<xmp> <body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d7457634820015561536\x26blogName\x3dBehind+the+Scene+of+My+Life\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://chingzz-daily.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://chingzz-daily.blogspot.com/\x26vt\x3d-3169458302945196764', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> </xmp>
Welcome

I've already left this blog but I will be happy if you still take a look on my old fan fiction :D

The Princess
Add your profile goes here.
Hi and Hello!
Let me introduce my name then~ Ching Ching is speakin' here! Scream out loud and be ready for the rockin' blog YEAH! This is the second blog I got here, the first is on LiveJournal, and I used that as my fan fiction park ♥♥ I'm Chinese who live in country named Indonesia, so I usually speak in Bahasa. I love lurking around at SOOMPI, check the request thread and help them all that had a problem about NG and GASOO poster. And by the way, I had a Tumblr. I use that page as my poster and banner gallery. So please welcome then~ I'll be glad to know that someone has visited it. I would to tell about my emptiness, problems and experiences on here.. So, just shut up and listen then! *LMFAO*.

Links
Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here

Archives
September 2009
Oktober 2009
November 2009

Layout ©

ME. kynzgerl
CODES. manikka
BRUSHES. 1 2
IMAGES. 1 2
The 2 paper heart: moargh.de
SOURCE. BLOGGER BLOGSKINS IMAGESHACK
Sabtu, 17 Oktober 2009

Gw balik lagi...haha...membawa chapter 10-12 dari You're the Key of My Secret...
Ini buat gw post khusus temen'' gw yang pada penasaran ntuh...
Apalagi buat temen gw yang maksa gw tiap hari buat ngepost lagi lanjutannya haha...
Ya udah dari pada gw banyak ngomong en ditumpuk orang gara'' ga jelas jadi mending...cekidot aje dah...
Tapi jangan lupa komen ye...aye tunggu loch...

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Characters in this Chapter :
-Kim Min Young : murid yang baru naik kelas ke SMA yang hobinya dengerin musik
- Seung Hyun (TOP) : anak “beradalan”,kakak kelas Min Young,personil dari Big Bang
-Seung Ri (Victory) : temen sekelas sama Min Young yang juga personil Big Bang termuda
-Min Hee Sung : tetangga baru Seung Hyun yang ditaksir Seung Ri
-Cho Kyu Hyun : mantan pacar Min Hee Sung
-Choi Dong Wook : pacar Min Young semasa SMP yang masih memegang janjinya


Chapter 10

Hee Sung dengan panik menghubungi Seung Hyun dengan handphonenya.
Nada sambung sudah lama terdengar di telinganya namun suara yang ditunggunya masih belum terdengar.
“Seung Hyun! Kau ke mana sih?” protesnya sendiri.
“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” tanyanya sambil mondar-mandir di depan kamar Seung Ri dirawat.
Keadaan Seung Ri sudah semakin sekarat,jantungnya sudah tidak berdenyut tetapi dokter sedang berusaha untuk memancingnya kembali.
Hee Sung yang tidak tahu harus menghubungi siapa lagi akhirnya menghubungi Young Bae dan member Big Bang lainnya.
Teleponnya memang diangkat,namun mereka memberi tahu bahwa mereka akan datang agak lama karena mereka terjebak macet di jalan.
------------------------------------------
Di saat yang sama Seung Hyun tidak mengetahui bahwa handphone di tasnya berbunyi.
Seung Hyun masih terkapar di lantai,keadaannya setengah sadar.
“Oppa! Oppa! Gwenchana?” tanya Min Young yang masih duduk di sebelah Seung Hyun.
Seung Hyun tidak menjawab pertanyaannya itu,matanya masih terpejam.
“Oppa!” teriak Min Young yang panik sambil mengoncang-goncang badan Seung Hyun.
Mata Min Young sudah basah karena air mata.
“Oppa! Irona!” teriak Min Young yang semakin panik.
Tangisannya semakin keras dan histeris.
Ia tidak memperhatikan Seung Hyun lagi,namun tiba-tiba Seung Hyun membuka mata dan menghapus air mata di pipi Min Young dengan tangannya.
Min Young tersontak kaget.
“Oppa! Gwenchana?” tanya Min Young yang kaget sekaligus bahagia.
“Gwenchana,” balas Seung Hyun sambil tertawa.
“Kau lucu sekali...hahaha....mengapa menangis?” lanjutnya sambil tertawa semakin keras.
Min Young bukannya berhenti menangis namun ia menangis semakin keras.
Seung Hyun yang bingung otomatis memeluknya.
“Sudah berhentilah menangis,aku kan sudah bangun...kenapa malah menangis semakin keras?” tanya Seung Hyun sambil berusaha menenangkan Min Young.
“Oppa,jinja....keterlaluan sekali,” Min Young memukul badan Seung Hyun.
“Mian,mian...jeongmal mianhe....aku janji tidak akan melakukannya lagi,” janji Seung Hyun sambil tersenyum.
“Baiklah,ayo berdiri...kita ke UKS saja,siapa tahu belum dikunci,” ajak Seung Hyun sambil mengulurkan tangannya ke arah Min Young yang masih belum bangkit dari tempatnya.
Min Young menarik tangan Seung Hyun dan berusaha untuk bangkit tetapi tidak bisa.
“Ya sudah,mari kugendong,” Seung Hyun menggendong Min Young menuju UKS.
--------------------------------------
Min Young POV
Bercandanya barusan benar-benar keterlaluan!
Bagaimana kalau dia benar-benar tidak sadarkan diri?
Untungnya hal itu tidak terjadi.
Aku tidak dapat membayangkannya apabila itu benar-benar terjadi.
Tetapi,aku benar-benar senang bisa melindunginya tadi,walaupun aku sekarang tidak bisa berjalan namun di gendongannya ini aku merasa aman.
Andaikan aku bisa merasakan perasaan ini setiap hari.
--------------------------------------
“Joesong-hamnida,kami sudah berusaha semampu kami untuk menyelamatkannya,nam....”
Perkataan dokter tiba-tiba terpotong oleh kata-kata Hee Sung yang semakin panik.
“Bohong!” Hee Sung berteriak dan menerobos masuk ke ruang inap Seung Ri.
“Seung Ri! Pali irona! Irona!” teriak Hee Sung yang histeris sambil mengoncang-goncangkan tubuh Seung Ri yang sudah terbaring tak bernyawa itu.
“Tenang,ahgeussi...relakan saja kepergiannya,” suster mencoba untuk menenangkan Hee Sung.
Namun,tetap saja Hee Sung menangis lebih keras lagi.
Ia menyesal atas apa yang telah ia lakukan selama ini kepada Seung Ri.
--------------------------------------
Seung Ri POV
Aku memandang ke sekelilingku.
Keadaannya sangat ramai dan berisik,namun...
Semua orang mengenakan baju berwarna putih dan mengantri untuk naik ke sebuah kapal.
Aku melihat diriku sendiri,aku juga mengenakan baju putih lalu bertanya dalam hati,’apakah aku harus mengantri juga? Sebenarnya ke manakah kapal itu akan membawaku?’
Tiba-tiba seorang ahjussi yang tidak kukenal menarik tanganku dan berkata,”kau jangan bingung...mengantrilah dengan rapi.”
Aku yang tidak tahu harus melakukan apa akhirnya menuruti perintah itu,namun aku masih juga bingung dengan tujuan dari kapal yang akan aku tumpangi nantinya.
“Memang kapal ini aku membawaku ke mana?” tanyaku sambil menunjuk salah satu kapal.
“Kapal itu akan membawamu ke tempat yang indah dan kau akan merasakan kebahagiaan selamanya,” jawab ahjussi itu.
Aku hanya termanggut-manggut dengan jawabannya itu.
Aku mengingat-ingat kejadian kemarin saat Hee Sung menolakku dan memilih laki-laki yang bernama Kyu Hyun itu.
Rasanya sakit dan perih.
Mungkin dengan aku pergi ke tempat tujuan kapal itu,aku akan bisa melupakannya dan merasakan kebahagiaan kembali.

Orang yang ingin naik kapal itu semakin banyak,walaupun begitu aku tetap mengantrinya dengan sabar.
Setelah lama mengantri akhirnya aku dapat naik ke atas kapal.
Aku melihat keramaian di atas kapal itu,namun tiba-tiba aku melihat sesuatu yang berbeda di antara warna putih itu.
Ada seorang gadis yang mengenakan baju berwarna merah cerah dan berteriak-teriak memanggil namaku.
Aku penasaran melihat gadis itu,lalu aku memperhatikannya agar dapat melihat wajahnya.
Aku kaget saat mengetahui bahwa gadis itu adalah Hee Sung,aku segera berlari menuruni tangga kapal dan mendekatinya.
“Noona! Buat apa kau datang ke sini?” tanyaku.
“Jangan panggil aku Noona lagi,panggil aku Hee Sung,” jawabnya.
Aku bingung dengan jawabannya itu,ia sama sekali tidak menjawab pertanyaanku.
Aku ingin bertanya lagi namun ia sudah memelukku duluan.
“Ya! Seung Ri! Mengapa kau meninggalkan aku?” tanyanya.
Aku tidak bisa menjawab pertanyaannya itu,hatiku terlalu sakit untuk melihat dirinya bersama laki-laki itu.
“Jangan tinggalkan aku! Aku masih membutuhkanmu! Jangan pergi!” teriaknya sambil menangis di pelukkanku.
Aku bingung harus menjawab apa,akhirnya aku hanya dapat mengelus-ngelus rambutnya itu.
“Baiklah,aku tidak akan pergi,tapi kau jangan menangis,” pancingku.
“Saranghae,Seung Ri,” Hee Sung melepaskan pelukkannya.
-----------------------------------------------
Hee Sung tidak henti-hentinya menangis di sebelah tempat tidur Seung Ri.
Namun,tiba-tiba ada suara yang muncul dan mengejutkan semua orang.
Tut...Tut....Tut....Tut....
Suara alat pencatat detak jantung Seung Ri kembali berbunyi.
Hee Sung dan dokter di ruangan itu diam seribu kata melihat apa yang telah terjadi.
“Sillyehamnida,saya perlu mengadakan pengecekan sekali lagi terhadap pasien,” kata dokter.
Hee Sung akhirnya keluar kamar dan merasa lega terhadap apa yang telah terjadi barusan.
Handphonenya kembali berbunyi dan ia segera mengangkatnya.
“Yeoboseyo?”
“Hee Sung,ada apa tadi menelepon? Bagaimana dengan Seung Ri? Mian,barusan aku tidak mengangkat telepon darimu,” Seung Hyun meminta maaf.
“Ya! Seung Hyun,barusan terjadi hal yang menakutkan,tiba-tiba detak jantung Seung Ri berhenti berdetak,tetapi sekarang ia sudah kembali lagi,” kata Hee Sung lemah.
“Bagaimana itu bisa terjadi? Baiklah aku akan ke sana sekarang bersama Min Young,” lanjut Seung Hyun panik dengan apa yang barusan ia dengar.
“Oh yah,kemarin aku sudah menelepon Ommanya Seung Ri dan ia berkata akan datang hari ini,” lanjut Seung Hyun yang kemudian menyudahi pembicaraannya.
----------------------------------------------
Hee Sung POV
Orang tuanya akan datang?
Apa yang harus aku katakan kepada mereka dan mungkin aku tidak akan dimaafkan oleh mereka?
Apakah aku harus berkata jujur dengan apa yang sebenarnya terjadi?
----------------------------------------------
“Ayo,kita ke rumah sakit sekarang...Seung Ri dalam situasi kritis,” ajak Seung Hyun.
“Araso,ayo kita pergi tetapi jangan berjalan terlalu cepat karena aku belum bisa berjalan dengan normal,” Min Young berusaha untuk bangkit dari tempat duduknya.
“Sudahlah,kau kugendong lagi saja,bagaimana? Kita harus segera sampai di sana,” kata Seung Hyun sambil bersiap-siap untuk mengendong Min Young.
“Tidak perlu Oppa,aku bisa berjalan sendiri,” protes Min Young.
“Baiklah,tidak ada pilihan lain,” Seung Hyun segera menggendong Min Young.
“Ya! Oppa! Turunkan aku!” teriak Min Young yang meronta-ronta.
Seung Hyun tidak menghiraukan teriakkan Min Young.
Akhirnya Min Young menyerah dan berkata,”baiklah Oppa,aku mau digendong tapi jangan dengan cara yang ini.”
Seung Hyun menurunkan Min Young.
“Baiklah,aku gendong kau di belakang saja,” kata Seung Hyun.
Min Young yang mendengar itu langsung tersenyum.
----------------------------------------------
“Noona,bagaimana keadaan Seung Ri?” kata Young Bae yang baru saja tiba di rumah sakit.
“Sekarang keadaannya sudah mulai membaik dan tinggal menunggu dia siuman saja,” Hee Sung memberi penjelasan.
“Jadi sekarang kita boleh menjenguk Seung Ri?” tanya Ji Yong.
“Boleh,ayo masuk,” Hee Sung membukakan pintu.
---------------------------------------------
Saat Young Bae dan member lainnya menjenguk Seung Ri,Hee Sung berjaga di luar untuk menunggu kedatangan Seung Hyun.
“Mereka lama sekali,ke mana saja mereka?” gumam Hee Sung.
Terlihat dari kejauhan ada orang yang datang,namun orang itu bukan Seung Hyun dan Min Young.
Ia mendekat dan bertanya kepada Hee Sung,”apakah ini benar kamar pasien yang bernama Seung Ri?”
“De,ini memang kamarnya...kalau boleh tahu Anda ini siapa?” tanya Hee Sung.
“Saya ini Ommanya,jeoneun Lee Young Na imnida,” Omma Seung Ri memperkenalkan diri.
“Oh,baiklah mari masuk Ahjumma,” kata Hee Sung.
----------------------------------------------
Kedatangan Omma Seung Ri sangat disambut oleh member semua Big Bang.
Bagi Omma Seung Ri mereka ini sudah merupakan anak-anak sendiri.
Namun dengan Hee Sung,jantungnya berdetak semakin cepat.
Ia merasa bersalah sekali dengan Omma Seung Ri,ia merasa ia yang membuat Seung Ri terbaring lemah di rumah sakit seperti ini.
“Oh yah,tadi kita belum sempat berkenalan,” kata Omma Seung Ri.
“Oh,jeoneun Min Hee Sung imnida,” jawab Hee Sung dengan perlahan.
“Jadi kau yang bernama Hee Sung,mengapa kau datang ke sini?” tanya Omma.
Hee Sung bingung apa yang harus dia katakan.
Ia hanya dapat berkata,”mianhe,jeongmal mianhe,saya memang yang membuat Seung Ri terbaring sekarat.”
Semua yang ada di kamar itu terkejut dengan apa yang dikatakan Omma Seung Ri kepada Hee Sung.
Semua hanya diam dan tidak berani berkomentar.
“Sekarang kau keluar! Kau tidak pantas berada di tempat ini!” teriaknya sambil menunjuk ke arah pintu.
Hee Sung yang tidak sadar sudah menangis cepat-cepat keluar dari ruangan itu.
-----------------------------------------
Hee Sung POV
Tidak salah jika Ahjumma bersikap seperti itu kepadaku.
Aku memang yang salah,aku memang tidak pantas menemani Seung Ri.
Aku yang membuatnya merasakan sakit,bukan hanya di tubuhnya namun di hatinya juga.
-----------------------------------------
Hee Sung berjalan lunglai tanpa arah dan tujuan.
Tiba-tiba ada yang memanggil namanya.
“Hee Sung! Hee Sung! Changkaman!”
Ternyata orang yang memanggilnya itu adalah Kyu Hyun.
“Buat apa kau mencariku?” tanya Hee Sung.
“Aku hanya berjalan-jalan di sekitar sini dan tidak sengaja melihatmu,maka aku menyapamu,” jawab Kyu Hyun santai.
Hee Sung tidak menanggapi alasan Kyu Hyun itu karena ia sekarang sedang tidak ingin melihat wajahnya lagi.
“Oh yah,mana pacarmu yang bernama Seung Ri itu? Bukannya ia bilang akan selalu bersamamu?” sindir Kyu Hyun.
“Sudahlah,itu bukan urusanmu! Urus saja isterimu sendiri! Jangan ikuta campur masalahku!” bentak Hee Sung.
“Kau masih marah denganku? Kalau begitu mianhe,tapi aku benar-benar ingin tahu kabar pacarmu itu,” jawab Kyu Hyun.
“Dia bukan pacarku,” bantah Hee Sung dengan wajah yang murung.
“Baiklah,dongsengmu kalau begitu? Benar tidak?” tanya Kyu Hyun memastikan.
“Terserah mau menganggap dia apa,” jawab Hee Sung singkat dan berniat untuk pergi.
Namun Kyu Hyun menarik tangannya dan menahannya untuk pergi.
“Ya! Lepaskan aku! Aku mau pergi sekarang!” teriak Hee Sung.
“Jangan terburu-buru,aku masih ingin mengobrol denganmu boleh kan?” tanya Kyu Hyun.
Akhirnya Hee Sung menurut dan mengangguk.
Mereka berdua duduk di bangku taman yang ada di sekitar jalanan itu.
Bersama Kyu Hyun memang Hee Sung merasa tidak kesepian dan rasanya seperti kembali ke masa-masa dulu saat mereka masih bersama,namun bedanya sekarang Kyu Hyun bukan miliknya lagi,ia sudah dimiliki orang lain.
“Ya! Kenapa bengong?” tanya Kyu Hyun sambil mengagetkan Hee Sung.
“Gwenchana? Kau sepertinya memiliki masalah,” lanjut Kyu Hyun.
“Oh yah,dari tadi aku yang bercerita dan sekarang ini giliranmu bercerita,kau boleh bercerita tentang pacarmu itu,aku benar-benar penasaran dengan hubungan kalian,” Kyu Hyun membuka topik baru untuk Hee Sung.
“Sudah kubilang dia itu bukan pacarku,namanya Seung Ri dan ia…” belum sempat ia melanjutkan kata-katanya,Hee Sung sudah tidak dapat menahan air matanya untuk keluar.
Sudah berpuluh-puluh kali mungkin ia meneteskan air matanya untuk Seung Ri hari ini.
“Benar kan kau memiliki memiliki masalah?” Kyu Hyun mencoba menenangkan Hee Sung.
“Aku dan dia memang tidak berpacaran….tetapi ia mencintaiku,namun aku tidak mencintainya,dan hari itu…” kata-kata Hee Sung terputus dengan tangisannya yang semakin keras.
“Hari itu ia rela menyerahkan nyawanya demi menolongku,” Hee Sung melanjutkan kata-katanya dengan sesegukkan.
“Sudahlah,namun seharusnya kau bisa menerima cintanya itu karena ia benar-benar sayang padamu,” Kyu Hyun member saran.
Mendengar saran itu Hee Sung hanya bisa menyesali perbuatannya saat itu.
Mengapa ia rela menolak seorang yang baik seperti Seung Ri?
Hanya karena ia tidak dapat melupakan Kyu Hyun kah?
Tetapi sampai kapan ia ingin terus terbayangi oleh kenangan masa lalunya itu?
-----------------------------------------------
Hari yang baru pun dimulai namun Seung Ri masih belum sadar juga dari komanya.
Seperti biasanya Min Young dan Seung Hyun berniat untuk menjenguknya sepulang sekolah,namun lain dengan hari ini,hari ini Seung Hyun masih ada urusan dengan member Big Bang lainnya oleh karena itu Min Young pergi sendiri ke rumah sakit.

Min Young POV
Ke mana sih Seung Hyun?
Sebenarnya mereka ada latihan apa sih?
Masa Seung Ri sakit,latihan masih saja tetap berjalan?
Benar-benar keterlaluan.
Lagian hari ini benar-benar menyusahkan.
Seluruh tubuhku sakit semua rasanya,apalagi pinggangku…membuatku tidak bisa berjalan normal.
Aku rasanya butuh bantu Seung Hyun lagi seperti kemarin?
Tetapi ke mana ia sekarang?

Aku berjalan menyusuri jalanan menuju rumah sakit namun tiba-tiba ada sebuah mobil mengahalangi jalanku.
Aku memperhatikan mobil itu,rasanya aku kenal dengan mobil ini…
Jangan-jangan mobil ini milik..
Tebakanku benar Dong Wook Oppa keluar dari mobil itu.
“Min Young~a,mau ke mana?” tanyanya.
Aku bingung harus bersikap apa kepadanya?
Kemarin aku jelas-jelas membela Seung Hyun dihadapanya.
“Aku mau jalan-jalan saja,” jawabku singkat.
“Oh begitu,” Dong Wook menarik tanganku.
--------------------------------------------
Dong Wook POV
Hari ini tumben sekali Min Young tidak bersama Seung Hyun.
Ini merupakan kesempatan bagiku untuk merebutnya kembali.
Tanpa basa-basi aku langsung menarik tangannya dan membawanya masuk ke dalam mobil.
“Ya! Oppa! Apa yang kau lakukan? Kau mau membawaku ke mana?” tanyanya dengan suara yang keras.
Namun halangannya itu tidak kugubris,segera saja aku duduk di kursi kemudi dan menancapkan gas.
-----------------------------------------------

Characters in this Chapter :
-Kim Min Young : murid yang baru naik kelas ke SMA yang hobinya dengerin musik
-Seung Hyun (TOP) : anak “beradalan”,kakak kelas Min Young,personil dari Big Bang
-Seung Ri (Victory) : temen sekelas sama Min Young yang juga personil Big Bang termuda
-Min Hee Sung : tetangga baru Seung Hyun yang ditaksir Seung Ri
-Cho Kyu Hyun : mantan pacar Min Hee Sung
-Choi Dong Wook : pacar Min Young semasa SMP yang masih memegang janjinya


Chapter 11

Seung Ri POV
Hee Sung mengajakku ke sebuah tempat.
Tempat ini penuh dengan bunga,tetapi tetap saja semuanya berwarna putih.
“Sekarang buka matamu! Aku mau kau benar-benar sadar!,” perintahnya.
Aku benar-benar bingung dengan maskud perintahnya barusan.
Bukannya aku sudah membuka mataku?
Sekarang aku pun sudah sadar,lalu mengapa ia menyuruhku untuk sadar?
Namun tiba-tiba cahaya yang sangat terang bersinar di hadapanku.

Aku melihat diriku ada di sebuah ruangan.
Sepertinya ini rumah sakit?
Dan semua teman-temanku juga berkumpul di sini.
“Kau sudah sadar?” tanya Ji Yong yang mendadak ada di dekatku.
“Ya! Chingu! Seung Ri sudah sadar!” teriaknya lagi.
Aku coba mengangkat kepalaku,namun kepalaku terasa sangat berat.
“Sudah kau istirahat saja dahulu,” kata Young Bae yang mencegahku untuk bangun.
Aku hanya menuruti kata-katanya karena kata-katanya memang benar.
Namun,ada satu kata yang ingin kutanyakan dari tadi.
“Hee Sung?” tanyaku pelan.
Young Bae dan yang lainnya tidak menjawab.
Aku mengetahui mereka pasti sedang memikirkan jawaban dari pertanyaanku ini,dan dari situ juga aku mengetahui pasti ada yang buruk terjadi kepadanya.
“Hee Sung? Ke mana dia?” tanyaku sekali lagi.
“Ia pergi sebentar kok,” Dae Sung menjawab pertanyaanku.
Aku yang mendengar jawaban itu langsung merasa tenang.
-----------------------------------------------------
“Oppa! Sebenarnya mau membawaku ke mana?!” Min Young bertanya dengan suara yang sedikit membentak.
Dong Wook menghiraukan pertanyaan itu.
“Oppa! Aku ada urusan! Aku tidak bisa menemanimu sekarang!” Min Young berniat membuka pintu mobil.
Namun belum sampai ia berhasil membukannya,tangan Dong Wook sudah mengahalangi niatnya itu.
“Bisakah kau menemaniku kali ini saja?” tanya Dong Wook sambil menatap Min Young.
Min Young hanya pasrah begitu mendengar kata-kata itu.
-----------------------------------------------------------
Di saat yang sama Seung Hyun berlari sekencang yang ia bisa menuju rumah sakit tempat Seung Ri dirawat.
“Seung Ri? Kau sudah sadar?” tanya Seung Hyun kaget sambil membuka pintu.
Seung Ri hanya tersenyum ke arahnya.
“Kau ini benar-benar membuat orang khawatir,” Seung Hyun mendekati Seung Ri.
“Aku baik-baik saja kok,” aku Seung Ri.
“Apa yang baik-baik saja! Kau sudah hampir pergi tahu! Untung ada Hee Sung yang menyelamatkanmu!” kata Seung Hyun.
Mendengar ucapan Seung Hyun yang barusan Young Bae dan yang lainnya sudah mulai agak panik lagi mendengar nama itu disebut.
Akan tetapi,Seung Hyun yang tidak mengetahui kejadian antara Hee Sung dengan Umma Seung Ri hanya berkata dengan santainya.
“Memang apa yang ia lakukan?” tanya Seung Ri penasaran.
“Aku juga kurang tahu,tapi setahuku mungkin teriakan dan isak tangisnya yang memanggilmu kembali,” jelas Seung Hyun.
Di benak Seung Ri hal itu hanya bisa ia bayangkan saat Hee Sung mencegahnya pergi dari dermaga itu.
-------------------------------------------------------------
Seung Ri POV
Hee Sung menangis untukku?
Mungkinkah sekarang ia sudah berubah?
Aku sudah tidak sabar melihat wajahnya itu.
Benar kata Seung Hyun Hyung,kalau tidak ada dia yang waktu itu mencegahku mungkin aku akan pergi selama-lamanya.
------------------------------------------------------------
“Oh iya,ke mana Min Young?” tanya Seung Hyun kepada teman-temannya.
“Ia belum datang dari tadi,” celetuk Ji Yong.
‘Ia ke mana? Bukannya ia berkata akan bertemu di sini,’ kata Seung Hyun dalam hati.
-------------------------------------------------------------
“Min Young,apakah kau masih mengingat danau ini?” tanya Dong Wook.
Min Young hanya diam saja.
Namun,di dalam hati sebenarnya ia mau menangis melihat kembali tempat ini.
Danau itu merupakan tempat dulu mereka mengikrarkan janji mereka agar tetap bersama selamanya,namun sekarang Min Young sudah mengingkari janji yang dulu dibuatnya di tempat itu.
Perasaan bersalah menyelimutinya.
“Oppa,jeongmal mianhe...aku memang orang yang benar-benar jahat,” Min Young tidak sadar sudah berlinang air mata.
“Seharusnya aku yang minta maaf kepadamu karena aku telah meninggalkanmu selama ini,” Dong Wook memeluk Min Young dari belakang.
“Oppa,mianhe..” Min Young cepat-cepat melepaskan pelukan Dong Wook.
-------------------------------------------------------------------
Dong Wook POV
Mengapa cara ini tidak berhasil?
Apa yang harus kulakukan?
Padahal aku sudah berjanji akan selalu berada di sampingmu jika kau mau menerimaku kembali,aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi seperti itu.
Saat aku berada jauh denganmu dulu,aku selalu merindukan wajah ceriamu yang selalu mengisi hari-hariku itu.
Sekarang aku ingin sekali memilikimu sekali lagi,namun apa yang harus aku lakukan?
Tolonglah,kembali lagi di sisiku..
------------------------------------------------------------------
Min Young POV
Oppa,aku merasa sangat bersalah melihat ini semua.
Aku sudah tidak layak lagi datang ke tempat ini.
Aku sudah mengingkari janji ini.
Oppa...sekarang aku sudah tidak dapat menerimamu kembali karena aku sudah menjadi milik orang lain.
Jeongmal mianhe,Oppa...
-------------------------------------------------------------------
Seung Hyun menghubungi handphone Min Young.
“Ke mana dia? Mengapa tidak diangkat?” umpat Seung Hyun.
Karena tidak diangkat maka Seung Hyun menutup handphone flipnya dengan kasar.
“Ada apa,Hyung?” tanya Dae Sung.
“Min Young..ke mana dia? Padahal tadi kami berjanji untuk bertemu di rumah sakit,” jelas Seung Hyun.
Seung Hyun sudah mulai khawatir dengan keberadaan Min Young sekarang.
“Sudahlah,Hyung..sebentar lagi mungkin dia akan datang,” Dae Sung mencoba menenangkan keadaan Seung Hyun.
Seung Hyun hanya dapat berpura-pura tenang di depan Dae Sung,namun di dalam hatinya ia masih tidak henti-hentinya khawatir dengan keberadaan Min Young sekarang ini.
“Sekarang aku sebaiknya jalan-jalan sebentar untuk menghilangkan rasa khawatir ini,” pamit Seung Hyun kepada Dae Sung.
“Araseo,hati-hati Hyung!” balas Dae Sung.
--------------------------------------------------------------------
Seung Hyun POV
Min Young?
Di mana dirimu sekarang?
Padahal kau sudah berangkat sejak tadi namun mengapa belum sampai juga?

Aku mencoba menghubungi handphone Min Young kembali sambil berjalan keluar rumah sakit,namun sekarang hasilnya lebih parah dari yang tadi.
Sekarang ia malah meng-non aktifkan handphone nya.
Karena kesal,maka kututup handphone flipku dengan kasar.
Sebenarnya apa yang berada di pikirannya sekarang?
Apa dia pikir dengan menghilang begitu saja,maka tidak akan ada yang mengkhawatirkan dirinya.
Terkadang aku kesal dengan sifatnya yang seperti itu,yang terkadang hanya memikirkan dirinya sendiri.
Namun tidak tahu mengapa di balik semua kebiasaan buruknya itu,ia memiliki sifat yang membuatku begitu mencintainya.

Kuhubungi nomornya sambil berjalan di tengah keramaian,namun hasil yang kudapat sama saja,yaitu ia masih saja mengnon-aktifkan handphone.
Tetapi,kali ini tiba-tiba aku merasa ingin mengunjungi gudang tempat latihan bandku itu.
‘Mungkin saja ia berada di sana karena ia sering meminjam lirik tanpa sepengtahuanku,’ gumamku dalam hati.
-------------------------------------------------------------------
“Ini tempat terakhir yang kita kunjungi,” kata Dong Wook sambil membukakan pintu mobil untuk Min Young.
Tanpa dijelaskan oleh Dong Wook,Min Young sudah mengetahui tempat itu.
Tempat itu adalah gedung SMP lamanya.
“Sudah lama kita tidak pergi ke tempat ini...mengingatkanku pada masa-masa dulu saja,” Dong Wook mencoba basa-basi dan kemudian mengajak Min Young untuk masuk ke dalam gedung.
--------------------------------------------------------------------
Min Young POV
Mengapa sekarang aku harus memasuki gedung ini lagi?
Melihat gedung ini,hanya mengingatkanku akan Seung Hyun.
Ia pasti khawatir dengan keberadaanku sekarang.
Namun,aku harus bagaimana lagi.
Mau memberitahunya,namun sudah terlambat.
Baterai hadphoneku mendadak habis.
Aku yakin ia akan memarahiku nantinya.

Dong Wook Oppa masih saja mengoceh tentang kenanganku dengannya saat SMP.
Aku tidak sanggup mendengarkan ocehannya terus-menerus.
Semakin mendengar hatiku semakin merasa bersalah.
Aku memang telah membuatnya terluka,namun apa yang bisa aku lakukan sekarang untuk mengobatinya.
Aku sudah terlanjur memilih orang lain sekarang.
Aku sudah bukan miliknya seperti yang dulu.

Kami berjalan-jalan melihat kelas-kelas kenangan kami dulu.
Aku masih ingat kejadian-kejadian lucu yang kami lalui di kelas-kelas itu.
Dan akhirnya perjalanan kami berakhir pada suatu kodior yang aku tahu di dekat sana ada sebuah gudang rahasia yang merupakan kenangan baruku dengan Seung Hyun.

“Min Young,perjalanan kita hari ini sudah selesai,” ucapnya sambil mengahadap ke arahku.
“Min Young~a,aku mempunyai pertanyaan untukmu,untuk sekali ini jawablah pertanyaanku,” lanjutnya.
Aku medengarkan baik-baik kata-katanya itu dan penasaran akan maksudnya.
“Min Young,ini hari terakhir aku akan berada di hadapanmu,” katanya.
Aku kaget mendengar kata-kata itu.
Perasaanku terbagi menjadi dua,ada perasaan sedih ada juga perasaan lega.
Aku tidak menyangka Oppa akan secepat itu meninggalkan diriku lagi,namun di lain bagian aku merasa lega bahwa tidak akan ada lagi yang akan mengganggu hubunganku dengan Seung Hyun.
“Tetapi,jika kau mau menjadi milikku untuk sekali lagi,aku akan rela menentang keinginan keluargaku untuk tetap di sampingmu,” Oppa mengenggam tanganku.
“Oppa,jangan berbuat sampai seperti itu,aku sudah menjadi milik orang lain sekarang dan sudah tidak layak lagi untuk bersamamu seperti dulu,” aku mencoba menolaknya secara halus.
“Aku mengerti keadaanmu sekarang,sekarang kau sudah milik orang lain…dan walaupun kau menolakku,tetapi jangan pernah merasa bersalah akan dirimu sendiri karena semua ini adalah salahku,aku yang meninggalkan dirimu…jika saat itu aku tetap bersamamu maka aku yakin kau pasti masih menjadi milikiku sampai hari ini,” Ia terus menyalahkan dirinya.
“Oppa,sudah hentikan!” teriakku sambil refleks memeluk Oppa.
“Selamat tinggal,Min Young…” bisiknya pelan.
------------------------------------------------------------
Seung Hyun POV
Aku segera berlari menuju gudang rahasiaku.
Namun,pemandangan yang menyakitkan tiba-tiba terlihat olehku di depan gudang.
Min Young yang dari tadi kukhawatirkan ternyata sedang asyik berpelukan bersama Dong Wook.
Pemandangan itu terasa begitu menyakitkan kembali.
Rasanya seperti telah ditipu.
Aku tidak menyangka ia akan kembali memilih Dong Wook dan tidak memikirkan perasaanku.
------------------------------------------------------------

Characters in this Chapter :
-Kim Min Young : murid yang baru naik kelas ke SMA yang hobinya dengerin musik
-Seung Hyun (TOP) : anak “beradalan”,kakak kelas Min Young,personil dari Big Bang
-Seung Ri (Victory) : temen sekelas sama Min Young yang juga personil Big Bang termuda
-Min Hee Sung : tetangga baru Seung Hyun yang ditaksir Seung Ri
-Young Bae (Tae Yang) : temen sekelasnya Seung Hyun dan personil dari Big Bang
-Ji Yong (G Dragon) : member Big Bang yang jago membuat lirik
-Dae Sung (D-Lite) : member Big Bang


Chapter 12

Seung Hyun POV
Apa yang kulihat barusan terasa tidak nyata bagiku.
Aku melihat orang yang kusayangi selama ini memeluk orang lain.
Aku mengerti perasaannya terhadap orang itu.
Aku mengerti bahwa mereka memang sebelumnya memiliki hubungan spesial,tetapi bisakah satu kali saja ia memikirkan perasaanku?

‘Min Young~a,berkali-kali aku memaafkan segala kesalahanmu dan berkali-kali juga kau membuat kesalahan itu lalu membuat hatiku menjadi terluka....kali ini,maafkan aku karena tidak dapat memaafkanmu lagi...’
--------------------------------------------
“Oppa,selamat jalan,semoga kau bisa mendapatkan orang lebih baik daripada diriku,” bisik Min Young.
“Aku memang akan meninggalkanmu,tetapi aku tidak akan melupakan semua kebaikanmu selama ini dan mungkin akan sulit kutemukan penggantinya,” Dong Wook melepaskan pelukan Min Young.
“Aku hanya mau berpesan,tetaplah bersama orang yang kau sayangi karena berada di dekatnya merupakan suatu anugerah dan kebahagiaan,” lanjutnya.
Hari itu merupakan hari perpisahan Dong Wook dengan Min Young untuk kedua kalinya,tetapi kali ini Dong Wook sudah menyudahi perjanjian mereka.
Min Young lega mendapati semua itu telah terjadi,namun sebenarnya dibalik semua itu ia mendapatkan masalah baru karena sebuah kesalahpahaman.
---------------------------------------------
“Seung Ri~a!” teriak Omma Seung Ri yang telah melihat anaknya sudah sadar dari komanya.
“Omma! Mengapa Omma bisa di sini?” tanya Seung Ri yang juga kaget dengan kehadiran Ommanya yang sangat tiba-tiba.
“Waeyo?” tanya Omma.
“Anio,bukannya kemarin Omma berada di...”
“Sudahlah Nak,Omma pasti akan datang jika keadaanmu seperti ini.”
Belum sempat Seung Ri melanjutkan omongannya,namun kata-katanya sudah keburu dipotong oleh Omma.
“Oh yah,di mana Hee Sung? Katanya ia pergi sebentar,mengapa sampai sekarang ia belum juga kembali?” tanya Seung Ri kepada teman-temannya yang masih ada di ruangan itu.
Wajah Ji Yong yang tadinya tersenyum bahagia langsung padam,ia bingung mau menjawab pertanyaan itu dengan kebohongan apalagi.
Bukan hanya dirinya saja,tetapi Young Bae dan Dae Sung juga mengalami hal yang sama.
Omma yang tidak suka nama itu disebut-sebut oleh Seung Ri langsung berkata,”buat apa kau sebut-sebut nama itu lagi? Nama itulah yang membuat dirimu menjadi begini,Nak...jadi buat ap...”
“Cukup Omma!”Seung Ri berteriak.
Semua orang di ruangan itu menegang.
“Omma! Buat apa kau ejek-ejek Hee Sung?!” lanjut Seung Ri.
“Ia yang sudah membuatmu begini,Nak! Buat apa kau membelanya?!”kata Omma yang bersikeras.
“Tapi ia yang...”
“Seung Ri sudahlah,sekarang kau baru belum sembuh,lebih baik kau jangan marah-marah dahulu,” Young Bae mencoba untuk menghentikan perdebatan.
Seung Ri yang juga kesal dengan sikap Ommanya barusan,langsung berbalik dan mencoba untuk tidur kembali.
------------------------------------------------------
“Oppa!” Min Young memanggil Young Bae.
“Min Young~a! Ke mana saja kau? Dari tadi Seung Hyun mencarimu ke mana-mana,” balas Young Bae.
“Mian Oppa,tadi aku ada sedikit urusan.”
“Oh,seharusnya kau memberitahu Seung Hyun tadi,ia tampaknya sangat khawatir.”
“Jinja? Aiish...aku ini benar-benar bodoh! Oppa,ke mana Seung Hyun Oppa?”
“Molla..tadi katanya ia ingin mencarimu keluar,tetapi ia sampai sekarang tidak kembali juga.”
“Oh,baiklah sebaiknya kutelepon saja.”
--------------------------------------------------------
Tut...tut..tut..tut....
Bunyi itu sudah berpuluh-puluh Min Young dengarkan dari handphonenya.
Sejak tadi di rumah sakit sampai ia tiba di rumah,Seung Hyun tetap saja menolak untuk menerima telepon dari Min Young.
--------------------------------------------------------
Min Young POV
Seung Hyun~a...
Ada di mana dirimu sekarang?
Mianhe...jeongmal mianhe kalau tadi aku benar membuatmu khawatir.
Tetapi,mengapa sekarang kau malah membalasnya?
Tolong jangan siksa diriku seperti ini.
-------------------------------------------------------
Seung Hyun POV
Sudah berpuluh-puluh kali handphone di sebelahku ini bergetar.
Namun,aku tetap menghiraukannya.
Aku tahu siapa yang menelpon dan justru itulah sebabnya mengapa aku menolak untuk mengangkatnya.

Langit malam ini sangat cerah.
Aku berbaring sendirian di lantai atas gedung apartemen.
Biasanya tempat ini digunakan orang untuk menjemur pakaian mereka,tetapi bagiku ini adalah tempat di mana aku memikirkan semua masalahku.

Sejenak aku bertanya dalam hatiku,’Min Young~a,apakah kau bahagia bersamanya?’
Pertanyaan itu tanpa hentinya kupikirkan.
Aku merasa diriku bukan orang yang cocok untuk dirinya.
Mungkinkah setiap harinya ia merasa tersiksa denganku?
Apakah karena alasan itulah ia kembali berpaling kepada janji lamanya?
Namun sebenarnya aku sangat menyayanginya,aku akan rela melepaskan dirinya demi kebahagiaanya.
--------------------------------------------------------
Keesokkan harinya Seung Ri mendapatkan berita yang membahagiakan.
“Seung Ri~a,kata dokter kau bisa pulang tiga hari lagi,” kata Dae Sung bersemangat.
Namun,kabar itu sama sekali tidak membahagiakan bagi Seung Ri.
“Seung Ri,waeyo?” tanya Dae Sung lagi.
“Anio,Hyung..” kata Seung Ri yang mencoba untuk menutupi sesuatu.
“Aku tahu,kau pasti sedang memikirkan Hee Sung,” Dae Sung menebak.
“Ke mana Hee Sung belakangan ini?” Seung Ri menunduk tak bersemangat.
Dae Sung sebenarnya tahu akan apa yang telah terjadi,tetapi ia bingung apakah ia harus mengatakan yang sebenarnya kepada Seung Ri atau tidak.
“Hyung~a,sebenarnya saat aku tidak sadar..apakah Hee Sung berada di sini?”
“De,ia selalu berada di sini,ia sampai rela meninggalkan perkerjaannya untuk sementara waktu demi menemanimu.”
Mendengar kata Dae Sung,Seung Ri langsung menyimak dengan seksama.
“Sepertinya ia sangat menyayangimu,setiap hari ia selalu diselimuti perasaan bersalah...ia selalu menyalahkan dirinya atas apa yang telah terjadi padamu ini.”
“Lalu mengapa sekarang ia pergi?”
“Karena...karena....Ommamu itu.”
Akhirnya dengan terpaksa Dae Sung ‘membuka kartu’.
Ia merasa terlalu kejam untuk menimpan semua fakta ini di belakang Seung Ri.
--------------------------------------------------------------
Seung Ri POV
Jadi dari kemarin semuanya telah membohongi diriku.
Sebenarnya Hee Sung diusir oleh Omma.
Omma benar-benar keterlaluan,padahal jika tidak ada dirinya mungkin sekarang aku tidak akan bisa sadar seperti ini.
Saat aku memutuskan meninggalkan semuanya.
Saat aku menyerah untuk menghadapi semua masalah.
Dialah yang memanggilku dan mencegahku untuk pergi,ia memberitahuku agar aku tetap bertahan karena ia membutuhkanku.
Namun sekarang apa balasan yang dapat aku berikan kepadanya.
Saat ia berkata bahwa ia membutuhkanku,aku berjanji untuk tidak meninggalkannya.
Akan tetapi,kata-kata Omma begitu menyakitkan di hatinya.
Aku benar-benar tidak dapat menepati janjiku untuk selalu ada saat ia membutuhkan.
Mianhae,Hee Sung~a...
Aku berjanji akan menepati janji yang aku katakan saat di mimpiku itu.
--------------------------------------------------------------
Pada hari yang sama,Min Young masuk sekolah dengan perasaan yang tidak tenang.
Ia tidak sabar melihat wajah yang ia rindukan dari sejak kemarin.
“Oppa!” teriak Min Young dari kejauhan saat melihat Seung Hyun.
Seung Hyun tahu bahwa Min Young memanggilnya.
Namun ia memilih untuk diam dan pura-pura tidak melihat.
“Oppa!” Min Young berteriak lagi sambil melambai.
Seung Hyun sudah jelas-jelas melihat Min Young di depan matanya,namun ia memilih untuk menghiraukan hal itu.
Lalu ia memunggungi Min Young dan mengambil langkah menuju kelasnya.
Min Young yang melihat reaksi aneh dari Seung Hyun otomatis berniat untuk mendekatinya.
Akan tetapi,niatnya itu segera padam karena bel masuk sekolah tiba-tiba berbunyi.
--------------------------------------------------------------
Min Young POV
Seung Hyun~a...
Apa yang terjadi padamu hari ini?
Padahal tadi aku sudah memanggilmu berkali-kali,tetapi mengapa kau tidak meresponnya?
Apakah kau marah denganku?
Soal kejadian kemarin itu,aku memang yang bersalah.
Tetapi,hari ini aku benar-benar ingin minta maaf padamu.
Jeongmal mianhae,Seung Hyun~a...
Bisakah aku menanggapiku sekali saja?
Aku benar-benar ingin mengatakan hal itu.
---------------------------------------------------------------
“Seung Hyun~a,kemarin kau ke mana saja?” tanya Young Bae yang sedang santai di depan kelasnya.
“Oh,aku hanya jalan-jalan sebentar saja,” Seung Hyun menjawab dengan muka masam.
“Kemarin Min Young mencarimu,ia datang ke rumah sakit,tetapi sayangnya kau sudah pergi,” jelas Young Bae.
“Oh,terserahlah...aku malas mendengarnya,” Seung Hyun berniat menghindari pembicaraan itu.
“Ya! Kau sedang ada masalah? Sebenarnya apa yang sedang terjadi di antara kalian?” Young Bae mencoba mencari tahu.
“Anio,” jawab Seung Hyun singkat.
“Kalian ini benar-benar aneh...selalu saja bermasalah,” kata Young Bae.
“Tenang saja,sekarang masalah itu tidak akan datang lagi,” balas Seung Hyun.
“Maksudmu itu apa?!”
Belum sempat Young Bae mengetahui maksud dari perkataan itu,tetapi Seung Hyun sudah melangkah pergi.
--------------------------------------------------------------
Seung Hyun POV
Saat bimbel sudah tiba.
Ini mungkin saat yang tepat untuk mengatakan semuanya.
--------------------------------------------------------------
Min Young kali ini berlari menuju ruang kelas Seung Hyun.
Ia tidak sabar mengatakan semuanya.
“Oppa,” panggil Min Young sambil terengah-engah karena berlari.
Min Young masuk ke dalam ruang kelas.
Tetapi,Seung Hyun masih saja memungginya.
Seperti yang biasa ia lakukan,ia melihat ke jendela luar.
“Oppa!” teriak Min Young.
Seung Hyun masih juga tidak menanggapi itu.
Akhirnya Min Young berlari mendekati Seung Hyun dan memeluknya dari belakang.
“Oppa! Waeyo?” tanya pelan.
“Mengapa kau hari ini menganggapku tidak ada?” lanjutnya.
Seung Hyun hanya mendesah pelan,tetapi tetap saja ia tidak menjawab semua pertanyaan itu.
“Oppa,jeongmal mianhae...kemarin aku sudah membuat Oppa khawatir,tetapi tolong jangan hukum aku seperti ini,” pipi Min Young sudah mulai basah karena air matanya.
“Jangan Oppa anggap aku ini tidak ada!” Min Young berteriak.
Akhirnya Seung Hyun berbalik dan menghapus air mata di pipi Min Young.
“Min Young~a,aku selalu menganggapmu ada...kau selalu ada di pikiran dan hatiku,namun mianhae...hatiku terlalu sakit untuk mengampunimu,” kata Seung Hyun.
Mendengar kata-kata itu,Min Young langsung tertegun.
“Sudah terlalu banyak kata ‘mianhae’ yang kau katakan dan untuk yang terakhir ini aku benar-benar tidak dapat menerimanya,” lanjut Seung Hyun.
“Waeyo? Waeyo,Oppa?” Min Young masih kaget dengan kata-kata Seung Hyun barusan,ia tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.
“Kau tahu alasannya sendiri....Min Young~a,aku rasa hubungan kita sampai di sini saja,” Seung Hyun mengambil ranselnya kemudian pergi meninggalkan Min Young sendirian di ruangan itu.
---------------------------------------------------------
Min Young POV
Apa yang barusan Seung Hyun katakan?
Aku benar-benar tidak percaya ia berkata seperti itu.
Namun,karena kata-katanya itu aku sadar akan satu hal.
Dari awal aku sebenarnya tidak pantas mendapatkan dirinya,ia terlau baik untukku.
Kata-katanya itu benar,sudah terlalu banyak kata ‘mianhae’ yang keluar dari mulutku dan sudah terlalu banyak juga pengampunan yang ia berikan untukku.
Kalau seandainya dia yang mengatakan beribu-ribu kata ‘mianhae’ kepadaku,aku belum tentu dapat mengampuninya sama seperti ia mengampuni aku.
Ia terlalu baik untukku.
Namun,walaupun ia sudah mengakhiri hubungan kami ini,tetapi aku masih tidak dapat melupakannya,karena..
aku masih cinta kepadanya.
---------------------------------------------------------
Seung Hyun POV
Min Young~a...
Mianhae...
Kesabaranku sudah habis.
Hatiku sudah terlalu sakit untuk melihatmu pergi dan bersama dengannya.
Aku pikir menyudahi hubungan kita ini adalah cara yang terbaik dan aku harap kau bisa bahagia bersamanya.
Mianhae,kalau selama ini kau merasa rebebani dan tersiksa jika bersama denganku.
Tetapi,di mana pun aku berada,kapan pun,dan apa pun yang sedang kulakukan..
Aku akan selalu mengingat kenangan kita ini.
Saranghae,Min Young~a...
Yonghwoni saranghae...
----------------------------------------------------------------

Label: