika ia melihat ada laki-laki yang tidak kenal muncul di sini.

Ottoke?! Apa yang harus kulakukan?!
Lebih baik kucoba untuk mengintip melalui pintu .
Akirnya kuputuskan untuk membuka sedikit celah di pintu kamar lalu kukeluarkan kepalaku agar bisa melihat keluar.
OMO! Apa yang baru kulihat itu pasti tidak nyata kan?!
Kulihat Young Bae bertelanjang dada dan hendak membukakan pintu.
AISH...OTTOKE? SUDAHLAH...TAMAT SUDAH RIWAYATKU!
Aku hanya bisa memejamkan kedua mataku sambil menunggu pengusiran dari Ahjussi.
End of Sang Hee POV
-----------------------------------------------------

Label: