<xmp> <body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d7457634820015561536\x26blogName\x3dBehind+the+Scene+of+My+Life\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://chingzz-daily.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://chingzz-daily.blogspot.com/\x26vt\x3d-3169458302945196764', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> </xmp>
Welcome

I've already left this blog but I will be happy if you still take a look on my old fan fiction :D

The Princess
Add your profile goes here.
Hi and Hello!
Let me introduce my name then~ Ching Ching is speakin' here! Scream out loud and be ready for the rockin' blog YEAH! This is the second blog I got here, the first is on LiveJournal, and I used that as my fan fiction park ♥♥ I'm Chinese who live in country named Indonesia, so I usually speak in Bahasa. I love lurking around at SOOMPI, check the request thread and help them all that had a problem about NG and GASOO poster. And by the way, I had a Tumblr. I use that page as my poster and banner gallery. So please welcome then~ I'll be glad to know that someone has visited it. I would to tell about my emptiness, problems and experiences on here.. So, just shut up and listen then! *LMFAO*.

Links
Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here

Archives
September 2009
Oktober 2009
November 2009

Layout ©

ME. kynzgerl
CODES. manikka
BRUSHES. 1 2
IMAGES. 1 2
The 2 paper heart: moargh.de
SOURCE. BLOGGER BLOGSKINS IMAGESHACK
Rabu, 21 Oktober 2009

Akhirnya gw putuskan juga posting ni Fan Fic (FF) hari ini haha...
Awalnya mau dipost minggu depan,biar samaan ma di forum gitu..
Tapi kasian si Nadila yang nunggu hehe...
ya udah deh..pesan gw cuma kayak biasa deh...komen..komen en komen haha...

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hate U, Love U


“SHIRO!” teriakkan keras itu keluar dari ruang kerja Appa Ki Bum.
“Andwe! Kau harus menikahinya!” teriak Appa.
“Shiro,Appa! Aku sama sekali tidak mencintainya! Lagipula mengapa aku harus menikah dengan gadis itu?! Aku sama sekali tidak mengenalnya!” teriak Ki Bum tidak terima.
“Appa tidak mau tahu!” wajah Appa sudah mulai geram.
“Sudahlah,chaggya...” Omma Ki Bum yang berada di ruangan itu berusaha membuat suasana kembali tenang.
“Ki Bum~a,mengertilah sedikit...perusahaan tuan Lee telah banyak membantu perusahaan kita,jadi sesuai dengan kesepakatan...kau akan dinikahkan dengan anak perempuannya,” Omma mencoba untuk menjelaskannya,tetapi Ki Bum tetap saja tidak terima.
“Appa! Omma! Kalian benar-benar tidak memikirkan perasaanku!” pekik Ki Bum yang berniat meninggalkan ruangan.
“Araseo! Kalian tidak perlu menikah dulu! Tetapi Appa putuskan kalian harus tinggal bersama mulai minggu depan,kalau kau tidak mau Appa akan menarik semua fasilitas yang Appa berikan semua kepadamu selama ini!” Appa mengambil keputusan tegas.
Ki Bum yang berniat membanting pintu langsung segera mematung mendengar peringatan Appa barusan.
Ia mulai memikirkan tentang segala fasilitas yang diberikan Appanya.
Mulai dari kartu kredit,rumah mewah,mobil keluaran terbaru.
Semuanya itu akan lenyap jika ia berniat untuk menolak perjodohan gila itu.
Akhirnya dengan berat hati Ki Bum berbalik dan setuju dengan semua itu.
------------------------------------------------
Seminggu kemudian...

Young Mi POV
Wah,ternyata apartemen yang Appa sediakan begitu mewah.
Aku sebenarnya tidak begitu mengharapkan semua ini.
Tetapi,yang terpenting adalah aku penasaran dengan pemuda yang bernama Kim Ki Bum itu.
Semoga saja dia orang yang baik.
-----------------------------------------------
Aku hendak membuka pintu apartemen,namun sebuah tangan sudah mendahuluiku.
“Ya! Nugu?” tanyanya dengan wajah ketus.
Aku tidak langsung menjawab pertanyaannya itu.
Aku terpaku memperhatikan wajahnya itu.
‘Wah,jangan-jangan dia yang bernama Kim Ki Bum,’ jantungku berdebar tidak karuan.
“Ya!” ia membuyarkan lamunanku.
“Jeosong-hamnida...naneun Lee Young Mi imnida...” jawabku gugup.
Ia membalas perkenalanku dengan sebuah senyum sengak yang merendahkan.
Aku mengerutkan keningku dan bingung dengan sikapnya barusan.
“Jadi kau yang menghancurkan hidupku!” teriaknya tidak puas.
‘Ye? Apa aku tidak salah dengar? Mendengar jawabannya aku langsung tahu bahwa dialah Kim Ki Bum yang dijodohkan denganku,tetapi aku sama sekali tidak menyangka bahwa sifatnya akan berubah seperti ini,’ pikirku sambil termenung mendengarkan omelannya yang begitu panjang dan menyesakkan.
“Ya! Geumanhae! Siapa yang ingin menghancurkan hidupmu?! Kau sendiri yang setuju untuk tinggal di sini kan? Kalau kau tidak mau sebaiknya kau tidak perlu masuk karena apartemen itu berstatus milik Appa ku!” aku berbalik mengancamnya.
Akhirnya ia diam begitu mendengar ancamanku barusan dan menerobos masuk ke dalam apartemen sambil membawa barang-barangnya tanpa mempedulikan diriku.
End of Young Mi POV
-------------------------------------------
Suasana di dalam apartemen Ki Bum dan Young Mi tidak kunjung berubah.
Kesunyian dan ketidak perdulian menyelimuti mereka berdua.
Ki Bum selalu menganggap bahwa Young Mi tidak ada,Young Mi yang tidak dianggap juga berpura-pura menyibukkan diri.

Malam pun tiba dan itu pun menjadi sebuah masalah bagi mereka.
“Ya! Ini semua gara-gara kau! Jadi kau tidur di luar!” teriak Ki Bum.
“Mwo?! Kenapa tidak kau saja! Lagipula jangan menyalahkan diriku,aku tidak tahu kalau di sini hanya ada satu tempat tidur!” protes Young Mi.
“Aku?! Aku harus tidur di luar?! Seharusnya itu dirimu!” Ki Bum melemparkan seluruh perlengkapan tidur Young Mi keluar.
“Ya! Kau ini benar-benar laki-laki yang tidak berperasaan!” teriak Young Mi marah.
“Kau yang sebenarnya mati rasa! Kau yang telah mengusik hidupku dan merusaknya!”
Tanpa berperasaan lagi Ki Bum mendorong Young Mi keluar kamar,Young Mi terjatuh di lantai.
BLAM!
Ki Bum menutup pintu dengan keras dan membiarkan Young Mi tidur di ruang tengah.

Young Mi yang tadi terduduk di lantai tidak sadar meneteskan air matanya.
‘Ki Bum~a..kau sama sekali tidak seperti Ki Bum yang diceritakan Appa..’ gumamnya dalam hati.
Hatinya perih seperti dirajam beribu-ribu pisau rasanya.
Hari yang ia bayangkan akan menjadi hari yang indah malah rusak seketika.
Ia tidak menyangka bahwa Ki Bum yang dijodohkan dengannya adalah Ki Bum yang tidak berperasaan seperti itu.

Young Mi berusaha bertahan,ia mengambil selimut dan bantal yang berserakkan di dekatnya.
Menyeretnya dengan pelan menuju ke atas sofa.
Malam ini terpaksa ia habiskan di atas sebuah sofa.
Walaupun sofa yang ia tidurinya itu empuk dan mewah,ia sama sekali tidak merasakan kenyamanan atas segalanya itu.
--------------------------------------------
Ki Bum POV
“Ki Bum~a irona!” teriak seseorang sambil mengetuk pintu kamar.
Mataku rasanya sulit sekali untuk dibuka.
Namun setelah lama aku mencoba untuk mengedipkannya,aku dapat melihat segala di sekelilingku.
Aku mulai menyadari bahwa aku tidak tidur di kamarku yang biasanya dan suara yang tadi memanggilku adalah suara Young Mi.
Iya,Young Mi...orang yang telah membuat hidupku tidak sama lagi.
Mengapa aku harus menjalani hidup dengan dia yang menyusahkan itu?

Aku bangkit dari tempat tidur dan membuka pintu.
“Mau sarapan?” tanyanya.
Biasa...dia hanya pura-pura baik dan aku tidak perlu mendengarkan kata-kata manisnya yang munafik itu.
Aku malas menjawab semua itu.
Aku keluar dari kamar sambil mengambil handukku dan berlalu menuju kamar mandi.
End of Ki Bum POV
-------------------------------------------------
Wajah Young Mi langsung kecewa saat Ki Bum tidak menganggapnya.
Ia sengaja bangun pagi-pagi untuk menyiapkan segalanya,namun sekarang Ki Bum justru menyia-yiakan semuanya itu.
Pikiran dan hati Young Mi mulai geram.
“Ya! Bisakah kau mengharagaiku sekali saja!” teriaknya kesal.
Ki Bum berbalik dan memasang tampang tidak berdosa ke arah Young Mi.
“Kau ini benar-benar...padahal aku sudah melupakan segala hal yang terjadi tadi malam dan berusaha memperlakukan dirimu dengan baik,namun apa balasanmu sekarang?! Kau malah tidak menganggapnya begitu saja!”
Amarah Young Mi sudah benar-benar tidak dapat dibenung lagi.
Ia merasa dirinya direndahkan dan diacuhkan begitu saja.
Namun,Ki Bum masih saja berpura-pura tidak menyadari semua perbuatannya yang melukai hati Young Mi itu.
“Oh begitu...gamasahae karena kau sudah melupakannya,tetapi kau tidak peduli dengan semua kata-kata manis tipuanmu itu!” Ki Bum berbalik kembali dan melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.
Young Mi yang merasa sudah benar-benar tersakiti oleh kata-katanya itu hanya dapat menangis sambil berlari membuka pintu apartemen dan membantingnya keras-keras.
BLAM!!!
--------------------------------------------------
Young Mi POV
Aku membanting pintu apartemen dan berlari keluar sekencang yang kubisa.
Hatiku ini rasanya ingin meledak.
Aku sudah tidak bisa menahan ini semua.
Mengapa saat aku berusaha untuk memperlakukannya dengan baik dan tulus,ia justru menganggapku munafik.
Sebenarnya apa sih maunya?!
-------------------------------------------------
Aku hendak kembali ke apartemen dan membereskan semua pekerjaanku yang tadi sempat terlupakan akibat sakit hatiku ini.
Aku akan mencoba untuk melupakan masalah barusan seperti tadi malam.
Tetapi saat aku hendak memasuki gedung apartemen,langkahku terhenti seketika.
Sebuah pemandangan menyesakkan kembali menghadangku.
Aku melihat Ki Bum hendak keluar dari gedung sambil menggandeng mesra seseorang wanita.
Hatiku rasanya seperti disayat-sayat sebilah pisau.
Walaupun aku membenci caranya memperlakukan diriku,tetapi mengapa perasaan cemburu ini masih saja mendorong untuk keluar.
Aku mencoba menahannya dengan mengigit bibir bawahku kesal.
‘KI BUM~A,KAU BENAR-BENAR MEMBUATKU GILA!!’ hanya kata-kata itulah yang dapat kuteriakkan dalam hati.
Entah mengapa saat pertama kali Appa menceritakan tentang dirinya kepadaku,aku langsung tertarik akan segala tentang dirinya.
Mulai dari sifatnya,kebiasaannya,dan hal lainnya.
Semua itu seolah-olah seperti magnet yang menarikku.
Tetapi mengapa saat aku bertemu dengannya secara langsung,semua itu langsung berubah.
Ia tidak seperti yang diceritakan Appa.
Namun walau begitu,mengapa diriku masih saja tidak bisa menghapus perasaan ini.
End of Young Mi POV
----------------------------------------------------
Ki Bum dengan santainya melangkah pergi dari apartemen sambil mengandeng Hae Yeon,wanita yang disewanya itu.
Raut wajahnya sama sekali tidak menggambarkan perasaan bersalah.
Ia hanya menganggap Young Mi hanya sebagai seorang yang munafik.
Orang yang hanya mengganggu dirinya saja.

“Ki Bum~a,hari ini kita mau pergi ke mana?” tanya Hae Yeon dengan gaya sok manis di depan Ki Bum.
“Hari ini kita bersenang-senang saja,chaggya...” Ki Bum tersenyum ke arah Hae Yeon.
Mereka berjalan meninggalkan apartemen.
----------------------------------------------------
Setelah hidup tanpa mengawasan dari orang tuanya,Ki Bum semakin menjadi.
Tiga bulan tidak terasa sudah ia habiskan di sebuah apartemen bersama dengan Young Mi yang tidak dicintainya itu dan setiap hari kerjaannya selalu pergi dengan wanita-wanita yang tidak jelas asal usulnya tanpa merasa bersalah kepada Young Mi terhadap semua yang telah ia lakukan itu.

Setiap hari ia selalu menghidari komunikasi dengan Young Mi.
Jika ada komunikasi pun,mereka selalu mengawali dan mengakhirinya dengan teriakkan,amarah,dan tangisan.
Young Mi yang awalnya mencoba bertahan,lama-kelamaan pun semakin tertekan.
Tetapi anehnya saat ia hendak menyerah akan semuanya itu,selalu ada suatu perasaan yang membuatnya bertahan dan menghadapi itu semua dengan lapang dada.
---------------------------------------------------
Ki Bum POV
Hari ini rasanya lelah sekali.
Aku merasa badanku akan terserang demam dan rasa dingin serasa menusuk kulitku ini.
Aku membuka pintu apartemen.
Hari ini berbeda...
Ke mana Young Mi? Aneh sekali,biasanya jam segini ia pasti sudah sampai.
Ahh~ sudahlah buat apa aku memikirkan dirinya yang tidak penting itu.
Lebih baik sekarang aku beristirahat sebentar di sofa.
Mungkin itu akan mengurangi rasa lelahku.
End of Ki Bum POV
----------------------------------------------------
Young Mi POV
‘Mengapa apartemenku gelap sekali? Apa Ki Bum belum pulang?’ gumamku sambil membuka pintu.
Hari ini aku memang banyak urusan jadi aku pulang agak telat.
Tetapi mengapa Ki Bum tidak menyalakan lampu?

Aku melangkahkan kakiku perlahan menuju tombol lampu.
‘Ki Bum benar-benar aneh,apakah dia terlalu berhemat listrik sampai-sampai ia tidak menyalakan lampu pada saat malam hari?’
“Ki Bum~a!” aku memanggil Ki Bum,siapa tahu saja ia belum pulang.
Namun saat aku melewati ruang tengah,aku baru sadar bahwa ia sedang tertidur di sana.
“Ki Bum~a,pali irona...kalau mau tidur jangan di sini,sana pindah saja ke kamar,” suruhku.
Ia tidak menjawabku.
Aku bingung dengan sikapnya,biasanya jika kupanggil pasti ia akan marah-marah,apalagi jika aku mengusik tidurnya,tetapi mengapa hari ini ia berbeda?

Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya dan memperhatikan wajahnya dengan jelas.
Wajahnya basah karena bulir-bulir keringkat dan lama-kelamaan baru aku mengetahui bahwa ia menggigil kedinginan.
Melihat semua itu,hatiku langsung dipenuhi oleh perasaan khawatir.
Kuletakkan tanganku perlahan di dahinya.
‘Omona..dia terserang demam tinggi,’ kagetku dalam hati.
Akhirnya dengan hati-hati aku membangunkannya,kemudian aku memapah dirinya yang setengah sadar itu menuju kamar dan membaringkan dirinya di atas tempat tidur.
Setelah itu aku berlari menuju dapur,mengisi sebuah ember dengan air dingin dan mengambil sebuah handuk dari lemari.
Aku mengompres dahinya itu kemudian memberikan obat penurun demam.
----------------------------------------------
Aku sudah membiarkannya tidur di dalam kamar,tetapi mengapa perasaan hatiku tidak tenang?
Aku benar-benar tidak bisa tidur dengan perasaan gundah seperti ini.
Setelah menimbang-nimbang cukup lama,akhirnya kuputuskan untuk tidur di kamar menemaninya malam ini.
Aku sudah tidak peduli dengan omelannya besok pagi,yang penting aku bisa melihatnya sehat kembali,semua itu sudah membuatku senang walaupun diomeli.

Aku membawa perlengkapan tidurku dari sofa yang biasa kupakai sebagai tempat tidur di malam hari.
Kemudian meletakkannya di lantai di sebelah tempat tidur Ki Bum.
Kujadikan bad cover-ku sebagai alas tidurku,walaupun aku masih dapat merasakan dinginnya lantai pada malam itu,tetapi setidaknya itu cukup empuk bagiku.
Kuletakkan bantal di atas bed-cover lalu aku membaringkan kepalaku.
Hari ini benar-benar hari yang melelahkan,tetapi mau apalagi semuanya itu harus kujalani.
Aku sepintas menujukan padanganku kepada wajah Ki Bum yang sudah tertidur nyenyak itu.
Wajahnya terlihat damai.
Ingin sekali rasanya melihat wajahnya yang seperti itu setiap hari,tetapi aku tahu itu semua hanya harapanku yang tidak akan tercapai selamanya.
Kepalaku sudah berat sekali rasanya dan mataku juga sudah merengek untuk dipejamkan.
Namun sebelum aku tertidur aku bangkit sebentar dari tempat tidurku yang seadaanya itu,lalu berbisik di telinga Ki Bum.
“Aku harap kau cepat sembuh dan dapat memarahiku lagi karena sekarang aku melanggar peraturan yang kau buat...”
End of Young Mi POV
----------------------------------------------------
Ki Bum POV
Rasa dingin itu kembali menggangguku.
Akhirnya dengan setengah terpaksa kubuka mataku.
Kualihakan mataku yang sayup itu menuju sebuah jam digital di meja nakas samping tempat tidurku.
02.00 AM
Ternyata sekarang baru jam dua pagi.
Rasa dingin ini benar-benar mengganggu,tetapi kucoba untuk menghiraukannya.

Aku hendak memejamkan mataku kembali,namun bahwa kusadari bahwa di atas dahiku ada sebuah handuk.
Handuk? Sebenarnya apa yang telah terjadi? Apakah tadi aku demam?
Lalu siapa yang meletakkan handuk ini?
Jangan-jangan...
Kepalaku mencoba untuk mengingat-ingat apa yang tadi telah terjadi.
Tadi saat aku setengah sadar,aku merasa ada yang memapahku dan membaringkan tubuhku di atas tempat tidur ini.
Ia memberiku obat,tetapi siapakah dia?

Aku hendak bangkit dari tempat tidurku untuk mencari tahu orang itu.
Tetapi saat aku mengangkat kepalaku.
Aku melihat Young Mi.
Iya,Young Mi...Ia tertidur di lantai yang hanya beralaskan bed covernya itu.
Awalnya aku hendak marah melihatnya tidur di kamarku.
Tetapi saat mendengar igauannya itu.
“Ki Bum~a...waeyo? Kau selalu memandangku munfaik...”
Kata-kata itu terlontar secara tidak sadar dari mulutnya itu.
Hatiku menjadi sedih.
Ia menangis dalam tidurnya.
Apakah ini selalu terjadi di dalam tidurnya setiap hari?
Mengapa aku menjadi iba melihat semua yang dilakukannya itu,dan aku yakin pasti dialah orang yang memapah dan merawat diriku.
Dia juga orang yang mengkhawatirkanku sampai-sampai rela tertidur di lantai yang begitu dingin itu.

Entah apa yang telah menghipnotisku malam ini.
Semua anggota tubuhku seperti di luar kendaliku.
Tanganku yang biasa kugunakan untuk berbuat kasar terhadapnya malam ini justru menginginkanku untuk membelai pipinya yang halus itu.
Menghapus air matanya yang sudah mulai mengering itu.
Lalu tubuhnya yang menggigil kedinginan itu seperti berteriak meminta pertolongan dari diriku.
Akhirnya aku menggendong tubuhnya itu dan membaringkannya di sebelahku.
Menyelimutinya dengan selimutku dan memeluknya untuk menghangatkannya.
End of Ki Bum POV
----------------------------------------------------
Pagi itu matahari bersinar sangat cerah dan sinarnya masuk melalui celah-celah jendela kamar.
Mata Young Mi mulai mengerjap pelan dan akhirnya semuanya terlihat jelas.
‘Ki Bum? Mengapa aku bisa di dalam pelukkannya?’
Hati Young Mi bingung sekaligus bahagia,namun secara tidak sadar ia kembali meneteskan air matanya.
“Waeyo?” suara Ki Bum tiba-tiba mengejutkannya.
“Anio,mengapa kau bangun?” tanya Young Mi yang mencoba menyembunyikan perasaan gugupnya.
“Tanganku basah jadi aku bangun...” jawab Ki Bum sambil tersenyum.
Jantung Young Mi langsung berdetak dua kali lebih cepat begitu melihat sikap Ki Bum yang begitu baik kepadanya.
“Ya sudah..aku mau ke dapur,” jawab Young Mi gugup.
Namun saat Young Mi hendak melepaskan pelukan Ki Bum,Ki Bum malah mempererat pelukannya itu.
“Changkamanyeo...bisakah aku merasakan hal ini lebih lama? Young Mi~a...mianhae...” kata Ki Bum pelan.
“Untuk apa?”
“Mianhae karena telah bersikap kasar kepadamu selama ini,mianhae karena telah melukai perasaanmu selama ini,mianhae karena selalu membentakmu....aku sengaja melakukan semua itu karena selama ini aku menganggapmu sebagai orang munafik...tetapi sekali lagi...jeongmal mianhae..” Ki Bum menempelkan dagunya di bahu Young Mi.
Young Mi yang mendengar kata-kata barusan langsung berbalik.
“Ki Bum~a...harusnya aku yang berkata begitu...aku yang telah merusak hari-hari mu yang indah sebelumnya...mianhae karena aku telah merusak kehidupanmu...” Young Mi kembali menangis kembali.
“Sudahlah....” Ki Bum memeluk Young Mi dan menenangkan tangisannya itu.
Kesunyian kembali menyelimuti kamar itu,hanya isak tangis bahagia dan terharu yang terdengar.
“Young Mi~a..aku mau membalas perbuatanmu tadi malam...” suara Ki Bum memecah kesunyian.
“Ye?” tanya Young Mi bingung.
Ki Bum tidak membalas kebingungan Young Mi dengan sebuah jawaban.
Ki Bum menggendong Young Mi secara tiba-tiba.
“Ya! Turunkan aku!” protes Young Mi sambil memberontak.
Tetapi ia tidak menghiraukannya.
Setelah sampai di dapur barulah ia mendudukkan Young Mi di atas meja dapur.
“Kau tunggu di situ...aku akan membuatkan sarapan untukmu?” Ki Bum tersenyum.
“Memang kau mau membuatkanku apa?” Young Mi balas tersenyum.
“Tunggu saja...”
Ki Bum memotong-motong sayuran dan bahan lainnya,sedangkan Young Mi menunggunya sambil tersenyum sendiri.
Ia tidak menyangka bahwa harapan yang ia panjatkan selama ini benar-benar terwujud secara nyata sekarang.
Ki Bum yang kemarin selalu memperlakukannya secara kasar,langsung dapat berubah dalam semalam.

“Igeu...” Ki Bum memberikan sebuah piring berisi sarapan kepada Young Mi.
“Otte?” tanyanya penasaran.
Young Mi mencicipinya dengan bahagia.
“Kau mau tahu rasanya?” tanya Young Mi.
Ki Bum hanya mengangguk penasaran.
Dengan segera Young Mi menempelkan bibirnya ke bibir Ki Bum dan memasukkan makan itu ke mulut Ki Bum.
Ki Bum hanya terkejut Young Mi yang berani melakukan hal itu,tetapi ia menerima dengan lembut.
“Otte? Kau sudah tahu rasanya kan?” Young Mi tersenyum jahil.
“Mashita...” Ki Bum tertawa.
-------------------------------------------------------
Ki Bum POV
Setelah semua yang terjadi,aku tahu bahwa aku adalah orang yang beruntung.
Appa menjodohkanku dengan seseorang yang sungguh baik seperti Young Mi.
Awalnya aku membencinya,tetapi sekarang aku mencintainya.
Orang memang akan berkata bahwa itu adalah hal yang gila.
Bagaimana aku perasaanku terhadapnya dapat berubah dalam semalam?
Dari benci menjadi cinta?
Aku akan menjawab,aku pun tidak tahu.
Yang terpenting adalah sekarang aku ingin berteriak ‘yongwhoni sarangahae’ untuk dirinya seorang.
End of Ki Bum POV
------------------------------------------------------

Label: