<xmp> <body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d7457634820015561536\x26blogName\x3dBehind+the+Scene+of+My+Life\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://chingzz-daily.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://chingzz-daily.blogspot.com/\x26vt\x3d-3169458302945196764', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> </xmp>
Welcome

I've already left this blog but I will be happy if you still take a look on my old fan fiction :D

The Princess
Add your profile goes here.
Hi and Hello!
Let me introduce my name then~ Ching Ching is speakin' here! Scream out loud and be ready for the rockin' blog YEAH! This is the second blog I got here, the first is on LiveJournal, and I used that as my fan fiction park ♥♥ I'm Chinese who live in country named Indonesia, so I usually speak in Bahasa. I love lurking around at SOOMPI, check the request thread and help them all that had a problem about NG and GASOO poster. And by the way, I had a Tumblr. I use that page as my poster and banner gallery. So please welcome then~ I'll be glad to know that someone has visited it. I would to tell about my emptiness, problems and experiences on here.. So, just shut up and listen then! *LMFAO*.

Links
Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here

Archives
September 2009
Oktober 2009
November 2009

Layout ©

ME. kynzgerl
CODES. manikka
BRUSHES. 1 2
IMAGES. 1 2
The 2 paper heart: moargh.de
SOURCE. BLOGGER BLOGSKINS IMAGESHACK
Minggu, 11 Oktober 2009

Ini dia...chapter 7 sampe 9 akan gw post haha...
Berhubung temen'' gw di kelas ga sabar pengen baca...*yang ngerasa nyengir dong*
Gw harap yang mengharapkan ini dari kemaren seneng haha...
Ya udah..seperti biasa komen bisa di chatbox di samping noh...
Kalo ga ada yang komen soal ga bakl gw lanjutin loh postnya haha...

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Characters in this Chapter :
-Kim Min Young : murid yang baru naik kelas ke SMA yang hobinya dengerin musik
- Seung Hyun (TOP) : anak “beradalan”,kakak kelas Min Young,personil dari Big Bang
-Seung Ri (Victory) : temen sekelas sama Min Young yang juga personil Big Bang termuda
-Min Hee Sung : tetangga baru Seung Hyun
-Choi Dong Wook : pacar Min Young semasa SMP yang masih memegang janji


Chapter 7

“Min Young!” teriak seseorang di samping mobilnya.
Saat itu sekolah sudah sepi karena sudah lewat dari jam bubaran anak sekolah.
Min Young yang berjalan berdua bersama Seung Hyun dikejutkan oleh suara itu.
“Sepertinya aku mengenal suara ini,” kata Min Young sambil melihat ke sekeliling.
Seung Hyun yang bingung dengan apa yang dicari Min Young juga ikut mencari asal suara itu dan ia melihat seorang laki-laki yang melambaikan tangannya ke arah mereka.
Min Young yang akhirnya menemukan asal suara itu ikut menyahut,”Dong Wook Oppa!”
Seung Hyun dengan seketika hanya diam di tempatnya setelah tahu bahwa laki-laki itu bernama Dong Wook.
Lain dengan Min Young,setelah mengetahui bahwa yang memanggilnya itu adalah Dong Wook yang sudah lama ia tunggu,Min Young langsung berlari dan memeluknya.
Dong Wook yang juga kangen dengan Min Young membalas pelukannya dan mengecup keningnya.
Pemandangan itu begitu menyakitkan bagi Seung Hyun yang hanya berdiri dan terpaku.
----------------------------------------------
Seung Hyun POV
Hari ini aku kira akan berakhir menyenangkan seperti biasanya,namun karena kedatangan Dong Wook itu,semuanya menjadi hancur berantakan.
Min Young yang aku kira akan berada di sisiku setiap harinya,langsung berpindah tangan kepada orang lain.
Aku tidak tahu harus memberikan respon apa terhadap kejadian ini.
Di satu sisi aku turut bahagia jika Min Young dapat bertemu kembali dengan Dong Wook itu,namun di dalam hatiku yang sebenarnya aku merasakan kesedihan yang luar biasa karena perempuan yang aku sayangi berpaling kepada laki-laki lain.
-----------------------------------------------
Hari itu Min Young diantar pulang oleh Dong Wook,sedangkan Seung Hyun akhirnya pulang sendirian dengan wajah yang murung.
Di tengah perjalanan ia sadar jika ia butuh seseorang untuk diajak bercerita tentang masalahnya itu.
Sesegera itu ia mengeluarkan handphonenya dan memenekan nomor seseorang.
“Yeoboseyo....Seung Ri~a,bisakah kau datang ke apartemenku?” tanya Seung Hyun kepada orang yang diteleponnya itu.
“Hyung,memang ada apa?” tanya Seung Ri.
“Sudah,pokoknya kau datang saja ke apartemenku,ada sesuatu yang ingin kubicarakan,” jelas Seung Hyun yang sudah terlihat agak kesal.
“Ya sudah,nanti aku akan datang sekitar jam empat,” balas Seung Ri.
“Baiklah kutunggu,” Seung Hyun mengakhiri pembicaraannya dengan Seung Ri.
Seung Hyun kembali memasukan handphonenya ke saku jaket dan mengambil kunci apartemennya.
Saat ia hendak memasukkan kuncinya,ia melihat ada seorang wanita yang lebih tua dari dirinya.
Wanita itu kelihatan sedang repot dengan barang-barang bawaannya.
Karena kasihan,maka Seung Hyun mendekati wanita itu.
“Sillyehamnida,Noona penghuni baru di sini?” tanya Seung Hyun.
“De,aku penghuni baru di sini tadi aku baru belanja perabotan rumah,” balasnya sambil menunjukan sedikit apa yang telah dibelinya itu.
“Oh,boleh aku bantu? Kelihatannya Noona sangat repot,” kata Seung Hyun yang hendak membawakan barang-barang wanita itu.
“Oh,gamsahamnida...ngomong-ngomong aku belum memperkenalkan namaku,namaku Min Hee Sung dan kau bisa memanggilku Hee Sung,” Hee Sung memperkenalkan namanya sambil tersenyum manis.
“Jeoneun Choi Seung Hyun imnida,tapi biasa dipanggil Seung Hyun,”Seung Hyun juga memperkenalkan dirinya.
Setelah Seung Hyun mengantarkan barang-barang ke apartemen Hee Sung.
Sebagai rasa terima kasih dari Hee Sung,maka ia mengundang Seung Hyun ke apartemennya dan menjamunya dengan sedikit makanan.
---------------------------------------------
Tok....Tok...Tok....Tok.....
Seung Ri mengetuk pintu apartemen Seung Hyun.
“Seung Hyun Hyung,aku sudah datang!” teriak Seung Ri.
Tetapi teriakan itu tidak membuat Seung Hyun membuka pintu apartemennya,melainkan membuat Hee Sung keluar dari apartemennya dan mencari asal teriakan yang mengganggu tidur siangnya itu.
“Nuguseo?” tanya Hee Sung dengan nada yang sedikit ketus.
“Jeosonghamnida,” kata Seung Ri sambil tersenyum malu.
“Kau mau cari siapa?” tanya Hee Sung sambil menggaruk-garuk rambutnya yang acak-acakan itu.
“Seung Hyun Hyung ada?” tanya Seung Ri.
“Mmm~ dari tadi ia tidak keluar dari apartemennya,mungkin dia lagi tidur...coba kau ketuk pintunya lagi,” kata Hee Sung yang setelah itu kembali ke dalam kamarnya.
------------------------------------------------
Setelah beberapa kali mencoba akhirnya pintu Seung Hyun membuka pintu kamarnya itu.
“Ah Seung Ri,mianhe...” kata Seung Hyun sambil cengar-cengir.
“Hyung ini bagaimana siyh,kau yang menyuruhku untuk datang ke apartemenmu,tetapi kau malah tidur dan tidak membukakan pintu,” protes Seung Ri.
“Jeongmal mianhe,aku lupa kau mau datang,” Seung Hyun hanya tersenyum malu karena kepikunannya itu.
“Ya sudah,masuklah,” mempersilahkan Seung Ri masuk.
“Jadi sebenarnya kau ada masalah apa sampai kau memanggilku untuk datang ke sini?” Seung Ri meletakan tas ransel di samping kursi yang telah didudukinya sekarang.
“Masalah soal Min Young....pacar semasa SMPnya kembali datang untuk memenuhi janjinya itu,” jelas Seung Hyun sambil memberikan sekaleng minuman kepada Seung Ri.
Seung Ri yang sudah tahu masalah perasaan yang dimiliki Seung Hyun kepada Min Young hanya bisa duduk diam dan mendengarkan cerita Seung Hyun.
Namun,sesekali Seung Ri menghibur Seung Hyun dengan menasehatinya dan memberikannya saran.
“Hyung,kau tahu Noona yang tinggal di sebelah apartemenmu ini?” tanya Seung Ri yang membuka topik baru.
Seung Hyun menggangguk sambil meneguk minuman dari kaleng.
“Dia penghuni baru di sini,tetapi orangnya baik dan ramah kok,” Seung Hyun memberi penjelasan lebih lanjut.
“Siapa namanya?” tanya Seung Ri antusias.
“Wei? Kau tertarik padanya? Seleramu payah,kau ini masih muda...masa kau suka pada noona-noona?” ejek Seung Hyun sambil bercanda.
“Terserah Hyung sajalah mau mengejekku apa!” Seung Ri menekuk wajahnya.
“Araso,araso...namanya Min Hee Sung dan kalau kau tertarik padanya,aku tidak akan menghalangimu,” jelas Seung Hyun yang berusaha untuk menarik kembali ejekannya itu.
-----------------------------------------------
Keesokan harinya rasa sakit di hati Seung Hyun saat melihat adegan bertemunya kembali Min Young dan pacarnya itu masih belum bisa hilang.
Seung Hyun tidak tahu harus berbicara apa kepada Min Young jika bertemu dengannya.
Oleh karena itu ia memutuskan untuk membolos bimbel,tanpa sepengetahuan Min Young.
------------------------------------------------
Min Young POV
Walaupun Dong Wook sudah kembali,tetapi aku merasa tetap saja merasa kesepian saat bersamanya.
Sebenarnya aku membutuhkan siapa untuk mengisi kekosongan di hatiku ini?

Kulangkahkan kakiku dengan semangatnya menuju kelas Seung Hyun,aku berharap dapat menemuinya hari ini.
Sejak kemarin sore aku pulang bersama Dong Wook,ia seperti menghindar dariku.
Sebenarnya dia kenapa?

Kubuka pintu kelasnya namun tidak ada seorang pun yang menyambut kedatanganku seperti biasanya,walaupun biasanya ia hanya bermalas-malasan di mejanya,namun melihat wajahnya itu sudah merupakan kebahagiaan bagi diriku ini.
Kuletakkan buku-buku tebal yang biasa aku bawa di atas meja guru dan berjalan menuju meja Seung Hyun yang berada di dekat jendela itu.
Di atas mejanya aku lihat ada sebuah lirik lagu.
‘Haru Haru’ kubaca dalam hati judulnya.
Ini adalah lirik lagu yang ditulis oleh Sandara untuk Seung Hyun.
Ini sangat berarti bagi dirinya,tetapi mengapa ia bisa sampai seceroboh ini dan meninggalkannya di sini?
----------------------------------------------------
“Yeoboseyo? Seung Ri!” teriak Min Young kepada orang yang diteleponnya.
“Min Young,ada apa? Bisa kau kecilkan sedikit suaramu itu,” protes Seung Ri dari telepon.
“Araso,mian...aku mau minta bantuanmu,boleh kan?”
“Memang kau perlu dibantu apa?”
“Ini bisa kau antarkan aku ke apartemen Seung Hyun Oppa tidak?”
“Kau memangnya ada perlu apa dengan Seung Hyun Hyung?”
“Ini...ada liriknya yang tertinggal di kelas.”
“Oh,baiklah aku akan menemuimu sekarang.”
“Jadi kau mau mengantarku ke apartemen Seung Hyun Oppa kan?”
“De...”
-----------------------------------------------------------
Seung Ri POV
Min Young memangnya tidak merasa telah menyakiti Seung Hyun Hyung karena perbuatannya dengan orang yang bernama Dong Wook itu?
Sebenarnya terkadang aku berpikir bahwa ia itu benar-benar keterlaluan.
Apa ia tidak memiliki perasaan?
Tetapi,ia masih kuanggap sebagai temanku dan aku tidak bisa menolak permintaannya yang barusan itu.
Lagipula,dengan ke apartemen Seung Hyun aku akan dapat bertemu dengan Noona yang bernama Hee Sung itu.

Min Young menungguku di gerbang sekolah.
“Min Young,kau sudah siap?” tanyaku.
“De,ayo kita pergi sekarang,” ajaknya.

Akhirnya kami sampai di apartemen Seung Hyun yang sederhana ini.
Kubilang padanya,”Min Young,kau masuk sendiri dulu ya...aku sekarang masih ada urusan sedikit,tapi nanti aku akan menyusulmu.”
Min Young berjalan sendirian dan hendak menaiki tangga.

Aku lupa memberitahu nomor kamarnya.
“Oh yah,kamarnya nomor tujuh dan ada di lantai dua!” teriakku dari kejauhan.
Aku mulai melangkahkan kakiku untuk pergi menjauh sedikit dari apartemen itu.
Aku bingung dengan tujuanku datang ke sini,awalnya aku memang mau bertemu dengan Hee Sung Noona itu,tetapi mengapa sekarang aku ragu-ragu untuk bertemu dengannya.

Setelah beberapa saat aku merenung di luar apartemen,akhirnya aku memberanikan diriku untuk berjalan ke kamar Seung Hyun.
Namun belum sampai kamar Seung Hyun,Min Young sudah berlari ke arahku sambil berlinang air mata.
“Min Young,sebenarnya ada apa?” tanyaku kaget.
Ia tidak menjawab pertanyaanku itu,tetapi malah menyerahkan lirik yang tadi dibawanya padaku.
“Ini...serahkan ini pada Oppa,” katanya dengan suara yang tidak jelas.
Lalu ia berlari menjauh.
Aku penasaran apa yang telah terjadi di kamar Seung Hyun sampai ia menangis begitu.
“Hyung,sebenarnya apa yang kau lakukan pada Min Young barusan?” tanyaku.
“Hah? Min Young? Kapan dia datang?” tanyanya.
“Hyung,tadi dia datang ke sini,katanya ingin mengantar lirik milikmu ini,” aku menyerahkan lirik yang tadi diserahkan Min Young kepadaku.
“Tapi anehnya mengapa Hyung tidak tahu kalau dia barusan datang ke sini dan dia juga berlari sambil menangis meninggalkan tempat ini,” jelasku.
“Seung Ri,” tiba-tiba ada suara seorang wanita dari kamar Seung Hyun Hyung yang menyapaku.
Aku mencari tahu suara siapa kah itu.
Ternyata suara Hee Sung,tapi sebenarnya mengapa ia bisa ada di kamar Seung Hyun Hyung.
-------------------------------------------
Seung Hyun POV
Min Young?
Kapan ia datang?
Seung Ri bilang tadi ia menangis sambil meninggalkan apartemenku ini.
Sebenarnya apa yang telah terjadi kepadanya?
Kenapa aku terus tidak bisa tidak mengekhawatirkannya?
------------------------------------------
Min Young POV
Seung Hyun,kau memang Oppa bagiku tetapi saat aku melihat kemarin kau berduaan dengan wanita lain,hatiku merasa sakit.
Padahal kemarin aku sudah menolak ajakanmu itu,tetapi mengapa aku memiliki perasaan aneh ini?
Sebenarnya apakah perasaan ini?
Apakah aku harus mengatakan perasaan ini kepadanya?
------------------------------------------
Sore itu adalah malam minggu,Seung Ri yang hendak bersantai ria itu,ternyata menyadari jika ia kehabisan camilan di rumahnya.
Karena hal itu,Ommanya menyuruh untuk membeli camilan itu mini market.
Walaupun jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya,tetapi tetap saja ia malas untuk melangkahkan kakinya itu.
Tetapi,dengan sedikit dorongan dan bujukan dari Ommanya akhirnya dengan setengah hati ia melaksanakan perintah itu.
“Sebenarnya kan bisa belanja besok saja,sekarang kan sudah malam,” gerutu Seung Ri pada dirinya sendiri sambil membuka pintu mini market.
Kemudian ia mengambil beberapa bungkus camilan yang tertata rapi di rak.
Saat ia hendak membayar,ia melihat seorang wanita yang sedang kebingungan mencari uangnya di dompet,namun sepertinya ia kenal dengan wanita itu.
“Noona?” tanya Seugn Ri sambil menepuk pundak wanita itu.
“Kau Min Hee Sung Noona kan? Tetangga baru Seung Hyun Hyung itu kan?” lanut Seung Ri.
“De...kau Seung Ri kan? Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Hee Sung.
“Aku sedang belanja persediaan camilanku,” jawab Seung Ri sambil menunjukkan camilan yang telah dibelinya.
“Oh,mian kau menunggu lama,aku sedang mencari dompetku...tadi ada di sini kok,” Hee Sung merogoh-rogoh isi tasnya.
“Sudahlah Noona,aku saja yang bayarkan dahulu,” kata Seung Ri seraya meletakkan uang di atas meja kasir.
“Oh,gamsahamnida,mian merepotkanmu,” Hee Sung tersenyum.
“Tidak apa-apa Noona,” jawab Seung Ri.
------------------------------------------------
Di saat yang sama Min Young merenung di kamarnya tentang keputusan yang telah ia buat kemarin.

Min Young POV
Apa yang harus aku lakukan?
Aku tidak bisa terus bertanya-tanya kepada diriku sendiri.

Aku memaksa diriku untuk berlari menuju apartemen Seung Hyun.
Aku sudah tidak tahan lagi karena dari kemarin aku tidak dapat menghilangkan bayangan dirinya bersama wanita itu.
Namun di tengah perjalananku,hujan tiba-tiba turun dan membasahi kepalaku.
Hujan turun sangat deras,tetapi aku tidak dapat menghentikan perjalananku yang sudah setengah jalan ini.

Pakaian dan rambutku sudah basah kuyup.
Ketuk pintu rumah Seung Hyun beberapa kali.
Namun,usahaku ini sia-sia.
Tidak ada yang membukakan pintu bagiku.
“Oppa...Oppa!” teriakku sambil berharap ada yang membukakan pintu.
Tapi tetap saja tidak ada yang merespon hal itu.
Aku bisa merasakan dinginnya udara menyerang tubuhku,tetapi aku ingin sekali bertemu dengannya.
Aku duduk meringkuk sambil memeluk kedua kakiku di sebelah apartemennya dan berharap ia akan datang secepatnya.
--------------------------------------------------
Seung Hyun POV
Hari ini hujan turun deras sekali,untung saja sekarang sudah berhenti.
‘Akhirnya sampai di rumah juga,’ kataku dalam hati.
Aku menaiki tangga menuju apartemenku yang berada di lantai dua itu.
Dari kejauhan aku kaget melihat ada seorang gadis yang duduk meringkuk di sebelah apartemenku.
Terlihat pakaian dan rambutnya sudah basah kuyup.
Dari hal itu aku mengetahui bahwa pasti tadi ia kehujanan.
Karena penasaran,maka aku mendekati gadis itu.

“Min Young?” aku kaget melihat wajahnya.
“Min Young,buat apa kau datang ke sini? Kau kehujanan lagi?” tanyaku panik.
“Gwenchana,Oppa....” ia tersenyum padaku,tetapi kedua matanya masih terpejam.
“Oppa,jangan pernah tinggalkan aku lagi,” katanya lirih.
Meninggalkannya?
Mengapa ia berkata seperti itu?
Memang kapan aku pernah meninggalkannya?
Ia memelukku.
Aku benar-benar kaget.
Bisa kurasakan seluruh tubuhnya mengigil karena terguyur air hujan.
“Min Young,aku tidak pernah meninggalkanmu,” bisikku sambil membalas pelukkannya itu.
Ia tidak merespon kata-kataku barusan.
Kulihat kedua matanya sudah benar-benar terpejam.
--------------------------------------------------------


Characters in this Chapter :
-Kim Min Young : murid yang baru naik kelas ke SMA yang hobinya dengerin musik
- Seung Hyun (TOP) : anak “beradalan”,kakak kelas Min Young,personil dari Big Bang
-Seung Ri (Victory) : temen sekelas sama Min Young yang juga personil Big Bang termuda
-Min Hee Sung : tetangga baru Seung Hyun yang ditaksir Seung Ri
-Cho Kyu Hyun : mantan pacar Min Hee Sung


Chapter 8

Seung Hyun POV
Min Young memelukku.
Aku benar-benar kaget.
Bisa kurasakan seluruh tubuhnya mengigil karena terguyur air hujan.
“Min Young,aku tidak pernah meninggalkanmu,” bisikku sambil membalas pelukkannya itu.
Ia tidak merespon kata-kataku barusan.
Kulihat kedua matanya sudah benar-benar terpejam.
Tiba-tiba ia berkata,”saranghe,Oppa.”
Hatiku semakin kaget mendengar kata-katanya itu.
Bukannnya kemarin ia bilang bahwa ia masih mencintai Dong Wook,lalu mengapa kata-katanya barusan itu ditujukan kepadaku?
Mungkin itu hanya rasa sayang kepadaku yang sekarang ia anggap sebagai Oppanya.
“Saranghe,Min Young,” balasku.
Lalu ia melepaskan pelukkannya dan merjingkit,kemudian ia menempelkan bibirnya ke bibirku.
Aku tersontak kaget.
“Min Young,apa yang kau lakukan?” aku menghentikan ciumannya.
“Saranghe,” jawabnya.
‘Mungkin ini semua hanya halusinasiku belaka,’ kataku dalam hati.
“Jinja?” tanyaku meyakinkan hal yang barusan ia bilang.
Ia mengangguk dengan wajah bahagia.
Melihat jawabannya itu,membuatku benar-benar bahagia dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Lalu kugendong dia masuk ke dalam apartemenku.
-----------------------------------------------
Sementara itu,di saat yang sama...
Seung Ri yang tidak sengaja bertemu dengan Hee Sung di mini market,mengajak Hee Sung untuk makan bersama.
“Noona,kalau aku boleh tahu sebenarnya apa yang kau lakukan kemarin di apartemen Hyung?” tanya Seung Ri sambil melahap makanannya.
“Oh,aku hanya bermain ke apartemennya sebentar untuk mengatasi kejenuhanku kok,” Hee Sung menjawab dengan santai.
“Lalu mengapa Min Young begitu sedih sesudah pergi ke apartemen Hyung?” Seung Ri tidak sengaja terlalu keras mengucapkan gumamannya sendiri.
“Min Young? Siapa dia?”
“Dia itu temanku dan juga orang yang dicintai oleh Hyung,tapi sayangnya ia menolak pernyataan cinta dari Hyung.”
“Lalu mengapa ia sedih saat melihatku berada di kamar Seung Hyun?”
“Justru itu,aku juga tidak tahu penyebabnya...tapi sebenarnya apa yang Noona lakukan bersama Hyung kemarin?”
“Kemarin aku hanya meminjam pundaknya saja kok.”
“Mwo?”
“Weiro?”
“Memang salah?”
“Mm,tidak juga sih...”
“Baiklah,akan kuceritakan kepadamu alasan mengapa aku melakukan hal itu....sebenarnya aku kemarin baru disakiti oleh seseorang,” jelas Hee Sung.
“Pacarku selama ini telah membohongiku....kemarin aku baru mengetahui bahwa dia sudah mempunyai isteri,tetapi walaupun begitu aku masih tetap mencintainya,” lanjut Hee Sung.
“Lalu? Apa masalahnya?” Seung Ri yang penasaran mencoba mengorek informasi lagi.
“Setelah sekian lama kami berhubungan,akhirnya ia memutuskan untuk lebih memilih isterinya dan meninggalkan aku...walaupun aku tahu jika ia memang hal terbaik yang harus ia lakukan,tetapi aku masih tidak bisa menerima bahwa ia telah mempermainkanku dari awal,” Hee Sung menangis.
“Sudahlah,Noona laki-laki seperti itu memang benar-benar tidak mempunyai perasaan,” Seung Ri berusaha menenangkan tangisan Hee Sung.
----------------------------------------------
Seung Hyun tiba-tiba menggendong Min Young masuk ke apartemennya itu.
“Oppa,sudah..turunkan aku sekarang! Aku bisa berjalan sendiri kok!” teriak Min Young sambil tertawa.
Seung Hyun yang tidak mendengarkan kata-kata Min Young segera meletakannya di sofa.
Min Young masih saja menggigil kedinginan akibat bajunya yang basah itu.
“Ini,” kata Seung Hyun sambil menyerahkan celana pendek dan kemeja putihnya dari lemari.
“Mwo?” sahut Min Young yang masih bingung dengan apa yang dilakukan Seung Hyun.
“Ganti pakaianmu dulu,tapi mungkin pakaianku ini terlalu besar untukmu,” lanjut Seung Hyun.
“Gwenchana,aku ganti dulu,” kata Min Young sambil mengambil pakaian yang disodorkan.
Saat Min Young mengganti bajunya,Seung Hyun masih belum bisa benar-benar percaya dengan apa yang dikatakan Min Young hari ini.
Padahal saat hari ulang tahunnya,saat ia memberanikan diri untuk menyatakan cintanya,Min Young dengan tanpa perasaan menolaknya tetapi saat situasi yang tak terduga seperti ini Min Young malah mau menerimanya cintanya yang dulu ia sia-siakan itu.

Krreek...
Bunyi pintu terdengar dari kamar mandi.
“Kau sudah selesai?” tanya Seung Hyun sambil menahan tawa.
“Apa yang Oppa tertawakan?” Min Young mencari hal yang salah pada dirinya.
“Kau lucu sekali memakai bajuku,” Seung Hyun masih saja menahan tawanya.
“Iya,memang baju ini terlalu besar,tetapi Oppa tidak perlu mentertawaiku sampai seperti itu,” protes Min Young dengan muka cemberut.
“Ya sudah,aku tidak akan mentertawakanmu lagi,” Seung Hyun berhenti tertawa dan membawa Min Young menuju sofa ruang tamu.
“Ini,minum dulu,” Seung Hyun menyerahkan teh panas kepadanya.
“Gomapta,Oppa”
Seung Hyun ikut meminum teh itu dan kemudian membuka pembicaraan,”sebenarnya apa yang kau pikirkan sampai kau rela hujan-hujanan demi datang ke sini?”
“Mmm~ aku juga tidak tahu,Oppa” Min Young tersenyum jahil.
“Kau ini bagaimana sih,ingin pergi tetapi tidak mempunyai alasan,” Seung Hyun bingung.
“Sudah lah,Oppa jangan bertanya soal itu lagi,” Min Young berusaha mengalihkan pembicaraan.
Seung Hyun tiba-tiba meletakkan gelasnya di meja,kemudian ia duduk di sebelah Min Young.
“Min Young,” Seung Hyun memeluk Min Young dari belakang.
“Oppa,kau ini kenapa sih?”
“Gwenchana,aku hanya senang sekarang kau benar-benar sudah menjadi pacarku.”
“Tidak juga,aku masih harus menyelesaikan janjiku dengan Dong Wook Oppa.”
“Mengapa ia hanya mengganggu saja,”protes Seung Hyun.
“Tidak juga,ia juga baik padaku kok,” balas Min Young.
“Kau ini benar-benar mau menyiksaku? Buat apa kau puji-puji dia di depanku,” Seung Hyun mulai protes.
“Oppa,kau ini mudah sekali marah padahal kan aku hanya bercanda,” Min Young hanya tertawa dengan sifat Seung Hyun yang seperti anak kecil itu.
“Oppa,boleh aku memanggilmu Seung Hyun saja tidak?” tanya Min Young yang masih berada di pelukan Seung Hyun.
“Tidak”
“Weiro?”
“Karena aku lebih suka dipanggil Oppa olehmu.”
“Oppa ini benar-benar aneh!”

Min Young dan Seung Hyun menikmati kebersamaan mereka yang singkat ini.
Walaupun Min Young tahu sebenarnya ada masalah besar yang ada di hadapinya.
Tetapi ia berusaha bahagia di depan Seung Hyun.
---------------------------------------------------
Keesokkan harinya adalah hari Minggu,tetapi untuk band rahasia Seung Hyun yang bernama Big Bang itu,hari Minggu merupakan hari latihan.
Seung Hyun mengajak Min Young pada latihan hari itu.
Tetapi,hal yang mengejutkan adalah Seung Ri yang mengajak Hee Sung.
Seung Hyun yang melihat Seung Ri mengajak Hee Sung hanya tertawa sendiri saja,sedangkan Min Young yang melihat kehadiran Hee Sung langsung tidak dapat berkata-kata.
Namun,anggota Big Bang yang lain ingin mengetahui siapakah wanita yang diajak Seung Ri ini.
“Ya! Kita mendapat tamu baru di sini!” teriak Ji Yong.
“Nuguseo?” tanya Young Bae yang masih sibuk dengan barang-barangnya.
Seung Hyun yang melihat Seung Ri mengajak Hee Sung hanya tertawa sendiri saja.
“Min Hee Sung imnida,” Hee Sung memperkenalkan dirinya.
Setelah itu giliran Seung Ri yang memperkenalkan anggota band yang lain,kecuali Dae Sung yang kelihatannya akan datang terlambat.

Seperti biasa,saat mereka latihan Min Young hanya duduk di sofa di sudut ruangan,tetapi kali ini ia ditemani oleh Hee Sung.
“Kau pacarnya Seung Hyun kan?” tanya Hee Sung yang pertama kali kali membuka pembicaraan.
“Mmm,” Min Young bingung mau berkata apa.
“Sudahlah,aku tahu hubungan kalian yang tidak jelas itu,tetapi aku tahu kau sebenarnya menyukai Seung Hyun kan?” Hee Sung mencoba menganalisa hati Min Young.
Min Young yang sudah diajukan pertanyaan seperti itu,hanya bisa tersenyum simpul saja.
“Oh yah,aku lupa memperkenalkan diriku...Min Hee Sung imnida,” kata Hee Sung sambil menjabat tangan Min Young.
“Kim Min Young imnida,” balas Min Young.
“Soal kejadian kemarin yang di apartemen Seung Hyun itu,aku benar-benar minta maaf...sebenarnya Seung Hyun tidak melakukan apa-apa kok,kalau kau mau menyalahkan...salahkan aku saja,”kata Hee Sung.
“Anio,Onnie...aku sudah memaafkannya kok,” jawab Min Young.

Pembicaraan mereka tiba-tiba terhenti saat Dae Sung datang.
“Mian chingu,aku datang terlambat!” kata Dae Sung.
“Tetapi,ada kabar baik...aku sudah menemukan produser yang mau membuat band kita menjadi terkenal!” teriaknya.
“Wah,bagus itu,” kata Ji Yong penuh semangat.
“Katanya,sebentar lagi ia akan datang ke sini dan akan melihat latihan kita,” lanjut Dae Sung yang masih sangat bersemangat itu.

Setelah beberapa lama latihan,pintu gudang kembali dibuka dan terlihat seorang laki-laki yang mengenakan jas.
“Annyeonghaseo,” sapa Dae Sung.
“Gamshamnida,anda sudah mau datang ke sini,” lanjut Young Bae.
“Cheonmaneyo....oh yah,saya harus memperkenalkan nama saya terlebih dahulu,” katanya.
“Cho Kyu Hyun imnida,” lanjutnya sambil menjabat kelima tangan member Big Bang itu.
Kemudian satu persatu member Big Bang juga memperkenalkan diri mereka masing-masing.

Awalnya kedatangannya disambut baik oleh para member.
Namun tiba-tiba Kyu Hyun melihat ada sesosok orang yang dikenalnya.
Hal yang sama juga dialami Hee Sung,ia mengenali orang yang bernama Kyu Hyun itu.
Karena itu,ia segera bergerak ingin meninggalkan gudang.
Belum sampai pintu gudang,tangan Hee Sung sudah ditahan Kyu Hyun.
“Mengapa kau bisa di sini?” tanya Kyu Hyun.
“Bukan urusanmu,” jawab Hee Sung yang masih berusaha melepaskan diri.
“Sudah lepaskan aku!” teriak Hee Sung.
“Aku mau pergi...waktu itu kau bilang tidak ingin melihatku lagi,” walaupun Hee Sung sudah berkata seperti itu namun Kyu Hyun masih enggan melepaskannya.
Tiba-tiba ada tangan Seung Ri membantu melepaskan Hee Sung dari Kyu Hyun.
“Sudahlah,jangan kau ganggu dia lagi jika kau mau menipunya lagi!” teriak Seung Ri.
“Siapa kau dan kau tidak ada urusan dengan masalah ini!” balas Kyu Hyun.
Seung Ri yang sudah muak dengan tingkah laku Kyu Hyun terhadap Hee Sung tiba-tiba melayangkan tinjunya.
“Seung Ri! Apa yang kau lakukan?!” Hee Sung berteriak dan membantu Kyu Hyun berdiri.
“Bukannya Noona sudah disakiti oleh laki-laki ini? Tapi mengapa kau masih mencintainya?!” tanya Seung Ri yang marah.
“Ini bukan urusanmu! Dan aku ingin pulang sekarang!” Hee Sung meninggalkan tempat itu.
Seung Ri yang masih tidak puas dengan jawaban Hee Sung itu dengan segera mengejarnya.
“Noona!” teriak Seung Ri yang berhasil mencengkram lengan Hee Sung.
“Mwo?!” Hee Sung terlihat kesal.
“Mengapa kau masih mencintai laki-laki itu? Padahal dia sudah melukai perasaan Noona,bahkan ia juga sudah menipu Noona selama ini!”
“Itu bukan urusanmu!” Hee Sung melepaskan tangan Seung Ri di lengannya.
“Saranghe!” teriak Seung Ri.
“Tetapi aku tidak,” jawab Hee Sung yang tanpa berperasaan meninggalkan Seung Ri.
-------------------------------------------------------
Seung Ri POV
Kali ini aku benar-benar dapat merasaakan apa yang dirasakan oleh Seung Hyun Hyung waktu itu?
Di mana seseorang yang kita harapkan dapat menerima kita.
Di mana kita ingin memiliki hati seseorang,tetapi orang itu malah menganggap kita sebelah mata.
Rasanya benar-benar menyakitkan.
Mengapa ia masih belum bisa melupakan laki-laki yang bernama Kyu Hyun itu?
Sebenarnya apa yang ada dipikirannya?
--------------------------------------------------------
“Oppa,apa yang sebenarnya terjadi di antara Hee Sung Onnie dan Seung Ri?” tanya Min Young yang masih menunggu kedatangan Seung Ri di gudang bersama dengan yang lainnya.
“Aku juga tidak mengetahuinya secara jelas,tetapi aku mengetahui bahwa Seung Ri mencintai Hee Sung,” kata Seung Hyun menjelaskan dan kemudian meletakan kepalanya di pundak Min Young.
Min Young hanya diam saja dan sesekali mengelus kepala Seung Hyun.
Namun keasyikkan mereka berdua tidak bertahan lama karena Young Bae yang diam-diam memperhatikan dan berkata,”Aduh,ada pasangan baru di sini!”
Seung Hyun dan Min Young pun kaget dan duduk agak berjauhan.
“Sudah,teruskan saja!” teriak Dae Sung.
“Seung Hyun,waktu itu kau bilang Min Young menolakmu,tapi apa yang sedang terjadi di sini?” tanya Young Bae.
Seung Hyun hanya tersenyum,tetapi tidak menjawab pertanyaannya.
“Jadi kalian benar sudah pacaran kan?” tanya Ji Yong.
“Tidak juga sih,tapi tidak tahu lagi lah,” jawab Min Young malu-malu.
--------------------------------------------------------
Seung Ri kembali ke gudang tempat latihan dengan muka masam.
“Ada apa sebenarnya?” tanya Young Bae.
“Aku menyukai dia,” kata Seung Ri pelan.
“Maksudmu Hee Sung kan?” tanya Ji Yong meyakinkan.
Seung Ri hanya diam.
“Kalau benar kau menyukai Hee Sung,mengapa kau tidak menyatakan saja cintamu itu?” tanya Seung Hyun.
“Kasusku ini sama denganmu,Hyung,” jawab Seung Ri sambil menatap Min Young.
“Maksudmu dia menolakmu?” tanya Seung Hyun.
“Karena laki-laki yang bernama Kyu Hyun itu...ia masih belum bisa melupakannya dan menerima aku,” Seung Ri tidak bisa menahan perasaannya.
“Sudah,sabarlah...kau harus berusaha sedikit lagi dan aku yakin ia pasti sadar akan kebaikanmu itu,” kata Ji Yong yang berusaha memberi semangat.
--------------------------------------------------------
Seung Ri POV
Hari ini sekolah berjalan seperti biasanya dan seperti biasanya juga aku berjalan pulang sendiri,sedangkan Seung Hyun Hyung pastinya sedang merasakan kebahagiaan bimbel bersama Min Young.
Hari ini aku sedang malas pulang ke rumah.
Mungkin aku mau berjalan-jalan dahulu di sekitar lingkungan sekolah,tetapi aku mendengar suara teriakan minta tolong.
Aku berlari menuju suara teriakan itu berasal.
Aku melihat seorang wanita yang sedang diganggu ahjussi-ahjussi.
Aku berusaha mendekat.
“YA! Biarkan dia pergi!” teriakku sok berani.
“Siapa kau? Ada urusan apa dengan dia?” tanya ahjussi itu.
Aku memang tidak tahu siapa wanita itu karena aku hanya melihatnya sekilas.
Namun,tiba-tiba wanita itu berteriak,“Seung Ri! Tolong!”
Saat kulihat wajahnya ternyata ia adalah Hee Sung.
Karena aku ingin melindunginya maka berkata “Dia pacarku!”
“Oh,jadi kau pacarnya! Serahkan uangmu!” teriak ahjussi itu sambil memegang sebilah pisau.
“Araso! Aku akan memberimu semua uangmu asal kau melepaskan dia,” aku mencoba untuk bernegosiasi.
Lalu aku memberikan seluruh sisa uangku hari itu kepadanya.
Namun ahjussi itu tetap saja tidak mau melepaskan Hee Sung.
“Lepaskan dia!” teriakku sambil mencoba melepaskan cengkramannya di tangan Hee Sung.
Ahjussi itu tetap bersikukuh mempertahankan Hee Sung.
Lalu tiba-tiba perutku terasa ditusuk oleh benda tajam,saat kulihat darah sudah melumuri seragamku.
Kakiku rasanya lemas karena rasa sakit itu.
Aku tergoleh lemah tidak berdaya.
Ingin mati rasanya,sakit itu secara perlahan-lahan seolah melumpuhkanku.
-------------------------------------------------
Ahjussi yang menusuk Seung Ri segera kabur dan tidak bertanggung jawab atas perbuatannya itu.
Namun Hee Sung yang melihat apa yang telah terjadi pada Seung Ri segera mendekatinya.
“Seung Ri! Seung Ri! Sadarlah!” teriak Hee Sung sambil menopang kepala Seung Ri yang sudah tergolek lemah.
“Gwenchana... Aku pasti tidak akan mati...karena aku akan selalu melindungimu selamanya,”kata Seung Ri setengah sadar.
“Saranghe..”Seung Ri berbisik dan tak sadarkan diri seketika.
Hee Sung menangis mendengar kata-katanya.
Kemudian dengan segera Hee Sung menelepon ambulance.
--------------------------------------------------
Hee Sung POV
Mianhe Seung Ri!
Karena diriku maka kau menderita,padahal kau sudah kutolak kemarin tetapi hari ini kau rela menyerahkan nyawamu demi diriku.
Aku terpaku saat melihat darah mengotori baju seragam putihnya itu,aku frustasi harus berbuat apa?
Aku tidak pantas mendapatkan cintamu itu,tetapi sekali lagi aku mohon...
Jangan mati!
Karena aku akan merasa bersalah selamanya jika itu terjadi.
--------------------------------------------------


Characters in this Chapter :
-Kim Min Young : murid yang baru naik kelas ke SMA yang hobinya dengerin musik
- Seung Hyun (TOP) : anak “beradalan”,kakak kelas Min Young,personil dari Big Bang
-Seung Ri (Victory) : temen sekelas sama Min Young yang juga personil Big Bang termuda
-Min Hee Sung : tetangga baru Seung Hyun yang ditaksir Seung Ri
-Cho Kyu Hyun : mantan pacar Min Hee Sung
-Choi Dong Wook : pacar Min Young semasa SMP yang masih memegang janjinya


Chapter 9

“Ya! Oppa,kau salah cara untuk mengerjakan soal ini!” Min Young mempeingati kesalahan Seung Hyun.
Seung Hyun bukannya memperhatikan kesalahannya,namun malah melihat keluar jendela.
“Ya! Oppa!” teriak Min Young kesal.
“Mwo?” Seung Hyun berbalik.
“Oppa benar-benar menjengkelkan! Bukannya memperhatikan penjelasanku,tapi malah melamun sendiri!” protes Min Young sambil menunjuk soal.
“Mian,aku tadi merasakan firasat bahwa ada hal buruk yang terjadi,” Seung Hyun meminta maaf.
“Memang apa yang akan terjadi?” tanya Min Young.
“Mana kutahulah,aku kan hanya menebak,”
“Ya sudah,ayo kita belajar lagi,”
“Malas ah~”
“Oppa! Kau ini bagaimana sih! Setiap hari kerjaannya hanya malas melulu,”
Seung Hyun hanya tertawa melihat Min Young yang sedang kesal itu.
Lalu kemudian ia berjalan mendekati Min Young yang sedang duduk di depan mejanya itu.
“Min Young,kau jangan marah dong,” Seung Hyun memeluk Min Young dari belakang.
“Oppa,apa-apaan sih...ini di sekolah tahu,” Min Young berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Seung Hyun.
“Tidak apalah,” Seung Hyun menolak untuk melepaskan pelukannya.
Lama kelamaan Seung Hyun mendekatkan wajahnya ke wajah Min Young.
Tinggal beberapa senti lagi bibir mereka bertemu,namun tiba-tiba handphone Seung Hyun berbunyi.
“Ah,mengganggu saja!” kata Seung Hyun kesal.
Namun,Min Young hanya tertawa kecil melihat wajah Seung Hyun yang kesal itu.
Seung Hyun melihat nama Seung Ri yang tertulis di layar handphonenya.
“Yeoboseyo?” tanya Seung Hyun.
“Seung Hyun! Ini aku Hee Sung,” Hee Sung membalas,suaranya bergetar dan terdengar ia sedang menangis.
“Ada apa? Kenapa kau menangis? Lagipula mengapa handphone Seung Ri sekarang bisa ada di tanganmu?” tanya Seung Hyun yang bingung dengan keadaan Hee Sung.
“Seung Ri...Seung Ri,ia ditusuk orang,” kata Hee Sung terbata-bata.
“Mwo?! Bagaimana bisa?” tanya Seung Hyun kaget.
“Sudah cepat datang ke sini,sekarang aku di rumah sakit!” kata Hee Sung.
“Araso!” Seung Hyun menutup teleponnya.
Seung Hyun dengan segera membereskan tasnya.
“Oppa,kau mau ke mana?” tanya Min Young yang bingung dengan telepon barusan.
“Seung Ri...Seung Ri...ia sekarang di rumah sakit,tadi katanya ia ditusuk orang,” jelas Seung Hyun dengan nada yang lesu.
“Mwo?! Aku juga mau ikut melihat keadaannya,” kata Min Young yang juga ikut membereskan barang-barangnya.
“Ya sudah,pali!” ajak Seung Hyun.
------------------------------------------------
Hee Sung POV
Seung Hyun masih juga belum sadarkan diri.
Dokter bilang bahwa sekarang ia masih ada dalam masa kritisnya.
Aku tidak tahu mau berbuat apa,dari tadi aku hanya bisa duduk termenung di sebelah tempat tidurnya.
Kuperhatikan wajahnya.
Aku bertanya-tanya kepadanya ‘Mengapa kau mau menolongku? Padahal kemarin aku telah menyakiti hatimu.’
Pertanyaan untuknya itu terus-terusan menggema di kepalaku.
------------------------------------------------
“Seung Hyun! Min Young!” seru Hee Sung yang melihat kedatangan Seung Hyun dan Min Young.
“Apa yang terjadi pada Seung Ri?” tanya Min Young penasaran.
Lalu Hee Sung menceritakan kejadian yang menimpa pada Seung Ri dan dirinya tadi siang.
Setelah itu,Hee Sung kembali tidak dapat menahan air matanya.
Min Young yang melihat hal itu berusaha untuk menenangkan Hee Sung,sedangkan Seung Hyun sibuk untuk memberitahu yang lain soal keadaan Seung Ri ini.
“Onnie,sudahlah aku yakin Seung Ri pasti akan bangun dan kembali sembuh,” hibur Min Young yang duduk di sebelah Hee Sung.
“Tapi,aku yang salah! Aku yang jahat! Yang seharusnya ditusuk itu aku!” Hee Sung kembali histeris.
“Sudahlah Onnie,” Min Young menepuk-nepuk bahu Hee Sung.
-------------------------------------------------
Min Young POV
Hee Sung Onnie masih belum bisa menerima hal itu tapi aku berusaha untuk menenangkannya.
Barusan kami bertiga masuk ke ruangan Seung Ri.
Wajahnya terlihat damai,tetapi aku yakin hatinya tidak sedamai kelihatannya.
‘Seung Ri,cepatlah bangun kami semua merindukan keceriaanmu itu,’ kataku dalam hati.

Walaupun kami masih ingin menemani Seung Ri,tetapi hari yang sudah semakin senja mendorong kami untuk pulang.
Namun,Hee Sung Onnie masih saja bersihkukuh untuk menemani Seung Ri.
Akhirnya aku kembali pulang dengan Seung Hyun.
Di sepanjang perjalanan tidak ada satu di antara kami yanug membuka mulut untuk berbicara.
Aku yakin Seung Hyun juga pasti sedang berpikir mengenai sahabatnya itu.

Perjalanan kami di selimuti oleh kesunyian yang menurutku itu sangat membosankan.
Namun,tiba-tiba Seung Hyun berkata,”Min Young,jika aku mengalami hal yang sama dengan yang dialami Seung Ri sekarang,apakah kau akan selalu di sampingku?”
Aku kaget ia bertanya tentang hal itu.
“Oppa,kau jangan mengada-ngada,lagian kata-katamu barusan itu juga sama sekali tidak lucu,” aku membalas tanpa melihat ke arahnya.
“Min Young~a,aku serius? Apa yang akan kau lakukan kalau aku mengalami hal itu?” ia masih saja ingin mengetahui jawabanku.
“Oppa,aku tidak sanggup kehilanganmu sekarang jadi kau jangan membahas hal itu,” jawabku singkat.
“Tapi aku rela kehilangan nyawaku demi orang yang aku sayangi?” Seung Hyun merangkulku.
“Sudahlah Oppa,kau jangan berkata begitu...aku belum mau kehilangan dirimu sekarang,” balasku dengan sepenuh hati.
Seung Hyun hanya tersenyum lalu mencium lembut dahiku.
------------------------------------------------
Seung Hyun POV
Bersama Min Young hari-hariku berjalan dengan menyenangkan.
Hari ini kami bersama-sama membolos bimbel dan berencana menjenguk Seung Ri yang kondisinya belum kunjung membaik.
“Min Young~a,habis dari rumah sakit aku ingin sekali makan di kedai yang waktu itu,” ajakku.
Aku memang rindu dengan saat-saat bersamanya waktu itu.
“Oh,kedai bulgogi itu kan?” Min Young meyakinkan tempat yang ingin kutuju itu.
“De,aku ingin ke sana,” aku menggandeng tangannya.
Namun belum sampai kami melangkahkan kaki keluar gerbang sekolah,seorang laki-laki melambai kepada kami.
“Min Young!” sapanya.
Tanpa diberitahu pun aku sudah mengetahui siapakah dia.
“Buat apa ia datang ke sini lagi,” seruku dengan suara agak pelan.
Walaupun suaraku agak pelan namun aku mengetahui bahwa Min Young mendengar kata-kataku barusan.
“Mian,Oppa,” ia melepaskan tanganku dan kemudian berlari ke arah laki-laki itu.
“Dong Wook Oppa!” Min Young menyapanya dan bertingkah seolah-olah tidak mengenalku.
Aku merasa hatiku sakit namun aku sudah mengetahui resikonya dan bagaimanapun aku harus mencoba bersikap cuek.
----------------------------------------------------
Seung Hyun pergi seorang diri ke rumah sakit.
Ia membuka pintu kamar tempat Seung Ri dirawat dengan lunglai.
Hee Sung yang sedang termenung di sebelah tempat tidur langsung bangkit dan menyapanya,”Seung Hyun,mana Min Young? Tumben ia tidak bersamamu?”
“Sudahlah jangan bertanya soal itu,” Seung Hyun menghindar untuk menceritakan kejadian barusan.
“Bagaimana keadaan Seung Ri? Apakah dokter berkata ia sudah melewati masa kritisnya?” lanjut Seung Hyun.
“Hmm~ kita semua masih belum tahu soal hal itu,tetapi aku hanya ingin ia cepat siuman,” kata Hee Sung.
“Dari kemarin ia hanya mengigau tidak jelas...ia terkadang menyebut namaku,tetapi aku tidak tahu harus berbuat apa,” lanjutnya.
“Sudah sebaiknya kau tidak perlu terus-terusan menjaganya,kan kau masih ada pekerjaan yang lain,lagipula kau bisa meminta bantuan Young Bae,Ji Yong,atau Dae Sung untuk menjaganya,” Seung Hyun memberi nasihat.
“Tidak perlu kok,aku sendiri yang ingin menjaganya,pekerjaan kan bisa diurus nanti,” bantah Hee Sung.
Seung Hyun yang tidak tahu harus berbicara apalagi kepada Hee Sung,akhirnya memilih diam dan memikirkan masalahnya.
“Oh yah,hari ini kau mengapa? Ada yang terjadi di antaramu dan Min Young?” tanya Hee Sung memecah keheningan.
“Aku tidak mau membahasnya,” tolak Seung Hyun.
“Ayo lah,siapa tahu kau membutuhkan teman untuk berbagi cerita?”
“Baiklah...Min Young kembali bertemu dengan Dong Wook pacarnya itu,”
“Pacarnya? Bukankah kau adalah pacarnya?”
“Memang,tetapi ia masih terikat janji dengan pacar lamanya,”
“Lalu bagaimana denganmu?”
“Ia berkata ingin mengaku tentang hubungan kami di depan Dong Wook,tetapi sampai sekarang ia masih belum berani untuk mengatakannya,”
“Tetapi suatu saat jika kalian tidak mengakuinya aku yakin ia akan mengetahuinya sendiri,”
“Mungkin saja,aku saja sudah tidak tahan dengan kebersamaannya bersama Dong Wook yang terus membayangi pikiranku ini.....itu membuat hatiku semakin sakit,”
“Sudahlah,Seung Hyun kau tahan sebentar lagi,Min Young pasti akan segera mengaku hubungan kalian kepadanya,”
-------------------------------------------------------
Hee Sung POV
Tiap hari aku hanya melihat wajahnya dengan mata tertutup.
Tiap hari juga rasa bersalahku kepadanya semakin terasa.
Sudah tiga hari setelah kejadian itu,namun keadaannya sama sekali tidak ada perubahaan.
Tidak ada yang bisa kulakukan.
Sekali-kali aku berbicara kepadanya tetang masalahku dengan Kyu Hyun yang membuatku hampir menangis.
Aku beranggapan bahawa jika aku menangis maka ia akan bangun kemudian memelukku untuk meredakan tangisanku ini,namun sudah berapa banyak air mata yang kukeluarkan,tetapi ia tetap saja memejamkan matanya itu.
Kemarin aku bertanya kepadanya tentang solusi untuk masalah Seung Hyun dengan Min Young namun ia tidak menjawabnya.
Aku berharap jika aku sedih ia akan menghiburku dan jika aku ditindas seperti dulu ia akan kembali bangun dan membelaku.
Terkadang aku menyentuh wajahnya dan aku mengingat kata terakhir yang ia ucapkan sebelum ia terbaring lemah seperti ini.
Rasanya aku ingin sekali membalas kata-katanya itu.
“Saranghe,Seung Ri,” kubisikkan kata itu setiap hari di telinganya.
---------------------------------------------------------
Seung Hyun POV
Ini sudah hari ketiga sejak pertemuan kembali Min Young dengan Dong Wook.
Sejak hari itu aku tidak mempunyai kesempatan untuk mengantarnya pulang ataupun kesempatan untuk bersama menjenguk Seung Ri.
Tiga hari yang lalu aku merasa hidup ini berarti dan membahagiakan,namun sekarang aku merasa kesepian setiap harinya.
Memang awalnya aku sanggup menahan rasa sakitnya,namun lama kelamaan aku jadi muak akan sandiwaranya itu.

Hari ini seperti hari biasanya,Min Young masuk ke kelasku sambil membawa buku-buku saktinya itu.
Aku sedang malas melihat wajahnya itu.
Jadi kuputuskan untuk melihat keadaan di keluar jendela kelas.
“Oppa!” teriaknya sambil membuka pintu.
“Annyeong!” sapanya lagi.
Aku malas menjawabnya,aku tidak membalas kata-katanya itu.
Aku masih tetap mengahadap ke arah jendela.
“Oppa! Kau kenpa?” tanyanya yang mulai berjalan mendekatiku.
“Anio,gwenchana,” aku terpaksa menjawab pertanyaannya itu.
“Gojimal,” katanya pelan.
Aku berbalik dan melihatnya sudah berada di belakangku.
“Aku bosan dan muak dengan sandiwaramu dengan Dong Wook itu,” kataku pelan.
Aku berniat mengambil tasku dan pergi meninggalkannya.
Namun ia lagi-lagi memelukku.
“Oppa,mianhe...jeongmal mianhe,” katanya.
“Aku malas dengan kata-katamu itu,sudah beberapa kali kau mengatakannya namun bodohnya aku mengapa mau mengampunimu yang terus-terusan menyakiti hatiku,” aku melanjutkan langkahku.
“Saranghe...yeonghwoni saranghe,” teriaknya.
Belum sempat berbalik namun pintu kembali terbuka.
Betapa kagetnya aku dan Min Young saat melihat siapa yang datang.
“Jadi kau punya hubungan spesial dengan orang yang kau bilang Oppamu ini!” teriak Dong Wook.
“Oppa,aku memang..” belum sempat ia menjelaskan hubungan kami Dong Wook tiba-tiba melayangkan tinjunya ke wajahku.
“Apa masalahmu? Kita bisa membicarakan masalah ini baik-baikkan,” ajakku.
Namun ia tidak mendengarnya dan hendak memukulku lagi.
Aku menghindar dan membalas menghajar wajahnya.
------------------------------------------
Min Young POV
Mengapa mereka menjadi bertengkar?
Apa yang harus aku lakukan?
“Hentikan!” teriakku namun mereka tidak mendengarnya.
Aku bisa melihat wajah Seung Hyun dan Dong Wook Oppa yang sudah memar dan berdarah-darah namun mereka tetap saja tidak mau menghentikan perkelahian mereka itu.
“Hentikan!” teriakku lagi yang hendak menangis.
Setelah teriakkan itu Seung Hyun tersungkur di lantai sambil menggeliat kesakitan.
Melihat kesakitannya itu sudah hampir membuatku menangis,namun aku hanya dapat berteriak-teriak ketakutan.
Aksi Dong Wook Oppa tidak berhenti sampai di situ saja,Seung Hyun yang sudah tersungkur di lantai hendak ditendangnya,namun tiba-tiba ada rasa ingin melindungi yang datang padaku.
Tanpa memikirkan resikonya,aku memeluk tubuh Seung Hyun dan hasilnya pinggangku terkena tendangan yang dilancarkan Dong Wook Oppa.
Memang sakit rasanya namun aku bahagia dapat melindungi Seung Hyun.
Seung Hyun yang melihatku memelindunginya,sedangkan Dong Wook Oppa kecewa melihat aku lebih memilih Seung Hyun dibandingkan dirinya.
‘Mianhe,Oppa tetapi aku lebih bahagia bersama Seung Hyun,mianhe karena telah mengingkari janji yang telah kita buat,’ kataku dalam hati.
---------------------------------------------
Di saat yang sama awal dari kepanikan menyerang Hee Sung.
Hee Sung yang sedang tertidur pulas di sebelah Seung Ri yang sedang tergolek lemah tiba-tiba mendengar suara.
Tuuuuuuuuttttttt......
Hee Sung terbangun dengan kaget karena suara itu.
Di lihatnya dengan mata samar-samar,alat pencatat detak jantung Seung Ri berubah menjadi menakutkan.
“Seung Ri! Seung Ri!” teriaknya sambil menggoncang-goncang tubuh Seung Ri yang tidak bergeming itu.
“Irona! Kau jangan mati!” Hee Sung masih berteriak-teriak histeris dan memencet bel untuk memanggil dokter.
-----------------------------------------------
Hee Sung POV
Seung Ri,mianhe...
Jangan tinggalkan aku!
Jangan pergi!
Aku masih ingin kembali melihat...
kau yang ceria,kau yang selalu membelaku,dan kau yang selalu mengejar-ngejar aku walau aku menolaknya.
Kembalilah,aku membutuhkanmu!
------------------------------------------------

Label: