<xmp> <body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d7457634820015561536\x26blogName\x3dBehind+the+Scene+of+My+Life\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://chingzz-daily.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://chingzz-daily.blogspot.com/\x26vt\x3d-3169458302945196764', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> </xmp>
Welcome

I've already left this blog but I will be happy if you still take a look on my old fan fiction :D

The Princess
Add your profile goes here.
Hi and Hello!
Let me introduce my name then~ Ching Ching is speakin' here! Scream out loud and be ready for the rockin' blog YEAH! This is the second blog I got here, the first is on LiveJournal, and I used that as my fan fiction park ♥♥ I'm Chinese who live in country named Indonesia, so I usually speak in Bahasa. I love lurking around at SOOMPI, check the request thread and help them all that had a problem about NG and GASOO poster. And by the way, I had a Tumblr. I use that page as my poster and banner gallery. So please welcome then~ I'll be glad to know that someone has visited it. I would to tell about my emptiness, problems and experiences on here.. So, just shut up and listen then! *LMFAO*.

Links
Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here

Archives
September 2009
Oktober 2009
November 2009

Layout ©

ME. kynzgerl
CODES. manikka
BRUSHES. 1 2
IMAGES. 1 2
The 2 paper heart: moargh.de
SOURCE. BLOGGER BLOGSKINS IMAGESHACK
Selasa, 29 September 2009

Hay...what's up?! *teriak geje*
Gw dateng lagi niyh....sekarang gw pengen ngeshare Fan Fic (FF) pertama yang gw buat en belum tamat sampai sekarang haha...sebelumnya ini emang udah dipost di forum *lu tau lah*,tapi gara'' banyak temen gw di kelas yang pengen baca juga *yang merasa orangnya acung tangan*,mungkin gara'' mereka terpesona sama FF One Shot gw haha...*GR amat sih* jadi gw post aja haha...

Oke,kali ini gw bakal ngepost dari chapter 1 sampe 3 dulu...soal takut pada ga minat...hehe...*sok low-profile*
En pesan dari gw adalah..JANGAN LUPA KOMENNYA oke? oke?
Kalo yang ga punya google account,lu tulis aja di chatbox yang di pinggir itu noh...*keliatan kan*
Oke? Oke? Gw tunggu loh..soal kalo lu ga komen,ntar gw ga bakal post yang selanjutnya...*belagu*
Oh yah,kalo ada kata'' bhs Korea yang ga lu ngerti..lu boleh tanya di komen ato ga..boleh tanya di wall FB gw..
ni accountnya...ching-ching_gcv@hotmail.com...
Gw tunggu yah...*digeplak gara'' banyak ngomong en ga ngepost'' ffnya...*
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
You’re The Key of My Secret


Characters in this Chapter :
-Kim Min Young : murid yang baru naik kelas ke SMA yang hobinya dengerin musik
- Seung Hyun : anak “beradalan”,kakak kelas Min Young
-Eun Hye : teman baru Min Young yang hobinya baca ramalan bintang
-Seung Ri : temen baik Seung Hyun yang sekelas sama Min Young


Prologue

“Yey,kita lulus!” kata Min Young sambil memeluk teman baiknya,So Hee.
”Tapi sayang karena sudah lulus jadi kita tidak bisa bertemu lagi deh...”jawab Soo Hee sambil agak menundukkan kepala.
”Tenang sajalah,kita kan masih bisa kontak-kontak lewat telepon”jawab Min Young dengan santai.
Sambil menjawab pertanyaan temannya itu ternyata ia tidak sengaja mendengarkan suara-suara samar dari salah satu gudang sekolah yang kedengaran asyik dibenaknya.
Tapi sayang sebelum dia menelusuri suara yang mencurigakan tersebut,dia sudah keburu diajak pergi oleh Soo Hee untuk merayakan kelulusan mereka.


Chapter 1

“Ya...Min Young,cepat bangun!!Kamu tidak mau sekolah apa??Ini kan hari pertama kamu masuk SMA!”
Suara teriakan yang keras itu berasal dari umma nya Min Young.
Walau pun suaranya sudah sangat keras tetapi respon dari Min Young hanya...”Umma,pagi-pagi kok berisik sekali?Iya,aku bangun.”
Setelah mandi dan memakai seragam barunya,Min Young pergi ke sekolah.
Karena ia baru pindah dari sekolah lamanya jadi ia tidak mempunyai teman satu pun di sekolah barunya ini.
Sebelum berangkat ke sekolah,ia hanya diberitahu bahwa ia nanti akan masuk kelas 10B.Namun sayangnya,ia tidak tahu letak kelasnya itu jadi ia bermaksud untuk bertanya kepada salah satu murid di sekolah itu.
Tiba-tiba muncul seorang murid laki-laki yang kelihatannya berandalan.
Karena terlihat berandalan,Min Young melihat murid itu dengan tatapan sedikit takut.
Tetapi,siapa sangka ternyata murid laki-laki itu melihat respon aneh dari Min Young terhadap dirinya dan berkata dengan galaknya “Heh,anak baru ada apa lihat-lihat?”
Min Young yang agak ketakutan malah menjadi kesal dengan sikap murid yang kesok itu.
---------------------
Min Young POV
Aneh sekali anak itu.Mentang-mentang senior di sini,gayanya sok sekali...
Nanti awas kalau kita ketemu lagi,pasti aku balas sikapnya itu....
---------------------
Seung Hyun POV
Anak di koridor itu lucu sekali sikapnya sepertinya ia kebingungan sambil rada ngeri natap gue,mungkin kayaknya dia anak baru deh...
Gue kan udah terkenal kebadungannya di seantero sekolah,gengsi dong kalau ngebantu anak baru,cewek lagi.
----------------------
Pikiran Min Young tetap saja tertuju kepada rencana pembalasan dendamnya ke murid yang berandalan itu dan tanpa sadar ia menabrak seseorang.
”Aduh!”kata seorang murid permpuan sambil mengusap-ngusap lututnya yang sakit.
Min Young yang juga jatuh karena bertabrakan,segera berdiri danberkata,“jesong-hamnida...jesong-hamnida,gwenchana?” sambil membantunya.
Murid itu menggelengkan kepalanya dan berdiri.
Bukannya marah,tetapi murid itu memperhatikan wajah Min Young yang terlihat asing di sekolah itu dan berkata,”kau murid ya di sini ?”
Min Young yang bingung dengan keanehan sikapnya itu kemudian mengangguk dan menjawab,”yé,aku memang murid baru di sini,namaku Kim Min Young dan aku sekarang sedang mencari kelasku,kau tahu di mana letak kelas 10B?”
“Wah,kau kelas 10B...sama dong aku juga kelas 10B,mari aku antar kau ke kelas.”
Dengan sigap murid itu menarik tangan Min Young untuk mengikuti gerakannya,kemudian ia berkata,”Maaf,aku lupa memperkenalkan namaku,aku Eun Hye...salam kenal.”
-------------------------
Suasana kelas 10B ternyata sangat ramai.
Murid laki-laki banyak yang sedang duduk di atas meja sedangkan murid-murid perempuan membentuk beberapa gerombolan kecil dan mendiskusikan sesuatu.
Min Young yang telah sampai di kelasnya,agak sedikit terkejut dengan suasananya yang jauh dari yang ia bayangkan.
Dia hanya bisa bengong dan berdiri di ambang pintu kelas saja saking terkejutnya,tapi lamunannya diganggu oleh Eun Hye yang berteriak,”ya,ayo masuk jangan berdiri di sana saja.”
Min Young yang kaget,langsung berlari menuju temannya yang memanggil dan meletakkan tasnya di meja kosong di belakang tempat duduk Eun Hye.
Setelah itu Min Young duduk dan berbincang-bincang dengan Eun Hye yang secara tidak langsung sudah menjadi teman baiknya di sekolah itu.
Eun Hye yang pertama membuka topik dengan pertanyaan yang menurut Min Young tidak penting,yaitu “kau lahir di bulan apa?”
Min Young yang sedang rada begong menjawab,”hah?buat apa kau tanya hal-hal yang seperti itu?”
Eun Hye tidak menjawab melainkan menunjuk bagian ramalan bintang yang ada di sebuah majalah remaja.
“Umm,buat itu,”jawab Min Young yang sudah mengerti maksud dari pertanyaan Eun Hye.
“Aku lahir tanggal 4 November,tapi tahunnya rahasia yah...” lanjut Min Young sambil cengengesan.
“Ooo...November awal ya,berarti kamu bintangnya Scorpio dan ramalanmu buat minggu ini lumayan bagus” balas Eun Hye sambil tersenyum.
“Oh yah?” tanya Min Young penasaran.
“Majalah ini bilang kalau kamu akan bertemu dengan laki-laki yang sifatnya tidak kamu sukai,tapi ternyata dia butuh perhatian dari kamu,”jawab Eun Hye.
“Hah?Kok aneh yah ramalannya,”balas Min Young dengan cuek.
------------------------
Min Young POV
Ramalannya kok aneh yah....tapi namanya juga ramalan pasti itu semua bohong.
Lagian siapa laki-laki sedang dekat dengan aku .
Aku kan anak baru di sekolah ini dan masih belum kenal dengan siapa-siapa kecuali dengan Eun Hye.
Sudahlah,namanya juga ramalan...bagaimana aku bisa percaya dengan hal-hal yang tidak nyata seperti itu.
-------------------------
Acara ngobrol-ngobrol Min Young dan Eun Hye tidak sengaja tersela oleh perkenalan seseorang yang datang tiba-tiba di sebelah Eun Hye.
“Hai,”sapanya.
“Kau murid baru ya di sini?”tanyanya ke arah Min Young.
Min Young yang tadi melihat ke arah Eun Hye otomastis kaget dan mengangguk pelan.
Eun Hye yang asyik mengobrol juga kaget dan berteriak “Ya,Seung Ri kau ini bikin kaget saja!”
“Oh,maaf....aku hanya penasaran dengan murid ini,” kata Seung Ri sambil menunjuk ke arah Min Young.
“Iya,aku memang murid baru di sini,namaku Kim Min Young,”jawab Min Young sambil tersenyum.
“Min Young,maafkan sahabatku ini...dia memang hobinya mengagetkan orang saja,” kata Eun Hye sambil meninju lengan Seung Ri dengan pelan.
“Aduh,sakit!” teriaknya sambil meringis.
Min Young hanya tertawa melihat tingkah dua orang sahabat di depannya ini.
“Oh yah,Min Young aku belum memperkenalkan diriku,”kata Seung Ri.
“Namaku Lee Seung Hyun,tapi biasanya aku dipanggil Seung Ri,” lanjutnya dengan bangga.
---------------------------
Ting Tong...Ting Tong...
Suara bel masuk kelas pun berbunyi.
Murid-murid yang tadinya duduk di atas meja atau pun yang tadinya bergerombol otomatis langsung berlari ke tempat duduknya masing-masing.
Mr.Lee pun masuk kelas dan menyapa para murid,”selamat pagi!”
“Ya,hari ini kita kedatangan murid baru yang bernama Kim Min Young,”lanjutnya.
“Min Young,tolong berdiri supaya teman-teman yang lain dapat mengenalimu,” suruh Mr.Lee.
Min Young pun berdiri kemudian ia memperkenalkan dirinya,”annyeonghaseyo,naneun Kim Min Young imnida.”
-------------------------
Pelajaran pun dimulai,pelajaran pertama hari ini adalah pelajaran matematika yang merupakan pelajaran yang dibenci bagi banyak kelangan orang,tetapi lain dengan Min Young yang sangat menyukai pelajaran tersebut.
Mr.Lee menuliskan beberapa soal di depan dan bertanya,”adakah yang bisa menyelesaikan soal di depan?”
Saat pertanyaan diajukan,banyak murid yang tertarik untuk menjawab karena jika mereka dapat menjawab soal tersbut maka biasanya Mr.Lee akan memberikan nilai tembahan,tetapi lain dengan hari ini karena soal yang diberikan bukan soal yang mudah.Oleh sebab itu,tidak ada satu orang pun yang berminta mengacukan tangan setelah melihat soalnya.Tapi,lain dengan Min Young...
“Saya,Pak!” dengan yakin Min Young menacungkan tangan dan maju ke arah papan tulis untuk mengisi soal tersebut.
Hanya dalam waktu beberapa detik,soal di papan sudah berhasil diisinya dengan mudah.
Karena soal tersebut,Mr.Lee terkesan dengan kemampuan Min Young dalam pelajaran Matematika.
Seketika itu,Mr.Lee berpikir tentang ide yang menurutnya cemerlang.
----------------------
Min Young POV
Sekarang sudah jam istirahat,enaknya ngapain yah?
Ke kantin ahh~....
Umma,benar-benar kejam.Di hari pertama sekolah,masa aku tidak dibawakan bekal,perutku sudah keroncongan begini.
----------------------
“Min Young,jangan bengong dong! “ sahut Eun Hye.
Lamunan Min Young terganggu oleh suara Eun Hye.
“Ayo,kita pergi ke kantin...perutku sudah keroncongan begini,”kata Seung Ri yang tiba-tiba datang sambil memegang perutnya yang kelaparan itu.
“Oke,baiklah,”jawab Min Young sambil tersenyum agak kecut.
-----------------------
Saat di perjalanan menuju kantin,Min Young lagi-lagi bertemu dengan murid laki-laki yang tadi pagi membuat ia jengkel.Karena Min Young sudah berjanji akan membalas sikapnya,maka sekarang Min Young pura-pura membuang muka saat berpapasan.Namun,sayangnya murid laki-laki itu tidak peduli dengan sikap Min Young yang barusan dan terus melanjutkan langkahnya itu.
Setelah murid tersebut sudah menjauh,Min Young bertanya kepada temannya di sampingnya itu,”Hey,kalian tahu tidak siapa murid itu?”
“Murid mana yang kau maksud itu?”tanya Eun Hye.
“Itu,yang tadi barusan lewat,”jawab Min Young sambil menunjuk ke arah murid laki-laki tadi.
“Oh,itu...” balas Seung Ri.
“Namanya Seung Hyun,dia memang kelihatannya berandalan tetapi sebenarnya dia orang yang baik kok,” lanjutnya.
“Ahh~..apanya yang baik,kalau berandalan ya memang berandalan,mana ada sisi baiknya?” balas Eun Hye yang tidak setuju dengan pendapat temannya itu.
“Tapi,dia memang orang yang baik kok,kau saja yang tidak mengenalnya dengan dekat!”jawab Seung Ri yang tidak terima dengan kata-kata Eun Hye.
“Jadi,kau teman baiknya?”tanya Min Young kepada Seung Ri.
“Iya,aku sudah berteman dengannya sejak SMP dan kami sering kumpul bersama,”jawab Seung Ri.
“Oh,”hanya kata oh saja yang bisa dikatakannya karena ia sedikit bingung dengan jawaban Seung Ri yang mengatakan bahwa sebenarnya Seung Hyun itu orang yang baik.
Karena perdebatan mereka tentang orang yang bernama Seung Hyun itu,tak terasa kalau mereka sudah sampai di kantin.
----------------------
“Hey,Min Young kau dipanggil ke kantor guru oleh Mr.Lee,”kata Hyuk Jae yang merupakan teman sekelas Min Young.
“Oke,baiklah aku akan segera ke sana,”jawab Min Young.
Min Young segera berlari menuju kantor guru.Setelah sampai di kantor guru dengan nafas yang tersengal-sengal.
“Mr.Lee...heh...ada apa memanggil saya?”tanya Min Young.
“Oh,Min Young..kau rupanya sudah datang,”balas Mr.Lee.
“Oh ya,ini Choi Seung Hyun,”lanjutnya sambil memperkenalkan orang di sebelahnya.
Mendengar nama itu,Min Young langsung terkejut setengah mati dan dengan segera ia melihat laki-laki itu.
Namun,Seung Hyun hanya diam saja dan melihatnya dengan tatapan super sinisnya.
“Min Young,kau kan sangat pintar dalam pelajaran Matematika...nah,sekarang ada orang yang butuh bantuanmu,kau mau membantunya kan?” tanya Mr.Lee.
“Boleh,tetapi siapa yang perlu bantunku?” tanya Min Young penasaran.
“Dia,”balas Mr.Lee sambil menunjuk Seung Hyun yang berdiri di sebelahnya itu.
Karena ucapan Mr.Lee itu,maka ada kedua pasang mata yang membelalak karena kaget setengah mati.
“Hah,dia?!” tanya Min Young yang setengah berteriak.
“Iya,dia,”balas Mr.Lee dengan muka yang sangat meyakinkan.
“Tetapi,dia kan murid kelas 2,sedangkan saya itu murid kelas 1 dan lagipula saya juga tidak sudi membantu dia”kata Min Young yang tidak puas dengan keputusan gurunya itu.
“Hey,aku juga tidak sudi dibantu olehmu!” kata Seung Hyun yang akhirnya membukas suara.
“Tapi,ini ada keputusan saya yang sudah tidak dapat diganti-ganti lagi dan kamu,Seung Hyun kamu itu sudah gagal naik kelas ke kelas 3,lalu sekarang ada saya sudah mencarikan orang buatmu untuk membantu kamu tapi sekarang kamu malah menolaknya!” kesabaran Mr.Lee sudah habis karena kebadungan Seung Hyun selama ini.
Setelah Mr.Lee berkata seperti itu,Seung Hyun sudah tidak dapat berkutik lagi dan Min Young pun juga sudah kehabisan kata-kata untuk menolak keputusan tersebut.
Dengan hati yang terpaksa,Min Young menerima keputusan yang membuatnya sangat kesal.
---------------------------
Min Young POV
Mengapa? Mengapa? Mengapa?
Mengapa? Aku harus menolong murid tengik itu,sifatnya saja sudah terlihat berandalan seperti itu.
Aku memang ingin menolong orang,tetapi kenapa orangnya harus Seung Hyun itu.
Tetapi,sudahlah karena aku tidak mau mengecewakan Mr.Lee,aku akan berjuang dan berusaha membuatnya naik kelas.
---------------------------
Seung Hyun POV
Anak itu lagi,anak itu lagi.
Anak yang bernama Min Young itu memang lucu,tetapi aku tidak mau diajar olehnya.
Aku ini sudah lebih tua dari dirinya dua tahun,jadi aku tidak perlu dibantu oleh anak junior seperti dia.Tanpa,bantuannya pun sebenarnya aku akan naik kelas.
Ahh~ sudahlah terserah apa yang mau dia lakukan,tapi pastinya aku akan menolak mentah-mentah bantuannya itu.
-----------------------------



Characters in this Chapter :
-Kim Min Young: murid yang baru naik kelas ke SMA yang hobinya dengerin musik
- Seung Hyun (TOP): murid “beradalan”,kakak kelas Min Young,personil dari Big Bang
-Eun Hye: teman baru Min Young yang hobinya baca ramalan bintang
-Seung Ri (Victory): temen sekelas sama Min Young yang juga personil Big Bang termuda
-Young Bae (Tae Yang): temen sekelasnya Seung Hyun dan personil dari Big Bang
-Ji Young (G Dargon) : member Big Bang yang jago membuat lirik
-Dae Sung (D-Lite) : member Big Bang


Chapter 2

Min Young POV
Aja aja fighting,Min Young!
Kau pasti akan segera melewati penderitaan ini.
Semoga saja Seung Hyun yang berandalan itu bisa jinak saat aku ajar,kalau tidak nanti aku harus bilang apa ke Mr. Lee
------------------------
Dengan segenap keberanian yang sudah ia kumpulkan,akhirnya Min Young memberanikan dirinya untuk masuk ke ruang kelas 11A yang merupakan ruang kelas Seung Hyun.
Suasana kelas itu sangat sepi karena murid-muridnya sudah pulang,tetapi masih ada satu meja yang terisi.
“Ya,bangun!” teriak Min Young sambil memukul pelan meja berpenghuni tersebut dengan tangannya.
Sang penghuni yang tadinya tidur dengan pulas,sedikit terkejut dengan pukulan barusan.
“Hmm~” hanya itulah jawaban dari Seung Hyun.
“Oh,kau sudah datang...oke,baiklah,” lanjutnya dengan gaya yang setengah malasnya.
“Baiklah kalau kau sudah siap,” balas Min Young sambil meletakan buku-buku soal yang tebalnya setebal buku telefon.
Melihat buku tersebut,Seung Hyun yang tadinya sudah lumayan bersemangat walaupun terpaksa, menjadi malas kembali dan kembali tidur dengan posisinya yang semula.
“Ya! Kau mau belajar atau tidak!” bentak Min Young sekali lagi.
“Hmm~ kau seharusnya memanggil aku Oppa,tau sopan satun tidak?” jawab Seung Hyun santai.
“Oke,Oppa ayo kita mulai bimbelnya...tetapi Oppa harus mengerjakan dulu soal-soal ini,” pinta Min Young setengah memelas.
Seung Hyun bereaksi,ia mencoba melihat soal-soal itu dan kemudian dia berkata,”boleh soalnya diganti?”
“Buat apa? Oppa juga belum tentu bisa menjawab soal-soal itu,” jawab Min Young yang setengah meremehkan dan bercanda.
Tapi tiba-tiba lSeung Hyun,ia bangkit dari tempat duduknya dan menggebrak meja dengan keras dan berkata, “soal lagi! Soal lagi! Aku sudah bisa mengerjakan soal-soal itu! Jadi kalau kau hanya membantuku untuk soal-soal seperti itu,sebaiknya kau tidak perlu membantuku lagi!”
Mata orang di depannya sudah berkaca-kaca karena sebenarnya kata-katanya adalah sebuah candaan,tetapi lain dengan Seung Hyun yang menganggap bahwa itu adalah hal serius .
Emosi Min Young sudah tidak dapat tertahan lagi karena merasa tersinggung dengan kata-kata Seung Hyun barusan.
“Oppa! Aku juga terpaksa melakukan semua ini! Siapa yang mau mengajar anak berandal dan tidak tau rasa terima kasih seperti Oppa ini! Seharusnya Oppa merasa beruntung karena aku masih mau datang ke sini padahal tugasku banyak! Selamat tinggal!” kata Min Young yang emosinya meluap-luap sambil membawa tasnya dan berlari keluar kelas.
---------------------------
Seung Hyun POV
Terserahlah apa yang mau dilakukan anak itu.
Awalnya aku merasa tidak terlalu buruk jika dia yang membantuku dalam bimbel,tapi mengapa soal-soal yang itu lagi yang ia suruh untuk aku kerjakan.
Dia sama saja seperti guru-guru yang menganggap remeh aku,walaupun aku pernah tidak naik kelas tetapi itu bukan berarti aku murid yang bodoh.
---------------------------
Kesesokan paginya Min Young berjalan dengan lantung ke sekolah,kejadian kemarin membuatnya malas untuk bertemu dengan Seung Hyun.
Tapi tiba-tiba kesunyian Min Young diganggu oleh si ratu ramalan alias Eun Hye.
“Min Young! Kenapa kau kelihatan buruk sekali hari ini? Padahal ramalan hari ini sangat baik,lho!” teriak Eun Hye dari kejauhan.
Min Young tidak menanggapi temannya itu.
“Bagaimana bimbelnya kemarin? Sukses?” lanjut Eun Hye sambil mengacungkan jempolnya.
“Apa yang sukses? Semuanya hancur berantakan,aku heran dengan anak berandalan yang nge-sok itu,” balas Min Young.
“Dia sombong sekali dan sangat susah diajar,hari ini sepertinya tidak ada semangat untuk mengajar bimbel,” lanjutnya.
“Lho,bagaimana kau ini! Jadi hari ini kau mau bolos mengajar?” tanya Eun Hye bingung.
“Mungkin...” kata Min Young sambil mengangkat kedua bahunya.
---------------------------------
Ting Tong...Ting Tong...
Suara bel tanda sekolah berakhir pun sudah terdengar,tapi lain untuk Seung Hyun.
Sekarang adalah bel tanda masuk bagi kelas bimbel yang menurutnya paling membosankan sekaligus memuakan.
Seperti kemarin,Seung Hyun hanya duduk di kursi di kelasnya untuk menunggu kedatangan sang “guru”.
Tapi,lama waktu sudah berlalu Seung Hyun menyadari bahwa gurunya itu tidak hadir,maka ia segera bergegas membawa barangnya dan keluar dari kelas.
----------------------------------
Seung Hyun POV
Ada apa dengannya ya hari ini?
Mungkin apakah gara-gara sikapku kemarin,maka Min Young tidak hari pada hari ini?
Tapi memang setelah aku pikir-pikir,sikapku kemarin terlalu kasar denganya.
Kalau sudah begitu,lalu apa yang harus aku lakukan? Masa aku harus minta maaf dengannya.
Ahh~ sudah lah,lupakan saja.
Mungkin besok dia akan datang lagi.
-----------------------------------
“Hey,kenapa kemarin kau tidak datang?” tanya Seung Hyun saat keesokan harinya.
“Itu bukan urusanmu,Oppa dan bukannya kau senang yah kalau tidak ada bimbel,jadi waktumu itu tidak perlu terbuang untuk hal-hal yang tidak penting sepert bimbel contohnya,” balas Min Young dingin.
“Bukan begitu maksudku..” kata Seung Hyun yang merasa sedikit bersalah.
“Sudahlah kemarin aku malas bimbel,tapi mungkin hari ini aku akan mengajar,” potong Min Young yang berlagak cuek.
“Oh,ya sudah,” balas Seung Hyun dan pergi meninggalkan Min Young yang bertampang sedikit bingung dengan sikap Seung Hyun hari ini.
--------------------------------------
Setelah meninggalkan Min Young,Seung Hyun langsung sibuk dengan kesibukannya yang merupakan rahasia bagi semua orang di sekolah.
“Ya,Young Bae bagaimana kabarmu?” tanya Seung Hyun yang setengah berteriak dari kejauhan.
“Ya baiklah,kita kan baru tidak bertemu seminggu,tapi gaya bicaramu seperti kita tidak bertemu bertahun-tahun,” jawab Young Bae.
Seung Hyun tidak membalas melainkan hanya tertawa dengan kata-kata Young Bae.
“Ngomong-ngomong,ke mana saja kau beberapa hari ini? Kenapa tidak ikut latihan?” tanya Young Bae.
“Biasa,aku sekarang harus menjalani ritual tidak penting dengan terpaksa,” jawab Seung Hyun dengan tertawa.
“Ritual apakah itu?”tanya Young Bae penasaran.
“Ahh~ tidak penting,oh yah bagaimana dengan lirik baru untuk band kita? Sudah ketemu?” tanya Seung Hyun sambil mengalihkan pembicaraan Young Bae.
“Belum sepertinya, dan lirik itu bukan urusanku yah,itu urusan Ji Yong,” jawab Young Bae santai.
“Ooh,ya sudah.Oh ya,besok sepertinya aku akan datang latihan lagi,” balas Seung Hyun sambil pergi meninggalkan Young Bae dan menuju kelasnya.
“Baiklah,jangan sampai telat yah,” pesan Young Bae.
Dari kejauhan terlihat Min Young yang menguping pembicaraan antara Young Bae dan Seung Hyun secara diam-diam.
------------------------------
Min Young POV
Sebenarnya ada apa dengan orang yang bernama Seung Hyun itu?
Lalu Young Bae itu juga siapa?
Tapi yang pasti aku sudah mengetahui satu rahasia dari Seung Hyun yang ternyata suka bolos sekolah karena mengurusi bandnya yang tidak penting itu.
Semakin penasaran saja aku dengan anak berandal itu.
-------------------------------
Hari ini bimbel berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan Min Young.
“Min Young,” kata Seung Hyun yang membuka bahan pembicaraan.
“Apa?” jawab Min Young sambil memeriksa soal yang sudah dikerjakan oleh Seung Hyun.
“Besok,kita tidak perlu ada bimbel yah?” tanya Seung Hyun.
“Memang besok,Oppa ada urusan apa sampai-sampai tidak sempat bimbel?”tanya Min Young sambil penasaran dengan tingkah laku Seung Hyun.
“Aku ada urusan,” jawab Seung Hyun.
------------------------------
Min Young POV
Urusan?
Urusan apa?
Pasti urusan dengan bandnya yang tidak penting itu,tetapi aku penasaran sekali dengan rahasianya itu dan sepertinya aku mempunyai ide.
-----------------------------------
“Baiklah,besok kita tidak perlu ada bimbel,” kata Min Young dengan yakin.
Jawaban Min Young itu melegakan sekaligus membuat Seung Hyun bingung dengan sikap Min Young yang hari ini sangat berbeda dengan hari-hari biasanya.
----------------------------------
Ting Tong...Ting Tong...
Bel pulang pun berbunyi,tetapi hari ini berbeda untuk Min Young yang akan menjalankan idenya sebagai ganti dari mengajar bimbel.
“Min Young,mau ke mana kau? Hari ini kan tidak ada bimbel,” tanya Eun Hye yang penasaran dengan tingkah laku Min Young hari ini.
“Oh,hari ini memang tidak ada bimbel,tapi aku sekarang ada urusan jadi aku pergi duluan yah,” jawab Min Young.
Min Young segera berlari menuju kelas Seung Hyun dengan semangat.
Min Young belum terlambat untuk mengikuti jejak Seung Hyun karena sekarang Seung Hyun baru saja bertemu dengan Young Bae dan mereka berdua berjalan sambil bercanda.
Ternyata langkah Seung Hyun dan Young Bae membawa Min Young ke tempat yang dulu selalu ia datangi tiap hari,yaitu gedung SMPnya yang dulu.
Min Young kaget sekaligus bingung karena sebenarnya apa yang dilakukan Seung Hyun dengan bandnya di gedung itu.
Seung Hyun yang tidak sadar bahwa langkahnya diikuti orang,melanjutkan langkahnya masuk ke dalam sebuah gudang.
Min Young yang penasarannya semakin besar,terus mengikuti Seung Hyun tetapi hanya mengintip dari pintu gudang yang tidak sengaja terbuka sedikit.
Ada rasa terkejut juga saat Min Young melihat orang-orang yang ada di dalam gudang itu karena rupanya teman sekelasnya,Seung Ri juga tergabung dalam band itu dan ia tidak pernah bilang kepada Min Young soal hal itu.
----------------------------------
“Ya,T.O.P ke mana saja belakangan ini?” tanya Ji Yong sambil mendorongnya.
“Biasa,ada urusan,”jawab Seung Hyun sambil meletakan tasnya di atas meja.
“Ahh~ kau alasan saja,band kita hampir berantakan karena kau tidak datang latihan terus,” timpal Dae Sung.
“Mianhe,ini juga terpaksa,akhir-akhir ini aku dipaksa mengikuti bimbel,” balas Seung Hyun.
“Ya sudah,bagaimana dengan lirik baru kita?” tanya Young Bae yang membuka topik baru.
“Sudah siap,ini..” kata Ji Young sambil menyerahkan kertas.
Semua langsung berkumpul di sekitar Young Bae yang memegang kertas karena penasaran dengan lirik barunya.
-----------------------------------
Min Young yang mengintip dari celah pintu sesekali tertawa karena kelucuan Seung Hyun dan teman-teman bandnya itu.
Tetapi,tidak terasa sudah hampir 2 jam ia mengintip,dengan begitu latihan Seung Hyun pun sudah selesai.
Para personil bergegas untuk pulang.
Min Young yang mengintip sesegera mungkin bersembunyi agak jauh dari gudang itu.
Namun saat semuanya pulang,Min Young masih saja penasaran dengan guadang yang dijadikan sebagai tempat latihan band itu,jadi ia memutuskan untuk masuk.
Ia menglilingi gudang tersebut sampai ia menemukan beberapa lembar kertas di atas sebuah meja dan setelah ia melihatnya,ia mengetahui bahwa itu adalah lirik lagu.
Ia tidak mengembalikan kertas tersebut ke tempatnya semula,melainkan memasukannya ke dalam tas.
-------------------------------------
Min Young POV
Hari ini rencanaku berhasil dengan baik.
Ternyata Seung Hyun tidak seburuk yang aku kira,ia sebenarnya orang yang lucu,tetapi kenapa jika di sekolah ia menjadi orang yang berbeda apalagi jika terhadapku.
Memang aku telah berbuat apa kepadanya,sampai-sampai aku selalu terlihat buruk di matanya.
Lagu-lagu bandnya juga tidak buruk,malah enak didengar.
-------------------------------------


Characters in this Chapter :
-Kim Min Young : murid yang baru naik kelas ke SMA yang hobinya dengerin musik
- Seung Hyun (TOP) : anak “beradalan”,kakak kelas Min Young,personil dari Big Bang
-Seung Ri (Victory) : temen sekelas sama Min Young yang juga personil Big Bang termuda
-Young Bae (Tae Yang) : temen sekelasnya Seung Hyun dan personil dari Big Bang
-Ji Young (G Dargon) : member Big Bang yang jago membuat lirik
-Dae Sung (D-Lite) : member Big Bang
-Sandara : mantan pacar Seung Hyun

Chapter 3

“Hmm~ Yeoboseyo?” tanya Seung Hyun kepada orang yang membangun tidur nyenyaknya pagi-pagi.
“Seung Hyun,ada kabar buruk!” teriak Young Bae yang terdengar dari telepon.
“Ya! Kau membangunkanku pagi-pagi dengan telepon dan teriakanmu itu! Dan sebenarnya ada apa?” tanya Seung Hyun kesal.
“Ini benar-benar gawat! Lirik lagu terbaru kita hilang!” lanjut Young Bae panik.
“Hah? Bagaimana bisa? Kemarin kan kita tinggalkan di gudang...” balas Seung Hyun yang penasaran.
“Justru itu,kita semua juga bingung....tapi aku menduga ada yang mencurinya karena tidak mungkin kertas-kertas itu jalan sendiri kan,” kata Young Bae.
“Benar juga,tapi siapa yang telah mencurinya? Gudang tempat kita latihan itu kan sudah tidak pernah digunakan lagi selain itu tempatnya juga tersembunyi,jadi mana mungkin ada orang yang bisa masuk ke situ,” balas Seung Hyun heran.
“Ya sudah lah,mau bagaimana lagi...sekarang kita harus membuat lirik baru lagi,tapi kasihan juga Ji Yong yang telah susah membuatnya,” lanjut Young Bae yang kasihan dengan kerja keras kawannya itu.
“Ya sudah,sampai bertemu di sekolah yah....soal lirik mungkin aku akan membantu untuk membuatnya,” Seung Hyun mengakhiri pembicaraannya dengan Young Bae.
Seung Hyun bangkit dari tempat tidur di apartement sederhananya,setelah itu ia langsung menuju kamar mandi dan bergegas untuk ke sekolah.
Begini lah setiap pagi suasana di apartemen Seung Hyun yang sederhana dan sepi itu.Sejak ia memutuskan untuk meninggalkan rumahnya karena orang tuanya tidak tahan dengan sikapnya itu,ia tinggal seorang diri di sebuah apartemen sederhana dekat sekolah.
------------------------
Brrumm.... Brrum......
“Pagi,” sapa tukang pos yang lewat di depan rumah Seung Hyun sambil meletakan surat-surat di kotak.
“Pagi,” balas Seung Hyun sambil melambaikan tangannya.
Tukang pos bergegas melanjutkan tugasnya dan kembali mengendarai motornya.
Seung Hyun mengecek kotak suratnya dan kemudian membaca nama-namanya.
Tetapi,ada sebuah surat yang membuatnya terpaku sekaligus heran.
-----------------------
Seung Hyun POV
Sandara? Mengapa ia mengirim surat,bukankah hubungan kita sudah putus dari 3 bulan lalu?
Aku sudah berusaha melupakannya,tetapi kenapa surat ini datang dan kembali mengingatkanku padanya?
---------------------------
Flash Back
“Seung Hyun,hubungan kita sampai saja yah....” kata Sandara.
“Apa? Kau bercanda kan?” tanya Seung Hyun sambil tertawa.
“Aku serius,” balas Sandara.
Seung Hyun yang kaget dengan ucapan Sandara barusan langsung mengubah posisinya duduknya.
“Kau pasti bercanda kan,hari ini kau mengajakku melihat bintang dan katamu ini sebagai perayaan hari jadian kita yang sudah 2 tahun,tapi apa yang barusan kau katakan itu benar-benar bohong kan?” tanya Seung Hyun sambil memegang kedua bahu Sandara.
Sandara langsung melepakan tangan Seung Hyun dari bahunya.
“Ini serius karena setelah aku pertimbangkan kita berdua ini memang tidak cocok,” lanjut Sandara.
“Apa yang tidak cocok? Setiap hari hubungan kita baik-baik saja,” Seung Hyun membela.
“Sudah lah! Pokoknya aku tidak mau melihat wajahmu lagi,” Sandara berteriak dan menangis kemudian meninggalkan Seung Hyun sendiri.
--------------------------
Seung Hyun membuka surat yang baru ia terima dari seseorang yang berusaha untuk dilupakannya.

Seung Hyun,
Bagaimana kabarmu?
Maafkan aku saat itu,kata-kataku sangat menyakitkan bagimu tapi itu adalah jalan terbaik bagimu...
Karena aku tidak mau kau mempunyai seorang pacar yang berpenyakitan
Maafkan aku Seung Hyun karena tidak memberitahu mu bahwa aku mengidap penyakit kanker darah,saat aku meninggalkanmu aku telah berpikir matang-matang akan akibatnya bagi kita berdua,tapi apa boleh buat....sekarang aku berharap kau menemukan pengganti yang lebih baik dari diriku....
Saat tiga bulan terakhir ini,aku merasa kesepian dan menyadari bahwa kehadiranmu adalah hal yang aku butuhkan,tetapi aku berusaha untuk tidak egois dan membiarkanmu bahagia...
Maafkan aku sekali lagi...
Saat kau menerima surat ini,kau mungkin tidak akan pernah bertemu denganku lagi karena aku telah pergi,tapi aku sangat bahagia karena telah bersama denganmu selama dua tahun ini...
Aku berharap kau bahagia karena jika kau bahagia,aku pun akan bahagia di atas sana....

Sandara


Surat itu benar-benar membuat Seung Hyun tidak dapat membendung air matanya,ia ingat saat-saat ia bersama kekasihnya itu,saat senang dan susah mereka lalui bersama...
Semuanya sudah berakhir dan tidak akan bisa diputar kembali.
-------------------------------
Seung Hyun menemukan selembar kertas dibelakang surat Sandara,itu sebuah lirik.
Lirik yang menggambarkan persaaan hatinya saat menjalani hari-harinya tanpa Seung Hyun.

Tonaga
Finally I realize,that I’m nothing without you
I was so wrong,forgive me

Pado chorom busewejin ne mam
Baram chorom hundur rinun ne mam
Yongi chorom sarajin ne sarang
Munsin chorom jiwe jijiga anha
Hansuman tangi kojira shi jyo
Ne gasum sogen monjiman sah ijyo

Dola bojiman go tonagara to narul chaji malgo saragara
Norul sarang hetgie hu he obgie jo atdon kigoman gajyo gara
Gurok jorok chama bulmane gurok jorok gyon dyo nelmane
Non gurol surok hengbok heya dwe haru haru mudyo jyoga ne~

........................


------------------------------------
“Min Young! Ya Min Young!” teriak Ummanya Min Young sambil menguncang-guncangkan badan Min Young yang sedang tidur.
“Hmm~ ada apa Umma? Biarkan aku tidur lima menit lagi yah...” elak Min Young yang ingin melanjutkan mimpinya itu.
“Tidak bisa,kau harus bangun sekarang! Kau sudah telat!” teriak Umma.
“Apa?!” Min Young kaget dan langsung menuju kamar mandinya.
-----------------------------------
“Min Young?Ada apa denganmu hari ini? Sepertinya kau kurang tidur deh,wajahmu sudah pucat seperti mayat tau,” goda Seung Ri yang datang menghampirinya.
Min Young yang kaget dengan kedatangan temannya,tetapi ia juga merasa sedikit bersalah dan gugup menjawab pertanyaannya,”Hmm~ tadi malam.....tadi malam,aku belajar! Ya belajar untuk mengajar bimbel hari ini.”
Min Young terlihat gugup karena sebenarnya tadi malam ia memang belajar namun yang ia pelajari bukannya bahan untuk bimbel hari ini,tapi lirik lagu band yang ia curi kemarin.
Saat mendengarkan lagunya kemarin secara sembunyi-sembunyi,ia sudah tertarik untuk mempelajari lagu yang menarik tersebut oleh karena itu semalam ia begadang untuk mempelajari lagu itu.
Min Young takut Seung Ri curiga jika ia memberitahunya soal mempelajari lirik,makanya sekarang ia berbohong.
“Ooh,kau belajar...tapi bagaimana pun kesehatanmu itu lebih penting,walau nilaimu bagus tapi kau menjadi sakit,itu jadi tidak berguna,”kata Seung Ri yang menasehati temannya itu.
“Gomawo atas nasihatmu itu,ini juga terpaksa jadi lain kali aku tidak akan mengulanginya lagi,” jawab Min Young sambil tersenyum.
Ting Tong...Ting Tong...
Suara bel masuk kelas pun telah terdengar,semua murid yang tadinya sibuk dengan urusan masing-masing,segera balik ke tempat duduknya masing-masing.
----------------------------------
Min Young POV
Akhirnya waktunya untuk bimbel datang...
Tapi bagaimana jika ia bertanya-tanya tentang hal itu?
Apa yang harus aku lakukan?
-------------------------------
Min Young berjalan dengan pelan menuju kelas Seung Hyun sambil membawa buku-bukunya,tapi tiba-tiba langkahnya terhenti karena sebuah kertas yang tergeletak di lantai.
Ia penasaran dengan apa isi dari kertas itu dan kemudian membaca isinya.
Di saat yang bersamaan Seung Hyun sedang mengobrak-ngabrik isi tasnya itu.
-------------------------------
Seung Hyun POV
Ke mana lirik itu?
Masa dicuri orang juga seperti lirik yang kemarin?
Tapi lirik yang ini berbeda,ini sangat penting.....siapa yang mencurinya?!
-------------------------------
“Annyeong,Oppa” sapa Min Young sambil membawa buku-bukunya yang berat itu menuju meja Seung Hyun.
Seung Hyun tidak menyapa balik,mukanya terlihat masam.
Min Young bertanya-tanya dalam hatinya,sebenarnya ada masalah apa lagi?
Apa mungkin ia marah jika lirik yang kemarin hilang?
Min Young jadi merasa tidak enak,langsung saja membuka topik baru.
“Oppa,hari ini kita belajar bab ini saja yah!” lanjut Min Young sambil menunjuk satu bagian di bukunya itu.
Seung Hyun melihat bagian yang ditunjuk oleh Min Young itu,tapi tiba-tiba matanya melotot dan menarik kertas yang terselip di antara buku-buku itu.
“Min Young,kau benar-benar pencuri yah!”teriak Seung Hyun sambil memukul meja.
“Hah? Aku tidak mengerti,aku menemukan kertas itu di lantai barusan,” balas Min Young yang bingung dengan sikap Seung Hyun yang tiba-tiba berubah.
“Ahh~ kau tidak perlu berbohong! Dan jangan-jangan lirik kemarin kau yang curi juga!” kemarahan Seung Hyun memuncak.
Mendengar kata-kata Seung Hyun,Min Young sudah tidak bisa mengelak lagi.
“Iya,benar aku mengaku! Kemarin aku yang mencuri lirik itu,tapi kalau yang hari ini aku benar-benar tidak mencurinya!” bela Min Young yang suaranya sudah terdengar bergetar.
“Sudah lah,kau tidak perlu bohong lagi...sekali pencuri memang pencuri!” balas Seung Hyun yang tetap tidak percaya dengan omongan Min Young barusan.
------------------------------
Min Young POV
Sudah lah,pembelaanku tidak akan dipercayai dia lagi....
Hari ini memang hari yang buruk,tapi kenapa tiba-tiba semua di ruangan ini menjadi berputar dan kemudian gelap?
-----------------------------
Seung Hyun yang dari tadi marah dan tidak memikirkan penjelasan Min Young,tidak menyadari bahwa gadis di depannya itu sudah tergeletak di lantai.
Seung Hyun otomatis kaget dan langsung menghampiri Min Young.
“Min Young,Min Young! Ya!” ucap Seung Hyun sambil menggoncang-goncangkan tubuh Min Young yang sudah tidak sadar.
Karena tidak bangun-bangun,Seung Hyun langsung menggendong Min Young dan membawanya pergi.
----------------------------

Label: