<xmp> <body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d7457634820015561536\x26blogName\x3dBehind+the+Scene+of+My+Life\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLUE\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://chingzz-daily.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://chingzz-daily.blogspot.com/\x26vt\x3d-3169458302945196764', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> </xmp>
Welcome

I've already left this blog but I will be happy if you still take a look on my old fan fiction :D

The Princess
Add your profile goes here.
Hi and Hello!
Let me introduce my name then~ Ching Ching is speakin' here! Scream out loud and be ready for the rockin' blog YEAH! This is the second blog I got here, the first is on LiveJournal, and I used that as my fan fiction park ♥♥ I'm Chinese who live in country named Indonesia, so I usually speak in Bahasa. I love lurking around at SOOMPI, check the request thread and help them all that had a problem about NG and GASOO poster. And by the way, I had a Tumblr. I use that page as my poster and banner gallery. So please welcome then~ I'll be glad to know that someone has visited it. I would to tell about my emptiness, problems and experiences on here.. So, just shut up and listen then! *LMFAO*.

Links
Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here Link Here

Archives
September 2009
Oktober 2009
November 2009

Layout ©

ME. kynzgerl
CODES. manikka
BRUSHES. 1 2
IMAGES. 1 2
The 2 paper heart: moargh.de
SOURCE. BLOGGER BLOGSKINS IMAGESHACK
Kamis, 24 September 2009

Gw ngepost One Shot Fan Fic lagi...
Tapi yang sekarang atas permintaan Nn Dea haha...alias Han Sang Hee sendiri,dia pengen dibuatin FF ma Lee Jin Ki alias si Onew-nya SHINee,jadi terpaksa deh gw buat *dilempar kuah bakso ma Dea gara'' denger kata terpaksa*...ya udah,yang udah mampir,silahkan membaca sejenak....


Stand by Me


Sang Hee POV
Aku adalah anak tunggal dari sebuah keluarga kaya.
Hidupku selalu lebih dari cukup,tetapi itu semua bukannya membuatku bahagia.
Itu semua membuatku lelah dan sengsara.
Orang tuaku begitu sayang dan melindungiku.
Aku juga menyayangi mereka,namun terkadang aku kesal dan muak dengan cara mereka melindungiku.
Karena terlalu menyayangiku,maka mereka memberikanku sebuah pelayan pribadi yang sebenarnya telah mengacaukan seluruh hidupku.

Flash back
“Sang Hee~a!” Appa memanggilku.
“Ye,Appa!” aku segera berlari ke tempat Appa berdiri.
“Mulai hari ini,Appa berikan pelayang pribadi.”
“Mwo?! Appa,ini semua tidak perlu,aku sudah dewasa sekarang jadi aku tidak perlu pelayan seperti itu.”
“Andwe,walaupun kau sudah dewasa,tetapi kau tidak bisa menolaknya! Atau kau tidak boleh keluar rumah selamanya!”
Mendengar peringatan Appa yang seperti itu,dengan terpaksa aku menerima pelayan itu.

Aku melangakah masuk ke dalam kamar dengan lunglai.
Aku berpikir,’sebenarnya apa yang ada di pikiran Appa? Mengapa aku begitu dilindungi dan tidak bisa bebas seperti anak lainnya?’
Lamunanku tiba-tiba terputus karena sebuah sapaan.
“Annyeong-hasemika,Nona!”
Kulirik orang yang mengagetkanku itu.
“Kau...kau pelayan itu kan?” kataku sok sombong.
“Ye,jeoneun Lee Jin Ki rago haeyo,” katanya sambil menunduk sopan.
Walaupun dirinya sangat sopan kepadaku,tetapi aku sudah terlanjur kesal dengannya.
“Ya sudah,kau pergi sana,aku sedang tidak enak hati,” perintahku dengan kasar.
End of Flashback

Aku tahu memang Lee Jin Ki pelayanku itu memang orang yang baik dan sopan,tetapi aku benar-benar tidak tahan dengan sifat teledor dan suka ingin tahunya itu.
Rasanya aku sudah tidak tahan lagi berada di rumah ini.
End of Sang Hee POV
----------------------------------------------
Malam itu di sekitar rumah Sang Hee sangat sepi karena seluruh penghuninya sudah terlelap.
Namun,ternyata Sang Hee hanya berpura-pura tidur saja.
Setelah menurutnya keadaan sudah aman,Sang Hee memasukkan sedikit baju dan perlengkapan sehari-harinya ke dalam tas.
Kemudian ia meletakkan surat yang telah ia persiapkan untuk kedua orang tuanya.
‘Mianhae...Appa...Mianhae Omma,jeongmal mianhaeyo,’ kata Sang Hee dalam hati sambil membawa tasnya keluar.
Ia mengendap-ngendap menuju pintu keluar.
Ia pikir bahwa semua orang sudah terlelap dan tidak akan ada yang mengetahui kepergiannya.
Namun,ternyata selain dirinya masih ada seorang lagi yang belum tidur.

Jin Ki POV
Aku sedang melakukan kebiasaanku,melihat langit saat malam hari yang indah seperti ini.
Kesunyian ini membuatku nyaman.
Akan tetapi,terdengar seseorang membuka pintu.
Aku berpaling ke arah datangnya suara itu.
‘Sang Hee? Apa yang dilakukan Sang Hee? Seharusnya ia tidur di kamarnya kan?Lalu mengapa ia membawa tas sebesar itu dan mengendap-ngendap?Apa jangan-jangan ia mau..kabur?’ tanyaku dalam hati.
Untungnya ia tidak mengetahui keberadaanku di sini,jadi aku memutuskan untuk mengikutinya.
End of Jin Ki POV
-----------------------------------------------------
Sang Hee POV
‘Akhirnya aku dapat merasakan kebebasan,’ kataku dalam hati sambil melompat kegirangan.
Sekarang aku sudah melangkah di jalan depan rumahku.
Dapat kulihat betapa besarnya rumahku itu.
Namun,sebesar-besarnya rumahku,itu semua bukan merupakan kebahagiaan bagiku.

Belum terlalu jauh aku meninggalkan rumahku,tetapi tiba-tiba ada sebuah tangan yang menarik tanganku.
“Changkaman!” teriaknya.
Aku menoleh.
“Jin Ki! Lepaskan!” kataku sambil memberontak.
“Sang Hee,mau ke mana kau?” katanya.
“Kau ini benar-benar tidak sopan! Harusnya kau memanggilku ‘Nona’ dan ini juga bukan urusanmu! Jadi sana pergilah!” aku berteriak-teriak memberontak,tetapi tetap saja ia tidak mau melepaskanku.
“Andwe,terlalu bahaya di luar sana!”
“Terserah kau! Ini urusanku! Aku sudah bosan hidup di rumah itu dan selalu dilindungi! Aku ingin merasakan kebebasan!”
Kulihat wajah Jin Ki tertegun saat mendengar kata-kataku.
Ia belum melepaskan tanganku,namun ia menarik tubuhku dalam pelukannya.
Tidak tahu mengapa tubuhku ini malah tidak mau memberontak untuk lepas dari pelukannya.
Tetap aku merasakan rasa hangat dalam pelukannya itu.
“Sang Hee,sekarang kau bukan majikanku,tetapi aku mau menemanimu kabur dari sini,” bisiknya.
‘Apa yang barusan ia katakan? Apa aku tidak salah dengar?’ kataku dalam hati.
“Ya!” aku mendorongnya dan aku pun terlepas dari pelukannya.
“Terserah kau sajalah! Yang penting sekarang aku mau menuju rumah temanku!”
Tanpa peduli kulangkahkan kakiku dan melawati dirinya.
End of Sang Hee POV
--------------------------------------------------
Setelah lama berjalan akhirnya Sang Hee sampai di apartemen salah satu temannya.

Tok..Tok...Tok....
Sang Hee mengetuk pintu.
“Yeon Ri~a....Yeon Ri...” kata Sang Hee pelan sambil terus mengetuk pintu.
“Nuguseo?” tanya orang dari dalam.
“Igeu Sang Hee,” jawab Sang Hee sambil menunggu.
“Sang Hee~a,buat apa kau datang kemari? Sana pergi!”
Wajah Sang Hee yang tadinya ingin memohon langsung berubah,ia kecewa dengan perlakuan teman baiknya.
“Waeyo? Sebenarnya apa yang terjadi? Biasanya kau baik kepadaku? Kita kan sahabat?” tanya Sang Hee bingung.
“Mian,Sang Hee~a,tetapi kemarin Appa mu menelepon agar tidak menerimamu untuk menginap di sini,” Yeon Ri sudah bersiap untuk menutup pintunya kembali.
“Araseo,mian,” kata Sang Hee lesu.

Jin Ki POV
Aku menunggu Sang Hee di luar gedung apartemen.
Namun,setelah ia keluar dari apartemen itu wajahnya tidak secerah sebelumnya.
Wajahnya tertunduk lesu.
“Sang Hee~a,waeyo?” tanyaku.
Ia tetap saja tidak menanggapiku.
Aku tahu,mungkin saja ia kesal karena aku terus mencampuri urusannya.
“Sang Hee~a!” teriakku.
Ia terus berjalan dan menganggapku tidak ada.

Aku terus mengikuti dirinya.
Aku tahu,pasti tadi ia tidak diterima menginap si sana,tetapi mengapa?
Bukankah mereka semua teman baiknya?

Malam sudah semakin dingin dan beberapa rumah temannya kami kunjungi.
Namun,mereka semua menolak kehadirannya.
Saat ia keluar dari rumah yang terakhir,wajahnya kembali menunduk sedih.
“Sang Hee,waeyo? Sebenarnya apa yang terjadi?” tanyaku sekali lagi.
Kali ini ia juga tidak menjawab,namun ia berjongkok dan menangis.
“Sang Hee~a,” kataku mencoba menenangkannya.
“Mereka semua...mereka semua telah diberitahu Appa agar tidak menerimaku menginap di rumah mereka,” katanya parau.
Aku ikut berjongkok di sebelahnya.
“Sudahlah,bagaimana kalau malam ini kau menginap di apartemenku saja,” tawarku.
Memang selama aku berkerja di rumahnya,aku sudah tidak meninggali apartemen itu,tetapi aku pikir mungkin keadaannya masih baik-baik saja.
End of Jin Ki POV
-------------------------------------------------------
Sang Hee POV
“Sudahlah,bagaimana kalau malam ini kau menginap di apartemenku saja,” tawarnya.
Aku bingung harus berkata apa.
Tetapi,jika aku menolaknya,ke mana aku harus menginap malam ini?
“Baiklah,” kataku pelan.
Namun,saat aku hendak berjalan,ia malah merendahkan tubuhnya di depanku.
“Waeyo?” tanyaku.
“Kau tidak lelah berjalan dari tadi?”
“Lalu?”
“sekarang kau aku persilahkan naik ke sini,” katanya sambil menunjuk punggungnya.
“Tapi...”
“Sudahlah!”

Akhirnya aku digendong dengan paksa olehnya.
Kalau dipikir-pikir,ini lumayan juga,dengan seperti ini aku menjadi bisa menghemat tenaga.
Tetapi,saat aku berada di punggungnya seperti ini,aku menjadi ingat akan sebuah kenangan di masa lalu,aku seperti pernah merasakan hal yang seperti ini sebelumnya.
Namun,kapan? Dan siapa yang dulu melakukan hal ini terhadapku?
End of Sang Hee POV
----------------------------------------------
Keesokkan paginya...
“Sang Hee~a,pali irona..” bisik Jin Ki.
“Mwo? Biarkan aku tidur lima menit,” balas Sang Hee yang masih menikmati tidurnya.
“Adwe,ayo!”
Akhirnya dengan Sang Hee berjalan ke arah meja makan dengan keadaan setengah sadar.
Namun,saat menghirup aroma masakan,mata Sang Hee langsung terbelalak.
“Dari mana kau mendapatkan makanan ini?” tanya Sang Hee.
“Aku yang memasaknya,memang setiap pagi kau pikir siapa yang menyiapkan makananmu?” kata Jin Ki dengan nada bangga.
Sang Hee baru ingat bahwa Jin Ki adalah pelayannya selama ini.
“Ye,benar juga,” kata Sang Hee sambil tertawa.

“Sang Hee~a,aku harus pergi sekarang,” lapor Jin Ki.
“Memang kau mau ke mana?”
“Aku harus bekerja,walaupun kau sudah tidak menjadi majikanku,tetapi statusku masih tetap pekerja di rumahmu.”
“Benar juga,ya sudah hati-hati di jalan,” Sang Hee berpamitan dengan Jin Ki
--------------------------------------------
Sang Hee POV
Saat Jin Ki pergi,rasanya aku kesepian.
Aku ingin melangkah keluar rumah,tetapi takut rasanya.
Aku takut orang-orang suruhan ayahku menemukan aku di sini.
Oleh karena itu,mungkin aku dapat mengisi kebosananku ini dengan membenahi tempat ini.

Setelah membereskan barang-barang dan membersihkan debu-debu.
Aku berencana untuk membalas budi Jin Ki yang telah ia lakukan kepadaku selama ini.
Lalu kubuka kulkas di dapur mininya itu.
Hanya ada sayur-mayur seadanya.
Saat aku mengeluarkan bahan-bahan itu,aku baru sadar bahwa aku tidak bisa memasak.
Setiap hari selalu ada Jin Ki yang menyiapkan segalanya.
Di saat yang seperti ini aku baru menyadari kalau aku membutuhkan pertolongannya.
Tetapi,jika aku memintanya untuk membantuku,justru malah dia yang akan membuatkan makanan itu untuk.
Padahal tujuan sebenarnya adalah aku yang ingin membuatkan masakan untuknya.

Sebuah ide muncul di kepalaku.
Mengapa aku tidak menelepon temanku saja?
Akhirnya aku mencoba menghubunginya dan untungnya dia mau membantuku untuk mendiktekan resep samgyetang.
Walaupun resep sudah kudapatkan,tetapi aku masih bingung dengan cara memasaknya.
Namun,aku tetap mencoba resep itu.
Dan setelah beberapa kali tanganku teriris pisau kemudian terjadi beberapa kesalahan teknis.
Akhirnya samgyetang buatanku jadi.
End of Sang Hee POV
----------------------------------------------------------
Kreek…
Jin Ki membuka pintu.
“Sang Hee…Sang Hee..” ia berusaha mencari Sang Hee.
“Aku di sini,” balas Sang Hee yang sudah berdiri di samping meja makan.
“Asa…dari mana makan ini datang?”
“Sudahlah,aku mau membalas perbuatanmu selama ini,kali ini aku yang menyiapkan makanan untukmu,” kata Sang Hee sambil menarik tempat duduk yang kosong.
“Araseo, jal mogessemida,” kata Jin Ki yang mulai melahapnya.
“Otte?” tanya Sang Hee penasaran.
“Joa…” Jin Ki menipitkan sebelah matanya.
“Jinja?”
Jin Ki hanya diam dan membiarkan Sang Hee menyicipi masakannya.
“Gojimal! Rasa seaneh ini kau suka?” teriak Sang Hee.
Akhirnya Jin Ki tersenyum karena kebohongannya telah terungkap.
“Setidaknya kau sudah berusaha,” hibur Jin Ki.
“Tapi ini benar-benar parah,benar-benar tidak enak!”
Sang Hee mengangkat mangkok yang berisi samgyetang itu dan berniat untuk membuangnya.
“Changkaman!” tahan Jin Ki.
“Aku akan menghabiskannya kok,” kata Jin Ki.
“Ya sudahlah,terserah kau..” akhirnya Sang Hee meletakkan kembali mangkok itu dan membiarkan Jin Ki menghabiskannya,sedangkan ia akhirnya memilih untuk memesan makanan lewat telepon.
----------------------------------------------------------
Jin Ki POV
Aku tidak menyangka ia akan memperlakukanku seperti itu.
Walaupun masakannya memang bisa dikatakan kurang enak,tetapi aku tetap menghargainya.
Aku ingin setiap hari ia berlaku begitu kepadaku.
Tidak perlu membuatkan makanan untukku,tetapi setidaknya ia tidak memasang wajah sombong dan tidak peduli kepadaku.
Saat aku bekerja menjadi pelayan di rumahnya,ia selalu membentakku.
Padahal sebenarnya aku tidak mau bekerja di rumah itu.
Aku hanya ingin melihat dirinya.
Ingin melihat dirinya yang sekarang.

‘Sang Hee~a,apakah kau tidak ingat padaku?’
End of Jin Ki POV
----------------------------------------------------------------
Sang Hee POV
Sudah seminggu lamanya aku tidak pulang ke rumah.
Tetapi,tidak tahu mengapa aku sudah terbiasa dengan kehidupan di tempat ini.
Aku senang dapat bersama dengan Jin Ki.
Aku merasa bahagia saat bersamanya,tetapi bagaimana pun ia masih berstatus sebagai pelayanku.
----------------------------------------------------------------
Hari ini aku benar-benar merasa bosan.
Lebih baik aku berjalan-jalan saja di sekitar sini,selama aku tinggal di sini aku sama sekali belum keluar rumah karena ketakutan akan orang-orang suruhan Appa.
Tetapi,hari ini aku benar-benar memutuskan untuk berjalan-jalan di luar untuk mengatasi rasa bosanku ini.

Semilir angin di sore hari benar-benar menyejukkan.
Sudah lama rasanya aku tidak berjalan-jalan seperti ini.
Namun belum lama aku berjalan,tiba-tiba aku melihat sebuah mobil mewah melintas di depanku.
Melihat mobil itu berhenti tidak jauh dari tempatku berdiri sekarang,aku menjadi penasaran dengan apa yang sedang terjadi.
“Appa..” kataku pelan saat kaget melihat Appaku keluar dari mobil itu.
Dan Jin Ki,aku tidak menyangka ternyata Jin Ki juga keluar dari mobil itu.
Mataku sudah berkaca-kaca melihatnya.
Aku merasa ditipu selama ini,aku mengira Jin Ki benar-benar mau membantuku untuk kabur dari keluargaku.
Aku kira ia mau menjaga rahasia di mana selama ini aku tinggal.
Tetapi,aku tidak mengira bahwa ternyata selama ini ia bekerja sama dengan Appa.
End of Sang Hee POV
------------------------------------------------------------------
Sang Hee segera berlari menuju apartemen Jin Ki kemudian ia membereskan seluruh barang bawaannya.
Dengan segera ia melangkahkan kakinya untuk membuka pintu dan membawa pergi barang bawaannya itu.
Namun,pintu sudah terlebih dahulu dibuka dari luar.
“Sang Hee~a,kau? Mengapa kau membawa tas sebesar itu?” tanya Jin Ki yang terkejut melihat apa yang dilakukan Sang Hee saat ia membuka pintu apartemennya itu.
Sang Hee tidak menjawab pertanyaan itu,namun ia berkata,”gamsahaeyo Jin Ki~a,kau telah mengizinkanku untuk menumpang di sini.”
“Changkaman! Jangan-jangan kau mau...Kau mau pergi?!” terka Jin Ki.
“Sudahlah,aku tahu apa yang telah kau lakukan di belakangku! Kau bekerjasama dengan Appa kan?!” bentak Sang Hee.
“Memang,tetapi itu semua demi kebaikanmu,jadi kumohon jangan tinggalkan aku,” mohon Jin Ki sambil menarik tangan Sang Hee.
“Kebaikanku?! Tahu apa kau soal itu? Kau hanya pelayanku!”
Mendengar kata-kata Sang Hee itu,Jin Ki langsung terdiam.
Hatinya hancur,ia tidak menyangka setelah apa yang telah mereka alami berdua,Sang Hee masih menganggap dirinya sebatas pelayannya saja.
Akan tetapi,Sang Hee dengan sikap tidak pedulinya itu meninggalkannya.
“Sang Hee~a! Jangan pergi!” teriak Jin Ki sekali lagi.
Namun,kata-kata itu tetap saja tidak dihiraukan Sang Hee.
---------------------------------------------------------
Jin Ki POV
Sang Hee,mengapa kau meninggalkanku?
Mengapa kau hanya menganggapku hanya sebagai pelayanmu saja?
Padahal selama ini aku tidak pernah menganggapmu sebagai majikanku saja.
Aku sudah menganggapmu lebih dari itu.
Sang Hee,apa kau tidak mengingat diriku?
End of Jin Ki POV
---------------------------------------------------------
Setelah meninggalkan apartemen Jin Ki dan mengetahui tentang apa yang telah terjadi di belakangnya,akhirnya Sang Hee memutuskan untuk kembali ke rumahnya.
Namun,setelah kejadian itu posisi Jin Ki sebagai pelayan akhirnya diganti.

Sebulan kemudian....

Sang Hee POV
Rasanya ingin kembali memutar apa yang terjadi sebulan yang lalu.
Kejadian-kejadian itu seolah-olah tidak bisa lepas dalam benakku.
Walaupun ia telah mengkhianatiku,namun setelah aku meninggalkannya dan tidak bertemu lagi dengannya,setiap hari aku selalu bertanya-tanya dalam hatiku.
Kira-kira Jin Ki sedang apa?
Bagaimana kabarnya sekarang?
Apakah ia masih tinggal di apartemen itu?

“Nona!” panggilan Yoo Kyung pelayan baruku membubarkan lamunanku.
“Ye,ada apa?” tanyaku.
“Nona,tadi Appa memanggil Nona,” jelasnya.
“Araseo,aku akan segera ke sana,” kataku.

“Ada apa,Appa?” tanyaku pada Appa.
“Kita sedang kedatangan tamu,Sang Hee~a...mereka teman lama Appa dan teman lamamu juga,” jelas Appa.
‘Teman lamaku? Memang siapa?’ tanyaku dalam hati.
“Sang Hee..” panggil seseorang di belakangku.
Changkaman...aku kenal dengan suara ini.
“Jin Ki!” teriakku saat tahu siapa orang yang memanggilku itu.
Kali ini ia memakai pakaian rapi dan ia terlihat seperti orang kaya.
“Sang Hee,sebaiknya kau ajak Jin Ki berjalan-jalan di taman belakang,” kata Appa yang pura-pura tidak mengenal Jin Ki.
End of Sang Hee POV
----------------------------------------------------------
Sang Hee dan Jin Ki akhirnya tiba di taman belakang.
“Sang Hee~a,apakah kau tidak mengenalku?” tanya Jin Ki.
“Tentu saja,kau ini mantan pelayanku,” suara Sang Hee terdengar galak dan sombong.
“Bukan yang itu,tetapi apakah kau mengenalku?”
“Maksudmu?”
“Apakah kau ingat dengan peristiwa di mana seorang anak laki-laki yang dulu menolongmu saat kau dihadang oleh preman-preman? Apa kau ingat dengan laki-laki yang sering mengajakmu di sebuah taman yang dekat dengan rumahmu ini?”
Mendengar pertanyaan-pertanyaan itu,Sang Hee mulai meningat semua kejadian itu.
Ia akhirnya ingat dengan teman masa lalunya yang bernama Jin Ki itu,dulu mereka selalu menghabiskan waktu bersama,namun suatu hari Jin Ki dan keluarganya harus pindah ke Jepang.
Karena itulah akhirnya Sang Hee mencoba untuk melupakannya.

“Jin Ki!” tiba-tiba Sang Hee memeluk Jin Ki setelah ia meningat semuanya.
Jin Ki membalas pelukannya.
“Akhirnya kau ingat,” kata Jin Ki.
“Mengapa kau tidak memberitahu kalau keluargamu sudah pindah ke Korea lagi? Mengapa kau malah mau menjadi pelayanku?” tanya Sang Hee yang menangis terharu.
“Itu semua karena aku ingin selalu melindungimu,aku ingin melihat dirimu yang sekarang.”
“Mianhae,karena selama ini aku selalu membentakmu.”
Jin Ki melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Sang Hee.
“Aku yang seharusnya mengatakan itu,Sang Hee...mianhae karena telah mengkhianatimu saat itu,tetapi aku benar-benar tidak ingin ditinggalkan olehmu karena saat seminggu itu aku baru sadar bahwa aku...”
Belum sempat Jin Ki menyelesaikan kata-katanya,tetapi Sang Hee sudah keburu menempelkan bibirnya di bibir Jin Ki.
Jin Ki tersenyum dan membalasnya.
“Saranghae,Sang Hee~a...berjanjilah kau akan selalu di sampingku,” kata Jin Ki.
“Na do saranghae,aku berjanji,tetapi kau juga harus berjanji untuk hal yang sama,” balas Sang Hee.
“Araseo,” Jin Ki melanjutkan aksi ciumannya.
---------------------------------------------------------
Terlihat para orang tua,mulai dari Appa dan Omma Sang Hee kemudian Appa dan Omma Jin Ki tersenyum melihat apa yang telah terjadi di antara anak mereka.
“Akhirnya perjodohan ini berakhir dengan sukses,” kata Appa Sang Hee sambil tersenyum.
--------------------------------------------------------

Label: