<xmp> <body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d7457634820015561536\x26blogName\x3dBehind+the+Scene+of+My+Life\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://chingzz-daily.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://chingzz-daily.blogspot.com/\x26vt\x3d-3169458302945196764', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> </xmp>
Welcome

I've already left this blog but I will be happy if you still take a look on my old fan fiction :D

The Princess
Add your profile goes here.
Hi and Hello!
Let me introduce my name then~ Ching Ching is speakin' here! Scream out loud and be ready for the rockin' blog YEAH! This is the second blog I got here, the first is on LiveJournal, and I used that as my fan fiction park ♥♥ I'm Chinese who live in country named Indonesia, so I usually speak in Bahasa. I love lurking around at SOOMPI, check the request thread and help them all that had a problem about NG and GASOO poster. And by the way, I had a Tumblr. I use that page as my poster and banner gallery. So please welcome then~ I'll be glad to know that someone has visited it. I would to tell about my emptiness, problems and experiences on here.. So, just shut up and listen then! *LMFAO*.

Links
Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here

Archives
September 2009
Oktober 2009
November 2009

Layout ©

ME. kynzgerl
CODES. manikka
BRUSHES. 1 2
IMAGES. 1 2
The 2 paper heart: moargh.de
SOURCE. BLOGGER BLOGSKINS IMAGESHACK
Minggu, 13 September 2009

Heartquake


Jepang, 15 Mei 1998

Pagi itu matahari besinar sangat secerah,seorang gadis dari sebuah keluarga Korea yang berumur empat tahun bersiap-siap menginggalkan rumahnya untuk pergi ke sebuah taman.
“Omma...Appa...aku berangkat!” teriaknya sambil mengenakan sepatu.
Ia sangat riang membawa tasnya menuju taman di dekat rumah.
Tidak aneh jika ia tersenyum-senyum sendiri hari itu,hal itu disebabkan karena hari itu adalah hari ulang tahunnya.
Ia sudah tidak sabar melihat hadiah-hadiah apa saja yang diberikan teman-temannya.
Cuaca hari itu sangat cerah,namun tidak menyangka bahwa hari itu terjadi gempa dashyat.
Terdengar teriakan-teriakan minta tolong,namun siapa yang dapat menghentikan gempa itu.
Gadis mungil yang tadinya tersenyum bahagia,dalam sekejap berganti mimik muka menjadi wajah yang ketakutan.
Ia tidak tahu harus melakukan apa,tanpa berpikir panjang akhirnya ia berlari kembali ke arah rumahnya.
Namun sayang usahanya sudah terlambat,seluruh bangunan termasuk rumahnya telah menjadi puing-puing yang berserakan di tanah.
“Omma! Appa!” sang gadis hanya dapat berteriak-teriak histeris mencari kedua orang tuanya.
Akan tetapi,ia tidak dapat menemukannya.
Sudah berpuluh-puluh kali ia meneriakkan kata-kata itu namun tidak ada yang membalas teriakkannya itu.
Sang gadis akhirnya berjongkok dan menangis.
“Appa...Omma...di mana kalian? Jangan tinggalkan aku sendiri di sini,” katanya sambil menangis.
Tiba-tiba sebuah tangan terjulur di depan wajah gadis itu.
Sang gadis melihat orang yang menjulurkan tangan itu.
Ia seorang anak laki-laki yang mungkin usianya sekitar dua belas tahun.
“Sudah jangan menangis,ke mana orang tuamu?” tanya anak laki-laki itu.
Gadis itu merasa tertolong karena anak laki-laki itu sama-sama orang Korea seperti dirinya.
“Mereka semua telah meninggalkanku,” jawab gadis itu sedih.
“Baiklah,mulai sekarang keluargaku akan merawatmu,” jawabnya.
------------------------------------------------
Korea,15 Mei 2009

Hee Lim POV
Sejak kejadian gempa dasyhat yang menimpa keluargaku di Jepang waktu itu aku hidup bersama keluarga Jung.
Tepatnya bersama Oppaku yang bernama Jung Yun Ho itu.
Sejak dua tahun lalu,Oppa pindah ke Korea untuk kuliah di sini dan aku ikut bersamanya.
Walaupun ia bukan Oppa kandungku,namun ia tetap aku anggap sebagai Oppaku.
Jika tidak ada dirinya saat itu,mungkin sekarang aku sudah menjadi gembel di Jepang sana.

Hari ini,hari ini tepat hari ulang tahunku.
Tahun lalu ulang tahunku berlalu dengan sederhana dan sepi.
Aku hanya merayakannya bersama Oppaku,namun walaupun hanya sederhana..
Aku berharap ia tidak melupakan ulang tahunku itu.
End of Hee Lim POV

Yun Ho POV
Pagi hari ini,malaikatku ulang tahun...
Saengil chukahamnida,Hee Lim~a...
Sudah peratus-ratus kali aku mengucapkan kata itu sejak tadi malam,aku tidak sabar membuat kejutan untuknya.
Hari ini aku pagi-pagi sekali aku bangun dan mengambil pesanan kue yang kemarin aku pesan.
Krek....
Kubuka pintu apartemen dengan perlahan.
Ternyata ia belum bangun.
‘Huh,lebih baik begitu,dengan begitu kejutanku dapat berjalan dengan lancar,’ ucapku dalam hati.
Setelah kupersiapkan segalanya,aku mulai membawa kue tart yang bertancapkan lilin angka lima belas tahun ke kamarnya.
“Hee Lim~a,irona,” kataku sambil tersenyum.
“Mmm~ Oppa,nanti saja aku masih mau tidur,” ia menolak untuk bangun.
Kutarik selimutnya dengan tanganku yang satu,namun ia malah menarik kembali dan bersiap untuk tidur kembali.
“Saengil chukahamnida...saengil chukahamnida,” aku bernyanyi.
Mendengar nanyian itu ia langsung terduduk dan terlihat wajahnya langsung berubah bahagia.
Ternyata rencanaku yang ini berhasil.
“Oppa! Gomapta....!!” teriaknya sambil memelukku.
“Aku kira Oppa akan melupakan hari ulang tahunku,” lanjutnya.
“Mana mungkin? Setiap tahun aku akan selalu ingat tanggal ini,ini tanggal di mana kita pertama bertemu juga kan?” ucapku.
“Sekarang kau tiup dulu lilin ini,lalu kita makan bersama kuenya,” lanjutku.
Ia pun meniupnya,kemudian mencolek cream kue dan memeperkannya di wajahku.
“Ya! Hee Lim!” balasku sambil memeperkan balik crem itu ke wajahnya.
End of Yun Ho POV
---------------------------------------------------
Setelah acara kejutan itu Hee Lim berangkat ke sekolahnya,sedangkan Yun Ho pergi ke tempat kerjanya.
Yun Ho yang sekarang bekerja di sebuah kedai kopi di Seoul dan Hee Lim yang berusia lima belas tahun itu masih duduk di kelas 10.

Hee Lim pergi ke sekolah dengan berjalan kaki.
Namun untungnya ia mempunyai seorang teman baik di sekolahnya dan untungnya lagi,teman baiknya itu populer di sekolah karena kekayaannya dan ketampanannya.
Jadi terkadang ia pergi ke sekolah dengan menumpang kendaraannya itu.
“Dong Hae,hari ini aku boleh ikut mobilmu kan ke sekolah?” tanya Hee Lim yang tidak sengaja bertemu Dong Hae di jalan.
“Pastinya,mari masuk,” Dong Hae membuka pintu mobilnya dari dalam.
Hee Lim segera masuk dan menutup pintu.
Baru saja ia duduk,tiba-tiba Dong Hae berteriak,”saengil chukahamnida!”
Ia menyodorkan sebuah kotak kecil.
“Gamsahae,Dong Hae~a!” Hee Lim segera menerima kotak itu.
“Aku kaget kau berteriak seperti itu,tetapi aku senang kok,” lanjut Hee Lim sambil tersenyum.

Dong Hae POV
Akhirnya aku dapat memberikan hadiahku itu kepadanya.
Sudah lama,aku menjadi sahabatmu Hee Lim,namun sebenarnya aku ingin hubungan kita lebih dari itu.
Mungkin ini saatnya untuk memulai hubungan yang lebih dengamu.
End of Dong Hae POV
--------------------------------------------
Hee Lim POV
Ulang tahun hari ini benar-benar membahagiakan..
Jarang sekali,aku mendapat banyak kado begini.
Biasanya hanya Oppa yang memberikan kado kepadaku,tetapi aneh sekali hari ini,Dong Hae saja ikut-ikutan memberi kado.

“Oppa! Aku pulang!” teriakku sambil membuka pintu apartemen.
“Oh,banyak sekali bawaanmu hari ini,” Oppa segera membantuku membawa kado-kado itu.
“Ini kado-kado dari teman-temanku,” jawabku.
“Tumben sekali tahun ini banyak yang memberimu kado,” katanya sambil meletakkan kado-kado itu.
“Aku sudah menyiapkan makanan malam,” lanjutnya.
“Araso,kali ini acara makan malamnya akan digabung dengan acara membuka kado,” kataku bersemangat.

Kubuka kado-kado dari teman-temanku satu persatu.
Banyak kado yang lucu,ada yang memberiku boneka,ada yang memberiku tas,kemudian ada juga yang memberiku CD Super Junior Sorry,Sorry.
Terakhir kado yang kubuka adalah kado dari Dong Hae.
‘Kira-kira apa isinya?’ tanyaku dalam hati sambil menggoyangkan kotak itu ke kiri dan ke kanan.
“Sudah cepat dibuka,daripada isinya sudah rusak karena kau goyang-goyangkan terus,” protes Oppa yang melihatku penasaran dengan isi kado itu.
“Araso,” kubuka kotak itu.
Ternyata isinya adalah sebuah kalung dengan liontin berbentuk malaikat.
“Nomu yeppo,” aku menangkat kalung itu tinggi-tinggi.
Lalu segera kukalungkan benda itu di leherku.
End of Hee Lim POV

Yun Ho POV
Ternyata hadiah dari sahabat baiknya yang bernama Dong Hae itu adalah sebuah kalung.
Kalung itu memang cantik,namun mengapa aku begitu iri kepada Dong Hae?
Apa karena aku cemburu melihatnya dapat membahagiakan Hee Lim lebih daripada yang bisa kulakukan?
Selama ini memang Hee Lim hanya menganggapku sebagai Oppa yang menyayanginya,namun aku menyayanginya bukan sebatas adikku.
Tetapi aku menyanyanginya,bahkan mencintainya sebagai seorang perempuan yang selalu mengisi hari-hariku ini.
Selalu membuat hari-hariku tidak terbuang percuma,tetapi ia membuat semua yang kualami ini berarti.
End of Yun Ho POV
--------------------------------------------------
“Hee Lim~a,pulang sekolah kau mau menemaniku berjalan-jalan tidak?” tanya Dong Hae.
“Hmm~ boleh,lagipula aku sedang tidak ada acara sepulang sekolah,” Hee Lim menyetujui ajakan Dong Hae sambil menutup pintu mobilnya.
“Baiklah,aku tunggu kau di depan kelasmu sepulang sekolah,” balas Dong Hae.
“De,annyeong!” Hee Lim pergi menuju kelasnya.

Sepulang sekolah,Dong Hae benar-benar menunggunya di depan kelasnya.
“Sekarang kau mau pergi ke mana?” tanya Hee Lim.
“Ke sebuah tempat yang menyenangkan,” jawab Dong Hae.
Ternyata ia membawa Hee Lim ke sebuah panggung band.
Hari itu yang sedang mengelar panggung adalah G-Dragon yang baru saja menrilis album pertamanya.
Banyak penonton yang datang untuk debut stage-nya pertamanya itu.
Awalnya,acara menonton penampilan G-Dragon itu berjalan dengan baik,sampai tiba-tiba Dong Hae menghilang dari sisi Hee Lim.
“Dong Hae! Dong Hae!” Hee Lim berteriak sambil melihat ke sekitarnya.
Sulit untuk menemukan Dong Hae di kumpulan orang yang ramai seperti itu.
“Dong Hae!” teriaknya sekali lagi,ia sudah mulai menangis karena tidak dapat menemukan Dong Hae.
Akhirnya Hee Lim berjongkok di tengah keramaian itu sambil menangis.
Memang setelah,kejadian gempa dashyat yang membuat dirinya menjadi seorang yatim piatu itu,ia menjadi takut akan kepergian.
Ia takut orang-orang di sekitarnya pergi meninggalkannya sendiri,sama seperti keluarganya yang telah meninggalkannya.

Tiba-tiba ada yang menepuknya dari belakang.
“Ya! Kenapa kau berjongkok di sini?” tanya Dong Hae.
“Ya! Ke mana saja kau?! Dari tadi aku berteriak-teriak mencarimu!” Hee Lim membentak Dong Hae.
“Aku...aku tadi hanya membeli minuman saja,” Dong Hae terbata-bata menjawab pertanyaan itu.
“Gwenchana?” tanya Dong Hae yang memastikan Hee Lim baik-baik saja.
“Sudah,aku mau pulang sekarang,” Hee Lim segera meninggalkan Dong Hae.
“Baiklah,aku antar kau!” teriak Dong Hae.
Hee Lim tidak merespon ajakan itu.
“Mianhe! Ya!” teriak Dong Hae yang merasa bersalah,namun tetap saja Hee Lim tidak berhenti dan berbalik ke arahnya.
------------------------------------------------------
Yun Ho POV
Sudah jam segini,namun ke manakah Hee Lim?
Biasanya ia sudah pulang sekolah.
Tiba-tiba pintu terbuka dan terdengar ada orang yang membantingnya.
‘Mungkin itu dia,’ kataku dalam hati.
Tebakkanku benar,namun ada yang aneh dengannya hari ini.
Biasanya ia akan berteriak ‘aku pulang’ setiap ia membuka pintu.
Tetapi,ke manakah suara itu menghilang?
“Hee Lim,ke mana saja kau?” tanyaku penasaran.
Namun ia malah balas bertanya hal yang tidak ada hubungannya dengan pertanyaanku itu.
“Oppa,mengapa semua orang meninggalkanku?” ia menunduk sedih.
“Siapa yang akan meninggalkanku?” aku berjalan mendekat kepadanya.
“Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu sampai kapan pun,”saat aku berkata seperti itu Hee Lim menangis dalam pelukanku.
“Sebenarnya apa yang telah terjadi?” tanyaku yang masih juga penasaran.
Kemudian ia menceritakan semua hal yang terjadi sebelumnya sambil duduk di sofa.
Saat mendengar ia pergi dengan Dong Hae,hatiku kembali merasa cemburu.
Tetapi,aku harus pura-pura bahagia di hadapannya agar ia dapat melupakan kesedihannya itu.
End of Yun Ho POV
------------------------------------------------------------
Karena terlalu lelah,Hee Lim tertidur di sofa ruang tengah apartemennya.
Yun Ho yang melihat hal itu hanya dapat memaklumi dan membiarkannya tidur.
Sambil menunggunya bangun,Yun Ho menyelesaikan perkerjaannya.
Namun,tiba-tiba lampu apartemen mereka padam.
Semuanya gelap gulita.
Yun Ho yang melihat keadaan seperti itu dengan segera mengambil senter di lemari dan berjalan ke arah Hee Lim yang masih tertidur di sofa.
Ia tertidur sangat nyenyak sampai tidak menyadari bahwa terjadi pemadaman listrik di apartemen mereka.

Yun Ho POV
Aku duduk di sebelahnya yang sedang tertidur itu.
Aku mematikan lampu senter yang kugenggam itu.
“Hee Lim~a,mengapa kau hanya menganggapku sebagai Oppamu saja?” bisikku.
“Apakah kau tidak mempunyai perasaan kepadaku?” lanjutku.
Kemudian aku mengelus-ngelus pipinya itu.
“Saranghae,Hee Lim~a...”
“Aku tahu cinta itu tidak harus memiliki,namun walaupun kau sudah menjadi milik orang lain,perasaanku terhadapmu ini tidak akan pernah aku hilangkan,”
Tidak tahu mengapa,tiba-tiba aku ingin menciumnya.
Kemudian tanpa sepengetahuannya,aku mencium bibir mungilnya itu.
End of Yun Ho POV
----------------------------------------------
Hee Lim POV
Tadi malam aku bermimpi sangat aneh.
Mengapa dalam mimpiku,aku dicium Yun Ho Oppa?
Ia kan Oppaku jadi mana mungkin ia melakukan hal itu.
End of Hee Lim POV
-----------------------------------------------
“Hee Lim~a!” teriak Dong Hae dari kejauhan.
Hee Lim hanya menengok ke arahnya sebentar,namun kemudian ia kembali berbalik setelah tahu siapa yang telah memanggil namanya itu.
“Changkaman!” Dong Hae menarik tangan Hee Lim.
“Ya! Sebenarnya kau mau apa sih?” Hee Lim berkata dengan singkat.
“Untuk masalah kemarin,jeongmal mianhe…aku tidak bermaksud meninggalkanmu sendiri di tempat itu,” Dong Hae member penjelasan.
“Sudahlah,aku sudah memaafkanmu tetapi aku tidak mau meningat-ingat masalah itu lagi,” Hee Lim segera berbalik dan berniat untuk meninggalkan Dong Hae.
Namun,Dong Hae berteriak,”saranghae Hee Lim~a!”
Hee Lim kaget dan berbalik.
“Saranghae,Hee Lim…mau kah kau jadi pacarku? Aku ingin kita lebih dari sekedar teman baik,” ualng Dong Hae.
Hee Lim bingung mau menjawab kata-kata Dong Hae barusan.
Setelah mendapatkan mimpi aneh tadi malam,ia semakin saja bingung dengan situasi yang dihadapinya sekarang ini.
“Hee Lim~a,mungkin kau tidak dapat menjawabnya sekarang,namun aku akan setia menunggu jawaban darimu itu.”
----------------------------------------------------
Hee Lim POV
Ottoke?
Apa yang harus aku lakukan?
Aku harus menerimanya atau menolaknya.
Namun,setelah mendapatkan mimpi aneh tadi malam..aku….aku….
‘Hee Lim~a! Apa yang kau pikirkan! Yun Ho Oppa adalah Oppamu sendiri!” gumamku dalam hati.
Tapi,sejak mendapat mimpi itu aku benar-benar selalu memikirkannya.
Sebenarnya apa yang terjadi pada diriku ini???
End of Hee Lim POV
-------------------------------------------------------
“Oppa!” teriak Hee Lim.
“Apa yang harus aku lakukan?” tanyanya lagi.
“Memang kau ada masalah apa?” Yun Ho membalik.
“Dong Hae mau aku menjadi pacarnya,tetapi aku tidak tahu mau menerimanya atau tidak,” kata Hee Lim polos.
“Mengapa kau tidak menerimanya? Bukankah ia orang yang baik?” Yun Ho menutupi rasa cemburunya.
“Karena…karena aku sudah mempunyai orang yang aku cintai,” Hee Lim malu.
Yun Ho yang mendengar kata-kata itu langsung menatapnya serius.
“Memang siapa orangnya?” Yun Ho penasaran.
Setahu dirinya selama ini orang yang dekat dengan Hee Lim adalah Dong Hae seorang dan mana mungkin ia berpaling ke arah laki-laki lain.
“Orangnya adalah…” Hee Lim tidak sanggup menlanjutkan kata-katanya itu.
“Siapa?” Yun Ho berjalan mendekati Hee Lim.
“Orangnya ada di hadapanku sekarang,” Hee Lim menjawab sambil menutup mata.
Ia tidak dapat membayangkan bagaimana wajah Yun Ho saat mendengar kata-kata itu.
Namun,hal buruk yang dikiranya ternyata salah.
Tiba-tiba Yun Ho memeluknya dan berkata,”na do saranghae Hee Lim~a.”
Hee Lim membalas pelukan Yun Ho itu.
--------------------------------------------
Hee Lim POV
Ternyata selama ini,Oppa sudah memiliki perasaan terhadapku.
Namun,aku memang kurang peka.
Terkadang aku berpikir,betapa bodohnya aku sampai aku tidak menyadari ketulusan hati Oppa yang selama ini ia berikan kepadaku.
Dan aku percaya akan janjinya itu,ia satu-satunya orang yang berjanji tidak akan meninggalkan aku selamanya.

Lalu,nasib hubunganku dengan Dong Hae…
Sekaranga aku tetap bersahabat dengannya,walaupun sudah kutolak pernyataan cintanya itu.
Jika seandainya aku benar-benar menjadi pacarnya,aku akan merasa tidak pantas mungkin..
Karena ia terlalu baik untukku,ia patut mendapatkan seseorang yang lebih baik dari diriku ini…
End of Hee Lim POV
--------------------------------------------

Label: